Selamat Berjuang di Arena SEA Games, Indonesia!

Persiapan para atlet Indonesia menuju SEA Games Thailand 2025 tak melulu mulus. Namun, kini semua telah terlewati. Waktunya mereka berjuang sepenuh hati.

09 Des 2025 07:01 WIB · Olahraga

KOMPAS/Hendra A Setyawan

Oleh Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa, dan Fakhri Fadlurrohman dari Bangkok dan Chiang Mai, Thailand

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Upacara di Stadion Nasional Rajamangala, Bangkok, pada 9 Desember secara resmi akan membuka perhelatan SEA Games Thailand 2025. Secara resmi pula, Indonesia akan memulai perjuangannya di pesta olahraga tersebut.

Selama berbulan-bulan, para atlet telah berlatih. Proses mereka tak selalu mulus. Ada efisiensi anggaran pada awal tahun sehingga beberapa pemusatan latihan terdampak dan beberapa atlet dipulangkan. Program latihan dan persiapan yang sudah disiapkan agar persiapan atlet tidak mepet pun terkendala.

Ketika kondisi perlahan stabil dan pelaksanaan SEA Games tinggal tiga bulan lagi, Menteri Pemuda dan Olahraga diganti. Kendati para pengurus cabang olahraga mengklaim tidak terdampak signifikan dari perombakan tersebut, tetap saja perubahan Menteri selalu diikuti perubahan kebijakan.

Sebulan menjelang SEA Games, atlet dan pengurus cabang olahraga masih dibayangi ketidakpastian. Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga masih belum juga menentukan siapa saja atlet dan cabor apa saja yang berangkat ke SEA Games.

Kini, semua itu telah terlewati. Tibalah waktunya para atlet menunjukkan aksinya di lapangan dan berjuang sepenuh hati dan tenaga. Kita berharap arena-arena SEA Games di Thailand selalu memperlihatkan pemandangan bendera Merah Putih berkibar dan mengumandangkan ”Indonesia Raya”. Akhirnya, selamat berjuang, Indonesia!

Ahris Sumariyanto, atlet woodball Indonesia

”Bagi saya, SEA Games ini untuk menyempurnakan prestasi. Meskipun ini debut, tidak ada beban berlebih karena sudah menjalankan proses dengan maksimal, kerja keras, dan tidak lupa berdoa sehingga sekarang Allah yang menentukan hasilnya.  Saya tidak bisa menentukan hasil, tetapi saya bisa fokus pada proses dan bekerja keras. Saya optimistis hasil kerja keras kami akan membuahkan hasil dan kami akan membuktikan bahwa kami memang tim terkuat.”

Atlet woodball Indonesia nomor single stroke putra dan tim stroke putra Ahris Sumariyanto berlatih di King Mai IX Park, Chiang Mai, Thailand, Rabu (3/12/2025). Tim woodball Indonesia mulai melakukan pemusatan latihan di Chiang Mai jelang SEA Games 2025.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Lilies Handayani, pelatih tim panahan Indonesia divisi compound

”Di SEA Games Vietnam 2021 itu, panahan juara umum dengan lima emas, satu emas dari compound. Kami sekarang ingin meningkatkan lagi jadi dua-tiga emas. Kalau misalnya bisa tercapai tiga emas, berarti itu luar biasa. Selama ini recurve yang jadi tulang punggung.”

Pelatih panahan divisi compound Lilies Handayani berpose di kawasan Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/11/2025). Menjelang SEA Games 2025, para atlet panahan menggencarkan latihan mereka. Sebanyak 14 atlet panahan akan diberangkatkan untuk dua divisi yakni divisi compound dan divisi recurve. Olahraga panahan ini kembali dipertandingkan di SEA Games Thailand 2025 setelah absen pada edisi SEA Games Kamboja 2023.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-11-2025

Hendra Basir, pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia

”Kalau bisa bersaing di SEA Games Thailand 2025 dan juga punya catatan prestasi yang stabil, tidak naik-turun, bukan tidak mungkin para pemanjat muda ini juga bisa bersaing untuk tempat di Asian Games. Apalagi, tujuan akhirnya, kan, yang jangka menengah ini adalah Olimpiade Los angeles 2028. Artinya, bisa saja atlet yang main di SEA Games saat ini bisa menembus Olimpiade.”

Pelatih panjat dinding disiplin speed Hendra Basir memantau latihan anak didiknya di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
01-12-2025

Indra Sjafri, pelatih tim sepak bola Indonesia U-22

”Tentu suatu kebanggaan (sebagai juara bertahan) bagi kita di Asia Tenggara bahwa sepak bola kita lebih baik dari yang sebelumnya. Bagi kami, tim yang berkembang tentu akan menambah kepercayaan diri. Kami yakin, terutama di fase grup, tim akan memberikan yang terbaik. Apakah menjadi beban? Kami tekankan ini tim baru. Ini semangat baru. Dan ini kesempatan baru. Jadi, tidak akan menjadi beban bagi kami.”

Pelatih tim sepak bola Indonesia U-22 Indra Sjafri memimpin latihan di Stadion Universitas Teknologi Rajamangala, Chiang Mai, Thailand, Minggu (7/12/2025). Menjelang pertandingan perdana di SEA Games 2025, para atlet memantapkan diri dalam sesi latihan. Indonesia U-22 akan melawan Filipina pada fase grup C SEA Games 2025. Sebelumnya Filipina U-22 menang atas Myanmar dengan skor 2-0 pada laga perdana fase grup C SEA Games 2025. Laga ini menjadi awal para pemain asuhan Indra Sjafri mempertahankan status juara umum SEA Games.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
07-12-2025

Alyamaulida Kartika Pertiwi, lifter putri Indonesia

”Enggak terbayang tahun ini bisa ikut banyak kompetisi. Memang sudah menargetkan, tapi enggak kepikiran akan 2025 semua. SEA Games Thailand 2025 istimewa karena ini, kan, pertama kali ikut kejuaraan bareng atlet senior, yang juga atlet Olimpiade. Tetep ada deg-degannya juga karena persaingan masih belum bisa benar-benar dilihat. Jadi, aku akan fokus ke angkatan sendiri. Kalau menampilkan yang terbaik, aku percaya medali akan mengikuti.”

Lifter putri kelas 77 kilogram Alyamaulida Kartika Pertiwi berlatih angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (28/11/2025). Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) memberangkatkan 12 lifter dari berbagai kelas untuk bertanding di SEA Games 2025. Para lifter yang akan bertanding pun melakukan persiapan untuk memberikan penampilan terbaiknya saat SEA Games di Thailand nanti.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
28-11-2025

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa, dan Fakhri Fadlurrohman dari Bangkok dan Chiang Mai, Thailand
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase