SEPAK BOLA

Tahan Selandia Baru, Kemenangan Psikologis Iran

Meskipun gagal menang, Iran membuktikan kemampuan mereka sebagai salah satu tim terbaik Asia. Setelah laga, Iran dipaksa kembali ke Meksiko.

16 Jun 2026 13:16 WIB · Olahraga

AP Photo/Mark J. Terrill

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

INGLEWOOD, SELASA – Tim nasional Iran memamerkan kekuatan mental mereka saat menahan Selandia Baru, 2-2, di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, California, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. Dua kali tertinggal, ”Tim Melli” mampu meraih satu poin penting untuk melecut semangat mereka dalam melanjutkan asa lolos ke fase gugur untuk pertama kali.

Jika hanya memperhatikan hasil akhir, Iran tentu dianggap merugi karena gagal mengalahkan Selandia Baru. Iran berada di peringkat ke-21 FIFA, sedangkan Selandia Baru nangkring di posisi ke-85. Jarak peringkat itu seharusnya mewakili kualitas kedua tim.

Namun, perbandingan tersebut hanya bisa menjadi tolok ukur dalam situasi normal. Iran datang ke Piala Dunia ketujuh mereka dengan kondisi sangat tidak ideal. Mayoritas pemain yang dibawa Pelatih Iran Amir Ghalenoei tidak menjalani laga kompetitif sejak akhir Februari lalu. Serangan Amerika Serikat-Israel menyebabkan kompetisi sepak bola profesional Iran terhenti hingga kini.

Padahal, Liga Iran adalah tulang punggung utama Tim Melli dalam membentuk skuad untuk pesta sepak bola sejagat. Kontribusi para pemain lokal membantu Iran menjadi tim Asia paling awal—bersama Jepang—yang lolos ke Piala Dunia 2026. Mereka hanya menelan satu kekalahan dari dua putaran kualifikasi.

Quote

Mereka menunda kedatangan kami. Mereka memaksa kami kembali lebih cepat tanpa memiliki waktu untuk memulihkan diri. Ini jelas masalah bagi kami.

APTOPIX New Zealand Iran WCup Soccer

Mereka juga tidak bisa menjalani sesi latihan secara optimal selama Piala Dunia 2026. Penyebabnya, Amerika Serikat sempat melarang mereka menjalani sesi latihan di wilayah ”Negeri Paman Sam”. Hal itu membuat Iran hijrah ke sisi selatan untuk bermarkas di Tijuana, Meksiko. Mereka hanya berada di AS selama dua hari pada setiap pertandingan.

Situasi tersebut ternyata tidak meruntuhkan semangat juang Iran. Dua kali tertinggal berkat penyelesaian klinis penyerang sayap Selandia Baru, Elijah Just, pada menit ketujuh dan ke-54, Iran mampu dua kali menyamakan kedudukan.

Bek sayap kanan, Ramin Rezaeian, menyamakan skor pada menit ke-32 di babak pertama. Kemudian, pemain asal klub Iran, Foolad, yang berusia 36 tahun, mengirimkan umpan matang yang disundul gelandang Mohammad Mohebi untuk menghadirkan gol kedua pada menit ke-64.

”Kami adalah tim yang paling ditindas dalam sejarah Piala Dunia,” ucap Ghalenoei seusai laga. Ia bersama skuad Iran tidak bisa bermalam di Los Angeles akibat larangan Pemerintah AS. Karena itu, setelah pertandingan, Tim Melli harus bergegas menempuh perjalanan udara kembali ke Tijuana.

”Mereka menunda kedatangan kami. Mereka memaksa kami kembali lebih cepat tanpa memiliki waktu untuk memulihkan diri. Ini jelas masalah bagi kami,” lanjutnya.

APTOPIX New Zealand Iran WCup Soccer

Perdana buruk

Meskipun hasil ini baik untuk melecut semangat tim menghadapi Belgia dan Mesir pada dua laga tersisa, Iran kembali belum bisa keluar dari catatan buruk di laga perdana Piala Dunia. Dalam tujuh partisipasi, Iran hanya mampu memulai turnamen dengan kemenangan saat menaklukkan Maroko, 1-0, di Rusia 2018.

Pada lima edisi pembuka lainnya, mereka tumbang 2-6 dari Inggris pada Qatar 2022, ditahan Nigeria tanpa gol pada Brasil 2014, takluk 1-3 kepada Meksiko di Jerman 2006, kalah 0-1 dari Yugoslavia di Perancis 1998, serta tunduk 0-3 kepada Belanda pada Argentina 1978.

Terlepas dari tren negatif tersebut, Iran memiliki harapan untuk mencetak sejarah di Amerika Utara. Jika mampu mencuri satu kemenangan dari dua pertandingan tersisa, Tim Melli bisa merebut tiket fase gugur Piala Dunia pertama dalam sejarah partisipasi mereka.

Demi mempersiapkan diri lebih baik di gim selanjutnya, penyerang Iran, Mehdi Taremi, meminta FIFA menjamin keberadaan Iran lebih lama di AS, yang menjadi lokasi laga mereka.

”Kami diminta meninggalkan Los Angeles malam ini juga, ini tidak baik bagi kami. Saya pikir FIFA harus menolong kami. Segalanya seperti bencana bagi kami,” kata Taremi.

Polisi bandara Los Angeles memantau menggunakan teropong sebelum kedatangan timnas Iran di Bandara Internasional Los Angeles, AS, Minggu (14/6/2026), menjelang hari pertandingan antara Iran dan Selandia Baru.

Sementara itu, hasil imbang membuat Selandia Baru kecewa. Dua kali memimpin menandakan wakil Oceania itu memiliki dua kesempatan untuk mencetak sejarah, yakni meraih kemenangan pertama di Piala Dunia.

”Kami kecewa tidak bisa menang. Kami mungkin memiliki kesempatan paling dekat untuk meraih kemenangan pertama kami di Piala Dunia walaupun pada akhirnya gagal hari ini,” ucap Pelatih Selandia Baru Darren Bazeley.

Bazeley tetap memetik sisi positif dari hasil imbang kontra Iran. Koleksi satu poin membantu Selandia Baru tetap dalam persaingan memburu tiket fase gugur dari Grup G. Pada laga lain, Mesir menahan Belgia, 1-1.

”Kami tampil di Piala Dunia tanpa kalah, bersaing sepanjang laga, mencetak gol, dan menciptakan sejumlah peluang. Itu adalah performa tangguh. Saya sangat bangga kepada tim,” tutur Bazeley.

”Si Putih”, julukan Selandia Baru, setidaknya mampu mempertahankan catatan nirkalah mereka di ajang Piala Dunia sejak terakhir kali tampil di Afrika Selatan 2010. Empat laga terkini di Piala Dunia selalu berakhir imbang.

Enam belas tahun lalu, Selandia Baru mampu menahan Slowakia, Italia, dan Paraguay. Hasil itu jauh lebih baik dibandingkan tiga kekalahan yang mereka derita di Spanyol 1982 dari Skotlandia, Uni Soviet, dan Brasil.

Pemain Selandia Baru, Elijah Just, menghalangi gerakan pemain Iran, Saeid Ezatolahi, dalam pertandingan Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, Los Angeles, California, Selasa (16/6/2026) pagi WIB.

Just juga mengaku senang dengan penampilan individu dan kolektif timnya di Los Angeles. ”Satu gol sudah bagus, dua gol adalah sesuatu yang tidak pernah saya impikan sebelumnya,” kata Just yang berkarier bersama klub Skotlandia, Motherwell.

”Saya rasa tim ini benar-benar istimewa. Namun, kami tahu betapa sulitnya tiga lawan kami. Kami memiliki banyak pekerjaan untuk menjadi lebih baik di laga berikutnya,” tutur Just, yang berkontribusi 14 gol selama Liga Skotlandia 2025-2026, dilansir BBC. (AFP/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul