Sinyal Era Dominasi Baru Napoli di Italia

Napoli pernah berjaya berkat megabintang di lapangan, Diego Maradona. Kini, era keemasan Napoli dibawa Antonio Conte, juru taktik.

23 Des 2025 14:47 WIB · Olahraga

AP

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

RIYADH, SELASA — Napoli menutup tahun 2025 dengan pesta juara Piala Super Italia di Riyadh, Arab Saudi. Prestasi gelar ganda domestik bersama Antonio Conte menjadi sinyal lahirnya era dominasi ”Si Keledai Kecil” di Italia.

Tahun 2025 merupakan salah satu tahun terbaik dalam sejarah Napoli. Untuk pertama kali, mereka mampu mengawinkan trofi Liga Italia dengan Piala Super Italia, yang menjadi turnamen untuk mengukuhkan kampiun sesungguhnya Italia dalam satu tahun kalender.

Napoli meraih gelar Piala Super Italia ketiga setelah 1991 dan 2015. Namun, trofi tahun ini yang pertama mereka dapatkan bersama scudetto.

Capaian itu pun tidak bisa mereka dapatkan selama masih dipimpin Diego Maradona, legenda Napoli, yang memberikan dua trofi Liga Italia. Setelah dua tahun lalu, Napoli juga gagal meraih Piala Super Italia meski berstatus sebagai peraih scudetto.

Keberhasilan itu tak ayal membangunkan asa bagi Napoli untuk mengekalkan dominasi di Italia. Mereka memiliki kesempatan untuk mempertahankan gelar Liga Italia pada musim 2025-2026.

Sebelum menuju ke Riyadh, Napoli bercokol di peringkat ketiga Liga Italia. Si Keledai Kecil hanya berselisih dua poin dengan pemuncak klasemen, Inter Milan.

Selain itu, Napoli juga sudah melaju ke perempat final Piala Italia (Coppa Italia). Mereka tinggal menunggu penantang yang beradal dari pemenang duel antara Fiorentina kontra Como.

Selebrasi pemain Napoli saat berakhirnya pertandingan final Piala Italia antara Napoli dan Bologna di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (23/12/2025). Napoli mengalahkan Bologna, 2-0
Quote

Kami sangat senang karena sejak era Maradona kami bisa memenangi dua trofi dalam satu tahun kalender, jadi ini sangat penting bagi kami. Saya katakan kepada suporter untuk tidak ragu bermimpi untuk Napoli.

Seusai menaklukkan Bologna 2-0 di Stadion Al-Awwal Park, Selasa (23/12/2025), Conte semringah dengan memeluk satu per satu pemainnya. Conte patut bangga karena itu adalah trofi Piala Super Italia keduanya sebagai juru taktik. Gelar pertama dalam turnamen itu dipersembahkannya untuk Juventus pada 2014.

Napoli meraih dua kemenangan dengan meyakinkan. Sebelum Bologna di final, mereka menyingkirkan AC Milan dengan skor serupa. Dalam dua laga berintensitas tinggi dan penuh gengsi itu, Napoli tak kemasukan sehingga Conte kian puas dengan performa anak asuhannya.

”Anak-anak pantas mendapatkan apresiasi karena menjalani turnamen gemilang kontra Bologna dan AC Milan,” kata Conte kepada Mediaset.

Ia menambahkan, ”Mereka menunjukkan betapa besarnya ambisi untuk meraih gelar juara dan memberikan perayaan Natal istimewa untuk pendukung. Keberhasilan ini kian membuktikan besarnya rasa lapar kami.”

Presiden Napoli Aurelio de Laurentiis semakin mengagumi tangan dingin Conte. Menurut dia, Conte telah menghadirkan kembali masa terbaik Napoli setelah era Maradona.

”Kami sangat senang karena sejak era Maradona kami bisa memenangi dua trofi dalam satu tahun kalender, jadi ini sangat penting bagi kami. Saya katakan kepada suporter untuk tidak ragu bermimpi untuk Napoli,” ujar De Lauretiis dilansir La Gazzetta dello Sport.

Pelatih Napoli Antonio Conte memegang trofi setelah pertandingan final Piala Italia antara Napoli dan Bologna di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (23/12/2025). Napoli menjuarai Piala Italia setelah mengalahkan Bologna, 2-0.

Skuad seadanya

Tidak hanya memoles mental pemenang timnya, Conte terbukti mampu membantu setiap pemainnya mengeluarkan kemampuan terbaik. Napoli menuju Riyadh dengan kekuatan seadanya.

Kedalaman skuad amat terbatas karena sejumlah pemain utama, seperti Kevin De Bruyne, Frank Anguissa, Billy Gilmour, dan Alex Meret, belum sembuh dari cedera. Penyerang Romelu Lukaku sudah masuk daftar susunan pemain, tetapi belum cukup fit untuk bermain.

Taktik 3-4-2-1 yang menjadi favorit Conte semenjak tumbang dari Bologna, 2 November lalu, di Liga Italia memberikan tuah. Lewat formasi itu, Conte telah membawa Napoli mengalahkan Atalanta, AS Roma, Juventus, AC Milan, dan mewujudkan balas dendam untuk Bologna.

Berbeda dengan taktik 4-3-3 yang menjadi andalan pada awal musim ini, Conte menekankan keunggulan kuantitas pemain di sektor tengah lapangan serta memberikan kebebasan kepada dua gelandang serang, yang murninya berposisi sebagai penyerang sayap, yaitu David Neres dan Eljif Elmas.

Pergerakan cair juga disematkan kepada penyerang tengah Rasmus Hojlund. Sistem permainan yang fleksibel itu terbukti mampu menghadirkan keahlian individu sejumlah pemain.

Bek Napoli Giovanni Di Lorenzo mengangkat trofi di podium setelah pertandingan final Piala Italia antara Napoli dan Bologna di Stadion Al-Awwal Park, Riyadh, Arab Saudi, Selasa (23/12/2025). Napoli mengalahkan Bologna dengan skor 2-0.

Neres, misalnya, mencetak dua gol kemenangan atas Bologna pada menit ke-38 dan ke-57. Gol itu menampilkan aksi individunya yang brilian untuk mengecoh pemain bertahan lawan.

Satu gol juga diciptakan pemain asal Brasil itu ketika menyingkirkan Milan. Peran Neres sudah sulit tergantikan di Napoli. Performanya dilengkapi catatan enam gol dan empat asis.

”Tugas utama kami sebagai pelatih adalah membantu pemain memahami perannya dalam permainan dan membuat mereka semakin kuat. Saya merasa semua pemain saya telah mengalami peningkatan dalam pemahaman taktik dan pergerakan, juga mental,” tutur Conte.

Neres menuturkan, gelar dari Piala Super Italia membantu skuad Napoli untuk semakin fokus menghadapi sisa musim ini. Mereka percaya diri bisa bersaing di tiga kompetisi, yaitu Liga Italia, Coppa Italia, dan Liga Champions.

”Kemenangan selalu membawa kepercayaan diri lebih tinggi, terutama dengan memenangi turnamen. Kami memiliki waktu sedikit untuk istirahat sebelum kembali fokus di laga selanjutnya,” kata Neres.

Adapun Mateo Politano, gelandang sayap Napoli, menyebut semua pemain memiliki keyakinan besar kepada Conte. Trofi Liga Italia dan Piala Super Italia membuktikan bahwa Conte telah membawa Napoli ke jalur yang tepat untuk konsisten meraih gelar juara.

Saudi Italy Soccer Super Cup

”Pelatih adalah pemimpin kami dan kami mengikutinya sampai mati,” ucap Politano mengungkapkan betapa besarnya kepercayaan skuad Napoli kepada Conte. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji