Proliga 2026 sempat terancam tidak lagi menarik dan kompetitif karena jumlah peserta makin berkurang. PP PBVSI bersiasat dengan mengubah format kompetisi.
04 Jan 2026 15:20 WIB · Olahraga
KOMPAS
Kurang dari sepekan, Proliga musim 2026 akan digelar. Di tengah ancaman persaingan yang tidak lagi menarik dan kompetitif, kompetisi bola voli kasta tertinggi di Indonesia ini mencoba bersiasat dengan mengubah format grand final. Selain itu, Proliga juga memperpendek jarak jeda babak reguler dan final four.
Tirai persaingan Proliga 2026 akan dibuka pada 8 Januari. Duel antara peringkat kedua sektor putri pada Proliga 2025, Jakarta Popsivo Polwan, dan tim debutan, Medan Falcons di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak, Kalimantan Barat, akan mengawali kompetisi musim ke-25 ini. Popsivo dan Falcons menjadi bagian dari tujuh tim putri dan lima tim putra peserta Proliga 2026.
Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia Imam Sudjarwo mengatakan, Proliga 2026 akan menyajikan pertandingan hingga 98 laga. Musim lalu, Proliga menggelar 90 laga.
Selain itu, Medan dan Bogor pun akan menjadi lokasi baru perhelatan kompetisi tersebut untuk melengkapi Pontianak, Bandung, Gresik, Malang, Bojonegoro, Surabaya, Surakarta, Semarang, dan Yogyakarta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/30/1c4380dbae1094886533f65b8eeb32a7-20250512DRA01.jpg)
”Proliga 2026 akan semakin berkualitas dari segi permainan dan pastinya juga lebih menarik,” kata Imam opimistis.
Optimisme Imam terhadap Proliga 2026 bersandar pada siasat yang PP PBVSI coba lakukan, yakni mengubah sedikit format kompetisi. Jika biasanya laga perebutan tempat ketiga dan partai puncak hanya digelar dalam satu pertandingan, kini format yang dipakai adalah best of three.
Dengan format itu, tim yang lebih dulu meraih dua kemenangan, berhak meraih gelar juara atau peringkat ketiga. Jika tim saling berbagi kemenangan pada dua pertandingan pertama, pemenang ditentukan lewat laga ketiga.
Kami sengaja menggelar selama bulan Ramadhan agar jeda pertandingan reguler ke babak ”final four” tidak terlampau jauh dengan jarak hanya tiga pekan.
Selain itu, Ketua Panitia Proliga Hanny S Surkatty menyebutkan, siasat lain yang diterapkan adalah memperpendek jeda antara babak reguler dan final four. Musim lalu, jeda antara kedua babak itu hampir dua bulan karena tidak ada pertandingan selama Ramadhan dan Idul Fitri. Jeda terlalu lama ini dinilai mengurangi intensitas dan ritme permainan karena para pemain telanjur jenuh.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/29/88ed5c3c-ff65-40a0-8c2f-d41f6a0d6556_jpeg.jpg)
Awalnya, Proliga 2026 direncanakan untuk digelar September-November agar tidak ada jeda kompetisi untuk Ramadhan dan Idul Fitri. Namun, Proliga akhirnya tetap digelar pada periode yang sama seperti musim lalu. Perbedaannya adalah pada ”tradisi” libur saat Ramadhan dan Idul Fitri.
”Pertandingan pada bulan Ramadhan akan kami gelar satu laga setiap mulai pukul 20.30 malam WIB. Kami sengaja menggelar selama bulan Ramadhan agar jeda pertandingan reguler ke babak final four tidak terlampau jauh dengan jarak hanya tiga pekan,” ujar Hanny.
Babak reguler akan dibuka di Pontianak (8–11 Januari 2026), Medan (15–18 Januari 2026), Bandung (22–25 Januari 2026), Gresik (29 Januari–1 Februari 2026) yang menjadi penghubung babak reguler putaran pertama dan kedua. Setelah itu berlanjut ke Malang (5–8 Februari 2026), Bojonegoro (12–15 Februari 2026), dan Bogor (19 Februari–1 Maret 2026).
Adapun babak final four akan tersaji di Surabaya (3–5 April 2026), Surakarta (10–12 April 2026), dan Semarang (16–19 April 2026). Sementara itu, grand final dihelat di Yogyakarta (21–26 April 2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/10/682e6cfe-4d28-4f69-976b-e9b5ba64b27d_jpg.jpg)
Meski begitu, siasat itu sebenarnya masih belum menyentuh problem mendasar, yakni minimnya peserta. Jumlah peserta yang setiap tahun menyusut membuat kompetisi terancam tidak lagi menarik dan kompetitif. Ancaman ini mengintai Proliga 2026.
Apalagi, pengunduran diri Palembang Bank SumselBabel dari Proliga membuat peserta kategori putra awalnya hanya tersisa empat tim. Keempat tim ini adalah juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi, peringkat kedua Jakarta Lavani, peringkat ketiga Surabaya Samator, dan klub yang berisikan pemain tim U-21 Indonesia, Jakarta Garuda Jaya.
Jika hanya empat tim, Proliga 2026 akan menjadi musim dengan jumlah peserta kategori putra terminim sepanjang sejarah kompetisi tersebut. Semua peserta pun otomatis melaju ke babak final four sehingga pertarungan babak reguler akan kurang menantang.
Kehadiran Medan Falcons Bhagasasi lantas ”menyelamatkan” Proliga dari kemungkinan tersebut. Meskipun begitu, dengan lima tim pada musim 2025 saja, kompetisi tidak terlalu kompetitif.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/11/69e37c12-0171-45e5-8283-57a55cbd160c_jpg.jpg)
Lima tim peserta membuat kompetisi babak reguler menjadi tidak terlalu ketat. Sebab, tim yang berharap masuk final four hanya perlu mencuri minimal dua kemenangan agar bisa mengamankan tiket ke babak tersebut.
Di sisi lain, jumlah peserta Proliga 2025 sebanyak total 12 tim ini menyamai musim lalu serta lebih sedikit dari tiga dan empat musim sebelumnya. Pada Proliga 2024 dan 2023, jumlah peserta menyentuh 14 tim.
Secara jumlah keseluruhan, total peserta Proliga dua musim ini meningkat ketimbang tiga musim sebelumnya. Saat itu, Proliga konsisten hanya diikuti 11 peserta dengan enam tim putra dan lima tim putri.
Jumlah peserta pada Proliga 2024 sektor putra dan putri berimbang dengan masing-masing tujuh tim. Adapun pada Proliga 2023, jumlah tim putra lebih banyak dengan mencapai delapan peserta. Ini menyamai musim perdana Proliga pada 2002.
Pada musim perdana itu, total peserta bahkan menyentuh 16 tim, masing-masing delapan tim pada sektor putra dan putri. Namun, dari tahun ke tahun, peserta bukannya bertambah banyak, melainkan menyusut.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/03/05/2adbe09e-66a4-4c57-b1e5-a05b3ccf03b5.jpg)
Imam mengamini jumlah peserta yang minim merupakan problem utama Proliga. Menurut dia, penyebab peserta Proliga yang terus menyusut itu tak lepas dari perubahan manajemen di sejumlah perusahaan pemilik klub dan tingginya biaya operasional kompetisi.
PP PBVSI berencana mengatasi masalah ini dengan mengatur mekanisme transfer pemain dan mengatur batas gaji, baik pemain lokal maupun asing. Meski begitu, aturan ini masih digodok dan kemungkinan baru akan diterapkan pada 2027.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase