Undian Piala Thomas dan Uber 2026 sudah digelar. Indonesia akan menjalani tantangan berat untuk menyamai perjalanan 2024.
18 Mar 2026 19:45 WIB · Olahraga
AP/Ng Han Guan
Dengan materi pemain dan rekam jejak prestasi dalam persaingan bulu tangkis dunia seperti saat ini, mengupayakan lolos dari persaingan grup menjadi target realistis bagi Indonesia dalam kejuaraan beregu Piala Thomas dan Uber. Siapa pun lawan akan menjadi tantangan berat bagi tim ”Merah Putih”.
Ajang selevel kejuaraan dunia untuk kategori beregu putra dan putri ini menjadi salah satu agenda besar kejuaraan bulu tangkis pada 2026. Tahun ini, kota di wilayah tengah Denmark, yaitu Horsens, akan menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan pada 24 April-3 Mei.
Indonesia lolos sebagai salah satu peserta sebagai semifinalis Kejuaraan Asia Beregu di Qingdao, China, 3-8 Februari. Ajang itu menjadi kualifikasi wilayah Asia untuk putaran final Piala Thomas dan Uber.
Ditambah dengan tim yang lolos kualifikasi dari zona lain, juara bertahan, tuan rumah, dan tim-tim dengan peringkat dunia terbaik, sebanyak 16 tim putra dan 16 tim putri akan bersaing di Horsens.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/18/0aa6ebe899fe16d9ef808e79d385885d-Screen_Shot_2026_03_18_at_16.04.56.png)
Proses berikutnya untuk kejuaraan tersebut ialah undian yang diselenggarakan di markas Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (18/3/2026). Sebanyak 16 tim dibagi ke dalam empat grup untuk bersaing pada fase penyisihan. Dengan format round robin, dua tim teratas dari setiap grup berhak lolos ke perempat final.
Tim putri Indonesia akan bersaing dengan Taiwan, Kanada, dan Australia di Grup C dalam Piala Uber. Adapun kekuatan tim Piala Thomas akan diuji Perancis, Thailand, dan Aljazair di Grup D. Tim putra dan putri Indonesia mencapai final dalam kejuaraan 2024 yang berlangsung di Chengdu, China, tetapi peta kekuatan pada tahun ini berubah.
Dua tahun lalu, sektor tunggal putri Indonesia mengandalkan Gregoria Mariska Tunjung dan ”adik-adiknya”, seperti Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Komang Ayu Cahya Dewi. Ester tampil baik saat diturunkan pada fase gugur, perempat final dan semifinal.
Di semifinal, Indonesia mengalahkan Korea Selatan 3-2 melalui kemenangan pada tiga partai tunggal, sebelum kalah 0-3 dari China di final. Namun, Korea Selatan tak menurunkan tunggal putri terbaik dunia, An Se-young, pada saat itu karena cedera.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/18/60c1ab1969044c75292691b39490a0ef-Screen_Shot_2026_03_18_at_16.03.32.png)
Pada 2026, materi kekuatan tim Indonesia berubah. Status pemain utama akan berada di tangan Putri Kusuma Wardani yang berperingkat paling baik di antara rekan-rekannya, yaitu ranking keenam dunia berdasarkan daftar peringkat 17 Maret.
Putri akan memimpin skuad tunggal putri yang bisa saja tanpa kehadiran Gregoria. Kondisi yang tidak fit akibat vertigo membuatnya belum bertanding pada 2026 dan Gregoria bisa absen dari turnamen selama, maksimal, setahun. Ini karena PP PBSI telah mengajukan protected ranking dan BWF menyetujuinya.
Dengan adanya protected ranking ini, Gregoria memiliki hak untuk menggunakan peringkat terlindungi saat melakukan pendaftaran turnamen BWF setelah dinyatakan siap bertanding kembali.
Dengan demikian, tunggal putri akan mengandalkan Putri dan pemain-pemain muda seperti Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Ester, yang berpengalaman dan cukup baik dalam ajang beregu, akan memiliki tantangan karena baru pulih dari cedera kaki. Dia absen dari turnamen sejak pertengahan Mei 2025 hingga Februari 2026.
Ganda putri, yang kesulitan bersaing dengan tim-tim kuat dalam Piala Uber 2024, akan mengandalkan formasi yang baru dibentuk dalam rentang 3-6 bulan terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/05/d7cc24ccf34ffae5e636a2a6766ab915-WhatsApp_Image_2026_03_04_at_21.46.11.jpeg)
Pergeseran kekuatan juga ada di tim putra. Formasi Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Chico Aura Dwi Wardoyo, dan Alwi Farhan pada Piala Thomas 2024 berubah menjadi Jonatan, Alwi, Prahdiska Bagas Shujiwo, dan Mohammad Zaki Ubaidillah berdasarkan posisi dalam ranking dunia. Adapun Anthony berstatus tunggal putra nomor lima Indonesia, di bawah Zaki.
Kekuatan ganda putra, yang biasanya menjadi andalan, pada saat ini cukup rapuh. Permainan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, yang menggebrak dengan tampil dalam lima final dari tujuh turnamen pada Juli-November 2025, sudah terbaca lawan. Tahun ini, perjalanan mereka makin singkat dari turnamen ke turnamen. Setelah mencapai semifinal Malaysia Terbuka, Fajar/Fikri kalah di perempat final Indonesia Masters dan babak kedua All England.
Performa pasangan senior, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, belum mencapai level terbaik, sementara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana tak juga membaik. Mereka tiga kali tersingkir pada babak pertama atau kedua, meski memiliki gelar juara dari Thailand Masters Super 300.
Pasangan muda, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, bisa menjadi pilihan untuk memberi kejutan pada lawan. Akan tetapi, semifinalis All England ini belum teruji dalam ajang beregu level elite dengan tekanan teramat besar.
Kekuatan Indonesia pada masing-masing sektor tersebut akan diuji dalam persangan intens sejak fase penyisihan, teutama di tim putra. Indonesia akan berhadapan dengan Perancis yang mempunyai dua tunggal putra peringkat sepuluh besar dunia, Christo Popov dan Alex Lanier. Popov bersaudara, Christo dan Toma Junior, juga bisa diandalkan di ganda putra.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/08/998c04f082a9558babbf251397f8145d-AE_ray_joaquin2.jpeg)
Indonesia mengalahkan Thailand 4-2 pada penyisihan grup Piala Thomas 2024, tetapi tim lawan bermain tanpa pemain terbaik, Kunlavut Vitidsarn. Ganda putra Thailand juga tak bisa dianggap remeh meskipun tak ada yang masuk dalam jajaran ranking 20 besar dunia.
Di tim putri, Putri dan kawan–kawan seharusnya bisa menjadi dua tim terbaik bersama Taiwan. Meski demikian, masih ada Kanada dan Australia yang harus dikalahkan untuk lolos dari fase grup sebagai dua tim terbaik.
Fase berikutnya dalam perjalanan menuju persaingan di Horsens adalah penentuan atlet-atlet yang akan memperkuat tim dengan batas akhir pendaftaran pada 10 April. Pada fase inilah, PBSI akan mendaftarkan atlet yang biasanya terdiri atas berbagai kriteria, seperti kondisi terbaru, prestasi, termasuk rekam jejak dalam ajang beregu, serta statistik pertemuan dengan calon lawan.
Indonesia, sepertinya, tak punya banyak pilihan ketika rekam jejak mereka pada awal tiga bulan ini tak begitu baik dibandingkan dengan negara lain.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto