Tidak ada kemenangan yang diraih tiga duta Inggris pada laga pertama babak 16 besar Liga Champions.
11 Mar 2026 08:07 WIB · Olahraga
AFP/JAVIER SORIANO
MADRID, RABU — Sudah jatuh tertimpa tangga. Itu peribahasa yang layak menggambarkan situasi Tottenham Hotspur saat ini. Terancam degradasi di Premier League, mereka juga mempermalukan wajah Inggris di Liga Champions. Kekalahan 2-5 dari Atletico Madrid pada gim pertama babak 16 besar, Rabu (11/3/2026) WIB, di Stadion Civitas Metropolitano, Madrid, Spanyol, membuktikan ”Si Lili Putih” kian sulit terlepas dari labirin krisis.
Selain Spurs, Liverpool yang memulai laga babak 16 besar di kandang lawan juga menelan hasil negatif 0-1 dari tuan rumah Galatasaray di Stadion Rams Park, Istanbul, Turki. Martabat Liga Inggris sebagai kompetisi domestik terbaik di kolong langit juga gagal dijaga oleh tuan rumah, Newcastle United, yang ditahan 1-1 oleh raksasa Spanyol, Barcelona, di Stadion St James’ Park, Newcastle, Inggris.
Inggris memulai babak 16 besar sebagai tim yang belum satu pun kehilangan perwakilan sejak babak penyisihan. Enam tim asal ”Negeri Raja Charles” menembus fase gugur. Sayangnya, kuantitas tim itu berpeluang berkurang ketika memasuki fase perempat final.
Spurs berpeluang besar gagal mempertahankan jumlah sempurna duta Inggris. Datang ke Madrid dengan berada di peringkat ke-16 dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi, Spurs menampilkan kualitas semenjana mereka di hadapan Atletico.
Hanya dalam waktu 15 menit, anak asuhan Igor Tudor itu sudah kemasukan tiga gol. Marcos Llorente (menit ke-6), Antoine Griezmann (menit ke-14), dan Julian Alvarez (menit ke-15) menghukum performa buruk lini pertahanan Spurs.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/5f22173e-acbb-4fb8-a1b7-0edce8c7f5f3_jpg.jpg)
Alhasil, Spurs menjadi tim pertama yang kemasukan tiga gol pada 15 menit awal babak gugur Liga Champions. Tak kuasa melihat penampilan buruk itu, Tudor langsung mengganti kiper debutan Liga Champions, Antonin Kinsky, dengan Guglielmo Vicario, di menit ke-17.
Penampilan buruk Spurs menyebabkan Atletico bermain sangat dominan. Itu ditunjukkan dengan catatan 65 persen penguasaan bola bagi skuad ”Los Rojiblancos”.
Padahal, Atletico adalah tim yang lebih tampil pragmatis dengan rerata 51,2 persen penguasaan bola sebelum jumpa Spurs di Liga Champions musim ini. Atletico juga sangat efektif karena bisa menyarangkan lima gol dari tujuh tembakan tepat sasaran.
Pergantian kiper pun tidak bisa menghalau keganasan Atletico yang mencetak dua gol tambahan dari Robin Le Normand (menit ke-22) dan gol kedua Alvarez pada menit ke-55. Spurs hanya bisa membawa dua gol hiburan melalui tembakan Pedro Porro di menit ke-26 dan Dominic Solanke pada menit ke-76.
Situasi itu membuat Spurs menjalani misi mustahil karena harus unggul empat gol untuk lolos ke perempat final pada gim kedua di London, pekan depan. Dengan catatan enam laga kalah beruntun, keajaiban pun sulit dibayangkan oleh pendukung Spurs.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/c5872035-1fc9-4660-9fa6-80cd70443020_jpg.jpg)
Alvarez, eks pemain City, menyatakan, timnya sudah mempelajari sejumlah kelemahan Spurs. Hal itu diaplikasikan dengan baik selama 90 menit duel di Madrid.
”Kami tahu bagaimana memetik keuntungan dari kesalahan-kesalahan lawan. Kami menuju laga kedua dengan keuntungan tiga gol,” ucap Alvarez, yang dinobatkan pemain terbaik laga, dilansir laman UEFA.
Sementara itu, Liverpool belum bisa membawa pulang poin dari lawatan ke markas Galatasaray. Dalam dua dekade terakhir, ”Si Merah” selalu menelan kekalahan saat menantang Galatasaray di Istanbul. Sudah tiga kali kutukan itu dirasakan Liverpool.
Gol sundulan gelandang Galatasaray, Mario Lemina, ketika laga baru berjalan tujuh menit menjadi pembeda dan pemberi keuntungan timnya jelang datang ke Stadion Anfield pada gim kedua.
Serupa dengan Spurs, penampilan Liverpool juga tidak patut dibanggakan. Mereka tampil buruk, terutama dalam usaha mengkreasi peluang.
Satu-satunya peluang terbaik Liverpool didapatkan penyerang Hugo Ekitike ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper tim tuan rumah, Ugurcan Cakir, di menit ke-65. Sepakan Ekitike dapat dihalau dengan tangan kanan Cakir.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/e44b5e79-b970-4483-ab5c-676a3069393a_jpg.jpg)
Si Merah sempat mencetak gol di menit ke-70 melalui gaya ”khas Inggris”, yakni suasana kekacauan dari situasi bola mati. Sepakan sepak pojok Dominik Szoboszlai menghadirkan kemelut di kotak penalti kecil Galatasaray sehingga bola masuk ke gawang tim tuan rumah.
Namun, gol dianulir asisten wasit video (VAR) karena bola mengenai tangan bek Liverpool, Ibrahima Konate, sebelum masuk ke gawang Galatasaray. Selain dua situasi itu, Liverpool gagal menyajikan peluang berbahaya.
Galatasaray juga mencetak gol kedua di menit ke-62. Namun, gol Victor Osimhen tidak disahkan wasit akibat posisi offside penyerang sayap, Baris Yilmaz, dalam proses serangan itu.
Ryan Gravenberch, gelandang Liverpool, mengakui penampilan buruk timnya di Istanbul. Ia menyebut Si Merah juga tidak beruntung dalam sejumlah peluang di babak pertama.
”Kami tahu pertandingan akan berjalan sulit, tetapi kami juga menampilkan permainan yang belum cukup (untuk menang). Ini baru gim pertama. Kami akan berusaha membalikkan keadaan pada gim kedua di Anfield,” ujar Gravenberch, dilansir laman klub.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/cd91ef0a-8a89-4101-a5f0-6d017c6df566_jpg.jpg)
Adapun Newcastle melepaskan kesempatan mencetak kemenangan bersejarah atas Barca akibat eror pada detik-detik terakhir di pengujung laga. Pelanggaran bek tengah Malick Thiaw kepada gelandang Barca, Dani Olmo, pada menit ke-90+5 menyebabkan tim tamu mendapat peluang penalti.
Sepakan terakhir pada laga itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Lamine Yamal untuk menyamakan angka di papan skor sebelum wasit meniup peluit akhir. Padahal, ”The Magpies” unggul lebih dulu melalui sundulan Harvey Barnes di menit ke-86.
Sebelum mencetak gol, Barnes juga memiliki peluang melalui tembakan yang membentur tiang gawang Barca di menit ke-74. Bola pantulan sepakan Barnes disontek gelandang Joelinton untuk menjadi gol. Tetapi, gol itu tidak disahkan karena Joelinton berada dalam posisi offside sebelum Barnes melepaskan tembakan.
”Situasi tentu berbeda jika kami menuju kandang mereka dengan keunggulan 1-0. Kami akan memainkan laga tandang untuk menunjukkan yang bisa kami lakukan. Gim kedua akan menjadi pertarungan yang menarik bagi kami,” kata Barnes kepada TNT Sports.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti