Alexander-Arnold merupakan pemain unik. Nyaris tidak ada bek sayap seperti itu. Keunikan itu membuat Liverpool akan sulit menemukan pengganti yang sepadan.
29 Mar 2025 07:44 WIB · Olahraga
Problematika kontrak bek sayap Trent Alexander-Arnold di Liverpool bisa diibaratkan seperti bom waktu. Semua orang di klub sudah menyadari waktu akan segera habis dan bom akan meledak, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Satu-satunya yang bisa menjinakkan bom hanya Alexander-Arnold.
Alexander-Arnold agaknya tidak masalah membiarkan waktu habis. Ledakan yang dibuatnya dengan pindah klub mungkin bisa melenyapkan memori indah dan hubungan baik dengan para pendukung “Si Merah”. Akan tetapi, semua risiko itu rela diambil demi mimpi bermain untuk Real Madrid.
Waktu akan segera menjawab, apakah Alexander-Arnold akan meninggalkan klub yang sudah dibela sejak usia enam tahun? Terlepas dari itu, Liverpool harus mulai menyiapkan rencana transfer untuk mencari potensi pengganti pemain tim nasional Inggris tersebut.
Sebelum menemukan pemain yang cocok, ada tanda tanya yang harus dijawab lebih dulu. Seberapa berpengaruh bek 26 tahun itu untuk Liverpool? Sebab, banyak penggemar yang tidak terlalu keberatan dengan kepergiannnya. Dia sering dianggap beban tim saat bertahan.
Contohnya pada 23 Februari 2025, saat Liverpool bertemu Manchester City. Alexander-Arnold kelimpungan menghadapi pergerakan eksplosif penyerang sayap Jeremy Doku. Dia dilewati sebanyak 12 kali oleh Doku. Duel teramat kontras itu menjadi sorotan walaupun Liverpool keluar sebagai pemenang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/20/f8e983599938626301bd92ec404a7648-wires_photo_2025_02_20T111550.543.jpg)
Statistik itu tidak terlalu penting. Saya sudah sering menyampaikan, termasuk ketika melawan City, dia memang kalah duel berkali-kali tetapi tidak membuat kami kecolongan banyak peluang.
Fakta diperkuat dengan data dari BBC Sport. Di Liga Inggris musim ini, tidak ada satu pun bek sayap yang dilewati lawan lebih banyak daripada Alexander-Arnold (53). Dia hanya memenangi duel sebanyak 46,6 persen atau terendah kedua di antara bek sayap lain.
Namun, pikir saja dengan logika, mengapa pelatih hebat seperti Juergen Klopp ataupun Arne Slot tetap mengandalkannya jika lebih banyak mudarat. Slot bahkan membela Alexander-Arnold saat dijadikan ”kambing hitam” kekalahan versus Paris Saint-Germain di Liga Champions.
”Statistik itu tidak terlalu penting. Saya sudah sering menyampaikan, termasuk ketika melawan City, dia memang kalah duel berkali-kali tetapi tidak membuat kami kecolongan banyak peluang. Dia mengalami kesulitan, tetapi secara keseluruhan bertahan dengan baik,” kata Slot.
Kualitas bertahan Alexander-Arnold memang selalu dipertanyakan, tetapi jangan meragukan pengaruhnya dalam serangan. Tidak ada bek di dunia yang bisa menandinginya dalam kreativitas, pengambilan keputusan, dan kualitas umpan. Dia hanya satu dari satu.
Sejak musim 2017-2018. Alexander-Arnold tercatat sebagai pemain bertahan dengan asis, kreasi peluang, umpan silang, dan umpan ke kotak penalti terbanyak di lima liga terbesar Eropa. Catatan itu cukup untuk membuktikan pemain kelahiran Kota Liverpool memang sangat spesial.
Klopp sudah menyadari keistimewaan itu sejak sang pemain masih di akademi hingga diberikan kesempatan debut pada usia 18 tahun. ”Dia adalah pemain yang fantastis sejak hari pertama. Talenta luar biasa yang sudah berubah menjadi pemain kelas dunia,” katanya pada April 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/05/15/52c2889f-e12e-4db4-be03-3e454c1ce214.jpg)
Ada beberapa nama yang berpotensi menjadi suksesor. Salah satu dan paling dekat adalah Conor Bradley, pelapis Alexander-Arnold di Liverpool. Bradley sudah diberikan kesempatan tampil 22 kali pada musim ini walaupun hanya sembilan kali menjadi starter.
Bradley selalu mampu memberikan energi di sisi sayap, terutama dalam bertahan dan berlari menyisir pinggir lapangan. Dia masih bisa berkembang dengan usia baru 21 tahun. Pelatih Kepala Irlandia Utara Michael O’Neill sangat percaya dengan potensinya sampai memberikan jabatan kapten tim.
”Kami punya pemain muda yang sangat spesial. Sikap (Bradley) dalam permainan mungkin adalah atribut terbesarnya. Dia murni mencintai permainan ini. Dia selalu berlatih semaksimal mungkin,” kata O’Neil seperti dikutip The Analyst.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/29/a77b94da-f83f-44ea-94fd-42a9d528eb38_jpg.jpg)
Masalahnya, tipe bermain Bradley sangat berbeda dengan Alexander-Arnold. Bradley mengandalkan pergerakan tanpa bola, saat Alexander-Arnold mengatur tempo dan memecah tekanan dengan bola. Riwayat cedera Bradley yang total absen 47 laga dalam dua musim terakhir juga patut dikhawatirkan.
Jika Slot ingin mengubah peran bek sayap yang akan berpengaruh ke sistem keseluruhan, lebih baik mengambil pemain bintang sekaligus. Bek sayap Bayer Leverkusen, Jeremie Frimpong, belakangan diincar banyak klub besar setelah berkembang signifikan di bawah pelatih Xabi Alonso.
Atribut paling mewah dari Frimpong adalah kecepatan dan dribel. Di Leverkusen, dia punya kebebasan maju sebagai pemain sayap dalam formasi 3-5-2. Berbeda lagi di timnas Belanda, Frimpong mulai dipercaya menjadi penyerang sayap dalam formasi 4-2-3-1.
Walaupun gaya main berbeda, kontribusi produk akhir Frimpong mirip dengan Alexander-Arnold. Frimpong menciptakan peluang rerata 1,3 kali per 90 menit dari permainan terbuka. Hanya kalah tipis dari Alexander-Arnold (1,4). Adapun keduanya sama-sama menyumbang enam asis di liga domestik.
Kebetulan harga pemain 24 tahun itu masih masuk akal. Dia dikabarkan punya klausul pelepasan sebesar 34 juta poundsterling. Harga akan sangat berpengaruh untuk Liverpool sebab mereka berpotensi terpaksa melepas Alexander-Arnold tanpa bayaran sepeser pun.
Analisis Opta memberikan perspektif berbeda. Pemain yang paling cocok menjadi suksesor adalah bek sayap Tottenham Hotspur, Pedro Porro. Statistik Porro dalam berbagai aspek serangan dan bertahan pada musim 2023-2024 mencapai angka kemiripan 86 persen dengan Alexander-Arnold (2024-2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/11/99cc44ab-5822-41f9-91af-103c13b2e3ca_jpg.jpg)
Khusus bek sayap kanan, Porro (44) menempati urutan kedua sebagai pencipta peluang terbanyak di Liga Inggris setelah Alexander-Arnold (51). Bedanya mayoritas kreasi Porro datang dari umpan silang. Dia tidak banyak melakukan umpan-umpan panjang seperti sang bintang ”Si Merah”.
Problem terbesar mendatangkan pemain timnas Spanyol itu terletak di negosiasi. Spurs yang berambisi naik ke papan atas pada musim depan belum tentu ingin melepas sang bek ke tim rival. Adapun pemilik Spurs, Daniel Levy, merupakan sosok yang ambisius.
Tentu tidak akan bisa mencari pengganti 100 persen sama dengan Alexander-Arnold. Liverpool hanya perlu menatap realitas dan sedikit berharap. Bisa jadi, pemain baru nanti lebih bisa membawa stabilitas. Tidak perlu lagi bantuan pemain lain untuk menutup lubang di sisi kanan pertahanan. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari