Tembok ”Menyedihkan” di London Akan Dilestarikan

Pemerintah Inggris akan melestarikan tembok peringatan Covid-19 di London yang mencatat mereka yang meninggal karena virus corona.

14 Nov 2025 09:15 WIB · Internasional

AP/Kin Cheung

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Bencana pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat jutaan orang kehilangan keluarganya. Untuk mengenang itu, sebuah tembok peringatan sepanjang 500 meter didirikan di Albert Embankment, London, Inggris. Tembok setinggi 2,5 meter tersebut dibangun setahun setelah kematian pertama terkait virus itu di Inggris. Berjalan kaki dari satu ujung tembok peringatan berhiaskan hati ini ke ujung lainnya dapat memakan waktu 10 menit.

Terbuat dari fondasi batu Portland yang disusun rapi, tembok ini membentang di sisi selatan Sungai Thames, tepat di seberang Gedung Parlemen. Tembok ini didirikan untuk mengenang sekitar 240.000 warga yang meninggal terkait virus di Inggris serta untuk menghormati pengorbanan para pekerja sektor kesehatan dan perawatan. Awalnya tembok ini tanpa izin resmi.

Orang-orang berjalan di dekat Tembok Peringatan Covid di London, 6 Desember 2023.

Setiap nyawa yang hilang diwakili oleh sebuah hati yang dicat dengan cermat, yang setiap minggu diperbarui oleh para sukarelawan dengan cat tembok tahan lama. Dibuat oleh kelompok kampanye Covid-19 Bereaved Families for Justice dan Led by Donkeys, tembok hati ini kini dirawat dan dijaga oleh sekelompok sukarelawan yang dikenal sebagai The Friends of the Wall.

Tembok itu masih terlihat rapi. Ribuan gambar hati berwarna merah atau pink memenuhi permukaan tembok. Di dalam gambar hati tertulis nama dan ucapan singkat tentang mereka yang meninggal saat Covid-19. Petugas juga rutin merawat dan memperbarui cat dan membersihkan tembok.

Relawan, Amanda Herring, yang kehilangan saudara laki-lakinya, Mark, karena COVID-19, menulis prasasti di dinding peringatan Covid-19 di Westminster, London, 15 Oktober 2021.
Relawan membersihkan dinding peringatan Covid-19 di Westminster, London, 15 Oktober 2021.
Seorang sukarelawan mengecat ulang hati yang pudar di dinding peringatan Covid-19 di Westminster, London, 15 Oktober 2021.
Relawan, Fran Hall, yang kehilangan suaminya Steve Mead karena Covis-19, mengecat ulang hati yang pudar di dinding peringatan Covid-19 di Westminster, London, 15 Oktober 2021.
Seorang pria berjalan di dekat Tembok Peringatan Covid di London, 6 Desember 2023.
Seorang wanita menulis nama di Dinding Peringatan Covid-19 di London, 6 Desember 2023.

Pada Kamis (13/11/2025), Pemerintah Inggris mengatakan bahwa tembok peringatan di London yang dibuat oleh mereka yang kehilangan orang yang dicintai selama pandemi virus corona akan dilestarikan. Dalam sebuah pernyataan, dikatakan bahwa tembok peringatan itu akan tetap berdiri untuk mengenang bencana dan pengorbanan para pekerja saat itu.

Inggris mengalami salah satu wabah Covid-19 paling mematikan di Eropa. Para menteri dari pemerintahan konservatif sebelumnya, termasuk Perdana Menteri Boris Johnson saat itu, telah menghadapi kritik atas tindakan mereka, terutama penundaan penerapan karantina wilayah pada 23 Maret 2020. Namun, aspek lain dari respons negara tersebut, terutama dalam peluncuran vaksin, telah menuai pujian.

Orang-orang melihat Tembok Peringatan Covid di London, 6 Desember 2023.

Penyelidikan nasional terhadap semua aspek penanganan pandemi, termasuk kesiapan negara dan tindakan pemerintah, dimulai dua tahun lalu dan diperkirakan akan berlangsung hingga 2027. Fokusnya saat ini adalah anak-anak. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan