Dalam tiga pertemuan terakhir di Stadion Vallecas, Real Madrid selalu gagal mengalahkan Rayo Vallecano. Xabi Alonso diharapkan sanggup menghalau mimpi buruk itu.
08 Nov 2025 16:20 WIB · Olahraga
AP
MADRID, SABTU – Lini waktu kiprah Real Madrid setiap kali bertandang ke markas Rayo Vallecano, Stadion Vallecas, ibarat spiral yang terus berputar di tempat sama. Real senantiasa kesulitan memetik poin penuh setiap kali bertanding di sana. Berbekal tangan dingin Pelatih Xabi Alonso, Real bertekad menyudahi mimpi buruk tersebut saat menantang Rayo, Minggu (9/11/2025) pukul 22.15 WIB.
Pertandingan melawan Rayo berlangsung dalam situasi yang kurang ideal bagi Real. Kekalahan dari Liverpool di Liga Champions Eropa menjadi modal buruk jelang melawat ke Stadion Vallecas. Padahal, Real setidaknya butuh hasil bagus untuk meningkatkan moral para pemain jelang melawat ke sana.
Stadion di pinggiran kota Madrid itu amat kurang ramah untuk Real. ”Los Blancos” terakhir kali meraih kemenangan di sana pada musim 2021-2022, itu pun dengan skor tipis 1-0. Dalam tiga pertemuan berikutnya di Vallecas, Real takluk 2-3, lalu maksimal hanya mampu dua kali memetik hasil imbang.
Kekalahan (dari Liverpool) ini tidak boleh memutus tren positif yang sudah kami bangun. Kami akan menghadapi pertandingan berat di laga berikutnya di Vallecas dan kami sepenuhnya fokus untuk menang di sana.
Di saat Real pulang dengan tangan hampa seusai lawatan ke Liverpool, situasi sebaliknya dialami Rayo. Tim arahan Pelatih Inigo Perez itu sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah berhasil menumbangkan wakil Polandia, Lech Poznan, dalam lanjutan Liga Konferensi Eropa. Kemenangan itu diraih Rayo dengan amat dramatis setelah tertinggal dua gol di babak pertama, lalu mampu membalas tiga gol pada babak kedua.
Hasil itu menyiratkan Rayo sebagai tim yang sangat gigih sepanjang 90 menit. Performa mereka musim ini pun tergolong cukup baik dengan masuk peringkat 10 besar Liga Spanyol hingga pekan ke-12. Jika tidak waspada, bukan hal yang mustahil Real akan kembali terjebak dalam pusaran spiral yang berulang tiap kali menantang Rayo di Vallecas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/08/31006f22df9f4bd14c683c658752dce3-Spain_Soccer_La_Liga_133774625.jpg)
”Kekalahan (dari Liverpool) ini tidak boleh memutus tren positif yang sudah kami bangun. Kami akan menghadapi pertandingan berat di laga berikutnya di Vallecas dan kami sepenuhnya fokus untuk menang di sana,” ujar bek kiri Real, Alvaro Carreras, dikutip dari Diario AS.
Saat menghadapi Liverpool, Real bermain menekan dengan garis pertahanan tinggi. Pendekatan itu perlu diterapkan dengan sangat hati-hati ketika melawan Rayo. Pasalnya, Rayo merupakan tim Liga Spanyol dengan rerata akurasi umpan panjang terbanyak, yaitu mencapai 28,6 umpan panjang akurat per laga.
Tim yang punya akurasi umpan panjang akurat seperti Rayo akan sangat merepotkan lawan yang bermain menekan dengan garis pertahanan tinggi. Barcelona, tim dengan ciri khas garis pertahanan tinggi, sudah membuktikannya dengan hanya berhasil membawa pulang satu poin dari markas Rayo pada September silam.
Selain itu, Rayo juga amat kuat dalam aspek mengintersep atau memotong jalur umpan bola lawan. ”Los Franjirrojos” menempati peringkat kedua dalam hal total intersep terbanyak, yakni 96 kali.
Melihat catatan statistik itu, pantaslah gelandang Real, Arda Guler, merasa target memutus mimpi buruk di Vallecas tidak akan mudah diwujudkan. ”Kami memperkirakan ini akan jadi pertandingan yang sulit. Namun, kami harus siap menghadapi skenario apa pun. Kami ingin menang dan memasuki jeda internasional dengan tiga poin tambahan,” tutur Guler.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/08/bfc019fc009613225f4375cd2dff3593-Spain_Soccer_La_Liga_133772259.jpg)
Satu kelemahan Real yang juga masih terus diperbaiki Alonso adalah kerentanan dalam mengantisipasi eksekusi bola mati. Kekurangan itu kembali terkuak saat kalah dari Liverpool akibat gol sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan eksekusi bola mati. Gol Mac Allister membuat Real total sudah lima kali kebobolan dari skema bola mati musim ini.
”Kami paling sering kebobolan lewat bola mati. Saya rasa itu seharusnya bisa dihindari. Mereka (Liverpool) sangat menekan kami,” kata Alonso.
Sebelumnya, Real juga merugi akibat gagal mengantisipasi bola mati lawan. Ketika kalah telak 2-5 dari Atletico Madrid, Real kebobolan dua gol sundulan pada babak pertama. Kecenderungan Real kebobolan gol dari eksekusi bola mati sudah mulai mengkhawatirkan lantaran terus memberi kerugian pada laga-laga besar.
Kebobolan banyak gol dari bola mati terasa cukup aneh mengingat Real punya Sebas Parrilla, asisten Alonso sejak di Bayer Leverkusen, yang piawai memoles tim untuk kuat dalam situasi bola mati.
Sejauh ini Parrilla belum mampu mengulangi kehebatan itu di Real. Menyadari kelemahan itu, Real mendatangkan staf spesialis bola mati dari Leganes, Jesus Rueda. Namun, Rueda juga belum sanggup menambal kelemahan itu.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul