”Sekuel” Final Sinner Versus Alcaraz Berlanjut

Persaingan Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz untuk menjadi juara terus berlanjut. Final Amerika Serikat Terbuka menjadi pertemuan kelima mereka di final pada 2025.

06 Sep 2025 17:39 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

Seperti film Harry Potter atau Mission Impossible, persaingan Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz di lapangan tenis memiliki sekuel yang kerap menjadi box office. Enam pertemuan terakhir, lima di antaranya pada 2025, selalu terjadi di final. Hampir semuanya berlangsung ketat hingga menarik perhatian penggemar tenis.

Persaingan kelima pada tahun ini akan terjadi dalam final Grand Slam Amerika Serikat Terbuka di Stadion Arthur Ashe, Flushing Meadows, New York, pada hari terakhir turnamen, Minggu (7/9/2025) siang waktu setempat atau Senin (8/9/2025) dini hari WIB. Alcaraz ke final setelah mengalahkan ”jago tua”, Novak Djokovic, 6-4, 7-6 (4), 6-2, di semifinal, diikuti Sinner yang menang atas Felix Auger-Aliassime 6-1, 3-6, 6-3, 6-4.

Perebutan gelar juara tunggal putra didahului final tunggal putri, Sabtu (6/9/2025) waktu New York atau Minggu dini hari WIB. Petenis nomor satu dunia yang juga juara bertahan, Aryna Sabalenka, akan melawan Amanda Anisimova.

Berbeda dengan tunggal putri yang mempertemukan Sabalenka sebagai favorit juara dengan Anisimova yang membuat kejutan di antara unggulan lainnya, final Sinner melawan Alcaraz adalah skenario yang paling ideal di tunggal putra. Ini menjadi pertemuan dua petenis terbaik, tak hanya berdasarkan ranking dunia, melainkan juga berdasarkan performa.

Persaingan mereka di Flushing Meadows akan menjadi laga final secara beruntun dalam enam pertemuan terakhir. Pertandingan tersebut menjadi lanjutan final dari dua Grand Slam lain pada 2025, yaitu Perancis Terbuka dan Wimbledon.

Alcaraz menang di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris, Perancis, dalam lima set setelah menggagalkan tiga match point Sinner. Pertandingan yang berlangsung lima jam 29 menit tersebut menjadi persaingan terbaik mereka, setidaknya hingga saat ini.

Petenis Italia Jannik Sinner mengembalikan bola saat melawan petenis Kanada Felix Auger-Aliassime pada babak semifinal AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, AS, Sabtu (6/9/2025) WIB. Sinner menang dengan skor 6-1, 3-6, 6-3, 6-4.

Sebulan kemudian, Sinner membalas di lapangan rumput All England Club, London, Inggris, untuk menggagalkan hattrick juara Alcaraz. Meski Alcaraz kalah lebih cepat, yaitu dalam empat set, laga itu tak kalah menarik dengan diwarnai kemampuan kedua petenis memukul bola dalam posisi sulit.

Dua pertandingan tersebut menjadi bagian dari lima pertemuan di arena Grand Slam yang diawali dengan babak keempat Wimbledon 2022 dan dimenangi Sinner. Setiap pertandingan berlangsung empat atau lima set dengan durasi masing-masing lebih dari tiga jam.

Berselang dua bulan setelah Wimbledon, Sinner dan Alcaraz bertemu lagi di panggung Grand Slam pada fase lebih tinggi, perempat final AS Terbuka. Pertandingan inilah yang kemudian menjadi standar persaingan berikutnya di turnamen Grand Slam yang berlangsung dengan format skor best of five sets.

Alcaraz menang 6-3, 6-7 (7), 6-7 (0), 7-5, 6-3 dalam pertandingan selama lima jam 15 menit. Dengan intensitas tinggi sepanjang laga, pertandingan ini disebut sebagai salah satu yang terbaik di AS Terbuka. Alcaraz melanjutkan langkah hingga menjadi juara yang menjadi gelar pertamanya dari Grand Slam.

Setelah tertinggal dari Alcaraz yang menambah gelar Grand Slam dari Wimbledon 2023, Sinner mendekat ketika menjuarai Australia Terbuka 2024. Sejak persaingan di Melbourne Park pada Januari 2024 itulah, Sinner dan Alcaraz tak tersaingi petenis lain.

Petenis yang saat ini berusia 24 dan 22 tahun tersebut menyalip petenis-petenis terbaik generasi sebelumnya, seperti Daniil Medvedev, Stefanos Tsitsipas, Alexander Zverev, dan Andrey Rublev. Tiga nama terakhir, bahkan, tak juga menjuarai Grand Slam.

Quote

Tiga kekalahan dari empat Grand Slam dialami dari mereka (Sinner dan Alcaraz). Mereka terlalu tangguh dan bermain dalam level tinggi sehingga saya selalu kehabisan tenaga setelah dua set.

Petenis Spanyol Carlos Alcaraz melawan petenis Serbia Novak Djokovic pada pertandingan semifinal AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, AS, Sabtu (6/9/2025) WIB. Alcaraz mengalahkan Djokovic,  6-4, 7-6 (4), 6-2.

Djokovic menurun

Pada 2023, Djokovic masih bisa bersaing dengan Alcaraz dan Sinner. Dia menunjukkannya dengan menjuarai Australia, Perancis, dan AS Terbuka.

Namun, seiring kebugaran fisik yang menurun karena usia, Djokovic kesulitan untuk tetap sejajar dengan Sinner dan Alcaraz. Mereka muncul menggantikan rival berat lain yang telah pensiun, Roger Federer dan Rafael Nadal.

Djokovic masih bisa menembus semifinal pada empat Grand Slam 2025, tetapi tak dapat melewati Sinner atau Alcaraz. Sebelum kalah dari Alcaraz di AS Terbuka, petenis berusia 38 tahun itu dikalahkan Sinner di Perancis Terbuka dan Wimbledon. Adapun di Australia Terbuka, Djokovic kalah dari Zverev, tetapi karena mundur (cedera kaki kiri) sebelum set kedua.

”Tiga kekalahan dari empat Grand Slam dialami dari mereka (Sinner dan Alcaraz). Mereka terlalu tangguh dan bermain dalam level tinggi sehingga saya selalu kehabisan tenaga setelah dua set. Bermain dalam best of five melawan mereka sangat sulit, apalagi saat terjadi pada babak-babak akhir Grand Slam,” kata Djokovic setelah kalah dari Alcaraz.

Djokovic, yang meraih gelar pertama Grand Slam dari Wimbledon 2008 saat Sinner berusia tujuh tahun dan Alcaraz lima tahun, bahkan, mengatakan, dia akan makin kesulitan bersaing dengan keduanya. ”Saya punya kesempatan lebih baik pada pertandingan best of three, tetapi ini bukan berarti saya menyerah di Grand Slam. Saya akan tetap berjuang mencapai final dan menambah trofi juara, tetapi itu akan menjadi tugas yang sangat berat,” kata pemilik 24 gelar juara Grand Slam ini.

Petenis Serbia Novak Djokovic melepas pukulan "forehand" ke arah petenis Spanyol Carlos Alcaraz pada pertandingan semifinal AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, AS, Sabtu (6/9/2025) WIB.  Alcaraz mengalahkan Djokovic,  6-4, 7-6 (4), 6-2.

Persaingan statistik

Bagi Sinner, kemenangan atas Auger-Aliassime mengantarkannya pada final di semua Grand Slam 2025. Petenis Italia ini, bahkan, mencapainya dalam lima Grand Slam beruntun sejak menjuarai AS Terbuka 2024.

Dia menjadi petenis tunggal putra keempat dalam era Terbuka yang mencapai final empat Grand Slam dalam satu musim. Sinner menyamai Rod Laver yang melakukannya pada 1969, Federer (2006, 2007, 2009), dan Djokovic (2015, 2021, 2023).

Sinner pun menyamai pretasi Nadal dan Djokovic yang lolos ke final Grand Slam lima kali berturut-turut. Nadal melakukannya dalam rentang 2011-2012 dan Djokovic pada 2020-2021. Djokovic pernah mencatat hasil lebih baik ketika mencapai final enam kali beruntun pada 2015-2016 dan dia hanya kalah di Perancis Terbuka 2015.

Di atas mereka hanya ada satu petenis dengan catatan lebih baik, yaitu Federer. Dia melangkah ke final delapan kali berturut-turut pada 2008-2010. Sebelum era itu, Federer, bahkan, mencapai sepuluh final beruntun pada 2005-2007. Dari sepuluh final tersebut, ”sang maestro” delapan kali juara dengan dua kekalahan di Perancis Terbuka 2006 dan 2007 dari Nadal.

”Ini musim yang luar biasa bagi saya. Grand Slam adalah turnamen yang sangat penting setiap tahun. Ketika bisa mencapai final, di mana pun, terasa spesial,” kata Sinner yang tiga kali juara dari empat final sebelumnya.

Untuk menyamai Alcaraz yang memiliki lima gelar Grand Slam, Sinner harus mengalahkan rivalnya itu. Dengan bekal 14 pertemuan (Sinner sembilan kali kalah), mereka paham dengan karakter permainan lawan.

Selebrasi petenis Spanyol Carlos Alcaraz setelah mengalahkan petenis Serbia Novak Djokovic pada pertandingan semifinal AS Terbuka di Flushing Meadows, New York, AS, Sabtu (6/9/2025) WIB.

”Rivalitas kami dimulai di sini (AS Terbuka 2022) dalam pertandingan yang luar biasa. Saat ini, kami telah menjadi dua karakter berbeda. Kami pun sudah sering bertemu dan saling mengenal dengan baik. Kita lihat apa yang akan terjadi nanti,” kata Sinner.

Sebelum bertemu di AS Terbuka, mereka sebenarnya menjadi lawan dalam final salah satu turnamen pemanasan, ATP Masters 1000 Cincinnati. Namun, Sinner tak dapat menyelesaikan pertandingan sehingga mundur saat tertinggal 0-5 pada set pertama. Kondisi fisiknya tidak fit sejak sehari sebelum final.

Saat melawan Auger-Alissime di Arthur Ashe, Sinner menjalani perawatan pada bagian perut seusai kehilangan set kedua. Dia merasa sakit saat servis, tetapi kondisinya membaik setelah menjalani perawatan medis di luar lapangan. Kepada penggemarnya, Sinner menegaskan tak ada yang harus dikhawatirkan.

Di saat Sinner akan menjalani final kelima Grand Slam secara berturut-turut, Alcaraz bisa membuat catatan yang belum pernah dilakukan petenis lain. Dia bisa menjadi petenis pertama yang menjuarai tunggal putra di Flushing Meadows tanpa kehilangan set pada era Terbuka.

Petenis Spanyol itu selalu menang tiga set dalam enam babak dan hanya kehilangan 58 gim dalam 18 set. ”Itu sesuai dengan target saya, berusaha konsisten dalam setiap pertandingan, dalam setiap turnamen, dan secara umum sepanjang tahun ini. Saya juga belajar semakin memahami apa yang harus dilakukan di dalam dan luar lapangan,” katanya.

Jika bisa menjalankan tugas sulit, yaitu menang straight sets atas Sinner, Alcaraz akan menyamai prestasi para seniornya. Hanya ada lima tunggal putra yang juara Grand Slam tanpa kehilangan set di turnamen dan era berbeda, yaitu Ken Rosewall, Ilie Nastase, Bjorn Borg, Federer, dan Nadal. Nadal meraihnya di Perancis Terbuka sebanyak empat kali.

US Open Tennis

Selain catatan statistik berbeda yang telah dan akan dicapai, Sinner dan Alcaraz mempunyai pertaruhan yang sama dalam final nanti, yaitu status petenis nomor satu dunia.

Sinner telah berada dalam posisi tersebut selama 65 pekan sejak 10 Juni 2024. Namun, posisi itu bisa digantikan Alcaraz jika Sinner kalah di final.

Alcaraz pernah berada di puncak ranking dunia dengan total 36 pekan dalam pekan berbeda. Momen itu pertama kali dirasakan setelah menjuarai AS Terbuka 2022 yang menjadikannya sebagai petenis nomor satu dunia termuda dalam usia 19 tahun. (AP/AFP)

 

Pertemuan Jannik Sinner-Carlos Alcaraz 5-9

(Grand Slam: 2-3, Final: 2-4)

Babak II ATP Masters 1000 Paris 2021, Alcaraz menang 7-6 (1), 6-5

Babak IV Wimbledon 2022, Sinner menang 6-1, 6-4, 6-7 (8), 6-3

Final ATP 250 Umag 2022, Sinner menang 6-7 (5), 6-1, 6-1

Perempat final AS Terbuka 2022, Alcaraz menang 6-3, 6-7 (7), 6-7 (0), 7-5, 6-3

Semifinal ATP Masters 1000 Indian Wells 2023, Alcaraz menang 7-6 (4), 6-3

Semifinal ATP Masters 1000 Miami 2023, Sinner menang 6-7 (4), 6-4, 6-2

Semifinal ATP 500 Beijing 2023, Sinner menang 7-6 (4), 6-1

Semifinal ATP Masters 1000 Indian Wells 2024, Alcaraz menang 1-6, 6-3, 6-2

Semifinal Perancis Terbuka 2024, Alcaraz menang 2-6, 6-3, 3-6, 6-4, 6-3

Final ATP 500 Beijing 2024, Alcaraz menang 6-7 (4), 6-4, 7-6 (3)

Final ATP Masters 1000 Roma 2025, Alcaraz menang 7-6 (5), 6-1

Final Perancis Terbuka 2025, Alcaraz menang 4-6, 6-7 (4), 6-4, 7-6 (3), 7-6 (2)

Final Wimbledon 2025, Sinner menang 4-6, 6-4, 6-4, 6-4

Final ATP Masters 1000 Cincinnati 2025, Alcaraz menang 5-0 (Sinner mundur)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji