Inisiatif Atalanta untuk menyerang Bayern Muenchen pada awal laga menyebabkan bumerang. ”Si Dewi” mengalami kekalahan kandang terburuk duta Italia di Eropa.
11 Mar 2026 09:01 WIB · Olahraga
AFP/ALBERTO PIZZOLI
BERGAMO, RABU — Atalanta memang mampu menyelamatkan nasib Italia di babak gugur Liga Champions. Namun, ”Si Dewi” bukan tim terbaik untuk membawa beban besar demi menjaga kehormatan Serie A Italia di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Bayern Muenchen menghancurkan Atalanta, 6-1, pada laga pertama babak 16 besar, Rabu (11/3/2026) dini hari WIB, di Stadion Atleti Azzurri d’Italia, Bergamo, Italia.
Menghadirkan optimisme dengan mewujudkan malam comeback untuk menaklukkan wakil Jerman, Borussia Dortmund, 4-1, pada babak playoff, akhir Februari lalu, Atalanta tidak mampu menduplikasinya saat menghadapi juara bertahan dan pemuncak klasemen sementara Liga Jerman, Bayern.
Enam gol yang tercipta ke gawang kiper Atalanta, Marco Carnesecchi, hadir ketika Bayern tampil tanpa penyerang andalan, Harry Kane, yang belum sepenuhnya pulih dari cedera. Nama Kane sudah masuk dalam daftar susunan pemain di Bergamo, tetapi Pelatih Bayern Vincent Kompany enggan memaksakan mesin gol utamanya itu untuk bermain.
Kane hanya menyaksikan rekan setimnya dari bangku cadangan mencetak tiga gol di masing-masing babak. Bek sayap Josip Stanisic sudah membuka keran gol ”Die Roten” di menit ke-12. Gol itu disusul sumbangan dari Michael Olise (menit ke-22) dan Serge Gnabry (menit ke-25) sebelum menutup keunggulan tiga gol pada saat turun minum.
Setelah jeda, Bayern kembali mampu mencetak tiga gol ke gawang Carnesecchi, yang berstatus kiper terbaik dalam catatan statistik Liga Italia musim 2025-2026. Penyerang Nicolas Jackson juga menyumbang gol di menit ke-52. Olise menghasilkan brace atau gol kedua pada menit ke-64. Penampilan apik Bayern ditutup gol dari Jamal Musiala di menit ke-67.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/11/3329a4b98ad1232fc432a34da120c164-wires_photo_25.jpg)
Bayern tampil amat dominan dengan catatan 69 persen penguasaan bola dan melepaskan 25 tembakan. Lini serang mereka tidak mengendur tanpa kehadiran Kane. Enam gol yang dihasilkan itu melebihi dari catatan 4,58 expected goals (xG).
Sementara itu, gol hiburan Atalanta dicetak gelandang serang Mario Pasalic pada menit ke-90+3 melalui skema serangan balik. Sebuah gol itu tidak cukup untuk menunjukkan disparitas kualitas Liga Italia dengan liga-liga top Eropa lainnya.
”Kunci dari performa kami adalah pendekatan permainan yang tepat. Penjagaan orang ke orang sangat penting secara taktik dan meningkatkan pressing sangat membantu kami. Ini adalah cara terbaik untuk menghadapi tim menyerang seperti Atalanta,” ujar Kompany seusai laga, dilansir Corriere dello Sport.
Meski sudah unggul lima gol, Kompany mengingatkan anak asuhannya untuk tetap fokus. Ia menuntut anak asuhannya untuk tidak terlena keunggulan agregat pada laga pekan depan di Muenchen.
Terlepas dari kemenangan besar, Bayern pulang ke Jerman dengan kerugian akibat cedera yang dialami bek sayap kiri Alphonso Davies dan kiper Jonas Urbig. Kondisi Urbig akan dipantau secara berkala. Sebelumnya, Bayern sudah kehilangan kiper utama, Manuel Neuer, yang masih dalam tahap pemulihan dari cedera betis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/d15a96ff-fae7-401c-bd19-b54d92aa86b6_jpg.jpg)
Atalanta kewalahan menghadapi performa kolektif kuartet penyerang Bayern. Jackson, Gnabry, Olise, dan Luis Diaz menyebabkan tim tuan rumah hanya fokus mengejar bola dan menjaga pertahanan dalam mayoritas durasi laga.
Keempat pemain itu memberikan kontribusi gol bagi Bayern. Meskipun tidak mencetak gol, Diaz menyumbang asis bagi gol keempat Die Roten yang dihasilkan Jackson.
Seandainya kiper Atalanta bukan Carnesecchi, Bayern berpeluang menang dengan mencetak lebih banyak gol lagi. Kiper tim nasional Italia itu memang kemasukan enam gol, tetapi ia juga menghasilkan enam penyelamatan yang setara menghadapi 0,22 xG milik tim tamu.
Sementara itu, pendukung Atalanta menjadi saksi mata ketimpangan kualitas individu skuad tim kesayangan mereka dengan Bayern, pemuncak klasemen sementara Liga Jerman sekaligus salah satu kandidat kuat juara Liga Champions musim ini. Ketika tampil tanpa penyerang terbaik, Kane, Bayern masih memiliki kedalaman lini serang yang menawan. Bahkan, Musiala memulai laga dari bangku cadangan.
”Kami menampilkan performa yang solid. Sekarang, kami akan menantikan mereka di kandang kami untuk laga kedua. Kami akan menyambut mereka dengan mentalitas yang sama dan berusaha untuk menang,” ucap Olise, dilansir Kicker.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/bc010499-68c0-476b-82ca-cd7eb54ee64f_jpg.jpg)
Atalanta hanya mengandalkan penyerang medioker, Gianluca Scamacca dan Nikola Krstovic. Kualitas mereka tidak bisa berbohong. Berbeda dengan skuad Bayern yang tampil efektif, Scamacca dan Krstovic masing-masing membuang satu peluang emas.
Scamacca—pemilik 20 cap timnas Italia—gagal mencetak gol dari situasi lemparan ke dalam jauh di menit ke-18. Sundulannya gagal tepat sasaran. Padahal, peluang itu memiliki kans menjadi gol sebesar 21 persen atau 0,21 xG.
Krstovic adalah pemain pertama yang menyambut umpan silang Raoul Bellanova di menit ke-90+3. Peluang senilai 0,41 xG itu dapat dihalau kiper pelapis Bayern, Urbig. Beruntung, bola muntah tepisan Urbig langsung disambut Pasalic untuk mencetak gol hiburan bagi tim tuan rumah.
Tak ayal, Atalanta mencatatkan kekalahan terburuk pada laga kandang duta Italia pada fase gugur Liga Champions. Rekor itu lebih tragis dibandingkan kekalahan Inter Milan, 2-5, dari Schalke 04 di San Siro pada perempat final edisi 2010-2011.
Secara keseluruhan, Si Dewi adalah tim dengan margin kekalahan terbesar di babak gugur Liga Champions setelah Juventus tumbang 0-7 dari Wiener Sport-Club pada 1958-1959 dan AS Roma takluk 1-7 kepada Manchester United pada edisi 2006-2007. Dua laga itu tercipta pada laga kedua di luar Italia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/11/8b20fe39-884e-42b1-bd75-4cb7e76d9696_jpg.jpg)
Kondisi itu membuat Atalanta dibayangi kekalahan agregat terburuk duta Italia di Liga Champions. Sebab, mereka akan bertandang ke markas Bayern, Stadion Allianz, pekan depan.
Pelatih Atalanta Raffaele Palladino bersikap realistis seusai laga. Ia mengakui superioritas mutlak Bayern dari kualitas skuad hingga kemampuan permainan.
”Kami bangga dengan perjalanan kami di kompetisi ini. Tentu, kami kecewa dengan hasil yang tidak sesuai harapan,” kata Palladino, dilansir laman UEFA.
Ia melanjutkan, ”Bayern sangat kuat dan kami benar-benar kesulitan meladeni permainan lawan level top. Kami harus membenahi kondisi dan fokus untuk berjuang di liga.”
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti