Kompas.id Brief

Apa yang Terjadi pada Suriah dan Bashar al-Assad

Bagaimana kekuasaan keluarga Al-Assad selama 53 tahun di Suriah berakhir pada 8 Desember 2024?

09 Des 2024 08:20 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

Apa yang dapat dipelajari dari artikel ini

  1. Apa yang terjadi di Suriah?
  2. Di mana Bashar al-Assad setelah jatuh?
  3. Apa yang dilakukan kubu oposisi sampai bisa menjatuhkan Assad?
  4. Apa manuver dan reaksi negara lain pada perkembangan di Suriah?

Hal yang terjadi di Suriah

Militer Suriah disebut mengakui bahwa pemerintahan Bashar al-Assad berakhir. Kantor berita Reuters pada Minggu (8/12/2024) mengutip dua perwira yang menolak identitasnya diungkap. Para perwira itu menyebut, markas besar militer Suriah (SAA) menginformasikan pemerintahan Assad sudah berakhir.

Pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad tumbang, Minggu (8/12/2024), setelah salah satu kubu oposisi Suriah mengklaim telah menguasai ibu kota negara itu, Damaskus. Kini, Suriah dikuasai berbagai kelompok bersenjata. Kubu oposisi yang dimotori Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dilaporkan memasuki Damaskus.

TOPSHOT - A demonstrator holds a Syrian opposition flag as members of the Syrian community chant slogans in Syntagma square in Athens to celebrate the end of the regime of Syrian dictator Bashar al-Assad after rebel fighters took control of the Syrian capital Damascus overnight, on December 8, 2024. Islamist-led rebels toppled Syria's longtime ruler Bashar al-Assad in a lightning offensive that a UN envoy called "a watershed moment" for the nation marred by civil war. (Photo by Angelos TZORTZINIS / AFP)

Posisi Bashar al-Assad setelah jatuh

Presiden Suriah Bashar al-Assad dikabarkan sudah melarikan diri dari Damaskus, Minggu (8/12/2024) dini hari waktu setempat, sebelum pasukan oposisi bersenjata memasuki ibu kota Suriah itu.

Presiden Suriah Bashar al-Assad disebutkan telah berada di Mokswa, Rusia. Merujuk pemberitaan kantor berita AFP dan Reuters, Senin (9/12/2024), yang mengutip kantor berita Rusia, TASS dan Ria Novosti, disebutkan, kabar itu mengacu pada sumber dari Kremlin.

Manuver oposisi menggulingkan Assad

Perang Suriah kembali bergejolak sejak 27 November 2024 setelah empat tahun gencatan senjata yang diprakarsai Turki, Rusia, dan Iran. Sampai 29 November 2024, Suriah terbagi atas wilayah kekuasaan pemerintah sekitar 60 persen di kota Damaskus di wilayah selatan, kota Homs di tengah dan sebagian wilayah barat Provinsi Latakia. Pemerintah Suriah dan militernya mendapat dukungan dari Rusia, Iran, dan Hizbullah di Lebanon.

Kelompok oposisi di bawah payung HTS sejak Rabu (27/11/2024) melancarkan serangan ke sejumlah kota dan desa di pinggiran Aleppo. Setelah itu perlahan, mereka memasuki kota yang telah 10 tahun mereka tinggalkan itu.

HTS dan para petempur dukungan Turki menyerang Idlib dan Aleppo. Serangan kejutan ini berlangsung sejak Rabu (27/11/2014), bersamaan dengan dimulainya gencatan senjata antara Hizbullah di Lebanon dan Israel. Dua hari kemudian, Jumat (29/11/2024), pasukan oposisi memasuki Aleppo. Tanpa perlawanan berarti dari pasukan pemerintah, mereka dengan mudah mengambil alih kota strategis itu pada Sabtu (30/11/2024).

Setelah merebut kota Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah, pasukan oposisi HTS pada Kamis (5/12/2024) merebut kota Hama. Kota ini berada di wilayah Provinsi Hama, sebelah selatan Provinsi Idlib dan Aleppo serta sebelah utara Provinsi Homs.

Sementara faksi-faksi lokal telah menguasai lebih banyak wilayah di Provinsi Daraa, termasuk kota Daraa. Mereka sekarang menguasai lebih dari 90 persen provinsi tersebut karena pasukan rezim secara berturut-turut menarik diri.

Manuver dan reaksi negara lain dalam konflik Suriah

Serangan kubu oposisi Suriah di Aleppo diduga melibatkan pasukan khusus dan intelijen Ukraina. Kerja sama militer Suriah-Rusia diduga menjadi alasan Kyiv menggandeng kelompok teror menurut berbagai negara sekutu Ukraina tersebut. Tersiar kabar unit-unit pasukan khusus Ukraina menyerang sejumlah posisi pasukan Rusia di Suriah. Media yang berpusat di Kyiv, Kyiv Post, melaporkan rangkaian serangan itu.

Israel mengerahkan tank ke wilayah Suriah pada Minggu (8/12/2024). Tank-tank itu menerobos Suriah kala beredar kabar pemerintahan Bashar al-Assad berakhir.

Angkatan bersenjata Israel, Tzahal, membenarkan adanya pengerahan itu. Mereka berkilah mengamankan zona penyangga di antara Israel dan Suriah.

Menyusul jatuhnya pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke tangan pemberontak, para pemimpin dunia mendesak otoritas Suriah mengambil langkah politik untuk menstabilkan negara itu. Turki, yang disebut-sebut salah satu faksi oposisi Suriah, mengingatkan agar pemerintahan baru Suriah tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara tetangga.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra