Kompas.id Brief

Undian Liga Champions, Siapa Untung, Siapa Buntung?

Undian babak 16 besar Liga Champions menghadirkan pertarungan seru. Liverpool jumpa PSG, sedangkan Real Madrid melawan rival sekota, Atletico.

22 Feb 2025 17:00 WIB · Olahraga

Oleh Tim Kompas

Apa yang bisa dipelajari dari artikel berikut ini?

  1. Mengapa Liverpool menjadi tim paling ”dirugikan” dalam undian Liga Champions?
  2. Mengapa Liga Champions kali ini menjadi hari kelabu bagi sepak bola Italia?
  3. Mengapa Real Madrid menjadi tim paling berbahaya di Eropa?
  4. Siapa berpeluang terus melaju?

Mengapa Liverpool menjadi tim paling ”dirugikan” dalam undian Liga Champions?

copy title

Liverpool menjadi pemuncak klasemen fase liga dengan rekor tujuh kemenangan dan satu kali kalah. Bersama tujuh tim lain, mereka langsung lolos ke babak 16 besar.

Akan tetapi, karena format baru Liga Champions kali ini, banyak tim besar yang harus berjuang dari babak playoff, memungkinkan mereka bertemu terlalu dini. Hal itulah yang terjadi.

Manchester City harus langsung gugur di playoff disingkirkan Real Madrid. Kemudian, dalam undian babak 16 besar, pertemuan tim-tim besar juga kembali terjadi.

Liverpool harus langsung berjumpa dengan PSG, sedangkan Real Madrid menjalani derbi melawan rival sekota, Atletico Madrid. Tim-tim ini bisa dibilang paling dirugikan dari hasil undian yang berlangsung pada Jumat (21/2/2025).

Barcelona bisa dikatakan beruntung sebagai tim yang menduduki peringkat kedua klasemen fase liga. Mereka berpeluang bertemu PSG, tetapi hasil undian memastikan mereka bertemu klub Portugal, Benfica, yang di atas kertas lebih mudah dibandingkan dengan PSG.

Tim-tim papan bawah termasuk yang diuntungkan karena mereka terhindar dari pertemuan dengan tim besar. Aston Villa dan Club Brugge bisa dibilang masuk kategori ini. Dengan saling bertemu, mereka terhindar dari pertemuan dengan tim besar.

Mengapa Liga Champions kali ini menjadi musim kelabu bagi sepak bola Italia?

copy title

Hanya satu klub Italia yang lolos langsung ke babak 16 besar dari empat wakil di fase liga, yaitu Inter Milan. Sisanya, AC Milan, Atalanta, dan Juventus, harus berjuang lewat playoff.

Dalam undian playoff, mereka bisa dibilang beruntung bertemu lawan yang di atas kertas bisa mereka atasi. Nyatanya, ketiga tim Italia itu justru tersungkur.

Padahal, Milan dan Juventus memiliki sejarah mentereng di Liga Champions, sedangkan Atalanta juga memiliki prestasi bagus di Eropa setelah berhasil menjadi juara Liga Europa. Namun, ketiganya gagal mempertahankan martabat sepak bola Italia setelah dikalahkan lawan-lawan mereka.

Mengapa Real Madrid menjadi tim paling berbahaya di Eropa?

copy title

Usaha Real Madrid untuk mempertahankan gelar Liga Champions musim ini tidak berjalan dengan mulus. Pasukan Carlo Ancelotti harus berjuang hingga pertandingan terakhir untuk sekadar melaju ke babak playoff. Mereka gagal lolos langsung ke babak 16 besar setelah hanya menempati peringkat 11 fase liga.

Meski demikian, meremehkan Madrid sama saja dengan bunuh diri. Di kompetisi terbesar antarklub Eropa ini, Madrid adalah rajanya. Itu dibuktikan dengan dominasi mereka di ajang kontinen, dengan torehan 15 trofi, jauh melebihi capaian tim-tim besar Eropa lainnya.

Keberhasilan menyingkirkan Manchester City pada laga playoff menjadi peringatan bagi tim-tim lainnya. Tidak ada tim yang mau bertemu Madrid pada babak 16 besar atau babak-babak berikutnya.

Jika mampu melewati rival sekota pada babak 16 besar, Real Madrid akan menjadi ancaman bagi tim-tim lain di babak berikutnya. Bahkan, akan banyak yang menjagokan mereka akan kembali menjadi juara musim ini.

Siapa berpeluang terus melaju?

copy title

Dengan banyaknya kejutan pada Liga Champions musim ini, sulit memprediksi siapa tim yang bakal melaju ke babak perempat final. Namun, performa klub-klub itu akhir-akhir ini di kompetisi domestik bisa menjadi salah satu petunjuk.

Barcelona memiliki peluang terbuka untuk mengatasi Benfica yang di atas kertas kemampuannya di bawah mereka. Lamine Yamal dan kawan-kawan juga tengah dalam performa menanjak di La Liga setelah mampu menggusur Real Madrid dari puncak klasemen.

Sebaliknya, Liverpool yang sepertinya sulit dihentikan justru mulai melambat. Mereka kehilangan empat poin dari tiga laga terakhir sehingga keunggulan sembilan poin di puncak klasemen dari Arsenal berpotensi terpangkas menjadi lima poin setelah laga akhir pekan ini.

Sebaliknya, PSG yang menjadi lawan Liverpool meski sempat terseok di fase liga menunjukkan ketajaman saat mengatasi Brest di playoff dengan agregat telak, 10-0. Di Liga Perancis, PSG juga tidak tertandingi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Kompas
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra