Terkendala Cedera, Sabar/Reza Tak Tampil Maksimal

Sabar/Reza tersingkir pada semifinal turnamen Final BWF World Tour. Cedera yang dialami Reza membuat mereka tampil di bawah kemampuan terbaik.

20 Des 2025 23:58 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

HANGZHOU, SABTU — Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kalah dalam semifinal turnamen Final BWF World Tour tanpa bisa bermain baik karena cedera yang dialami oleh Reza. Meski tak bisa membawa gelar juara dari turnamen di pengujung tahun ini, Sabar/Reza mendapat hasil cukup baik sepanjang 2025.

Reza bermain dengan rasa sakit pada pergelangan kaki kiri. Dia pun mengenakan bebat pada bagian tersebut, di sekitar lutut, dan bagian belakang paha.

Kondisi tersebut membuat tantangan jadi berlipat, apalagi dengan lawan yang harus dihadapi. Di Hangzhou Olympics Sports Centre, China, Sabtu (20/12/2025), Sabar/Reza berhadapan dengan ganda putra paling konsisten sepanjang tahun, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan). Mereka bertemu dua hari sebelumnya pada penyisihan Grup A dan Sabar/Reza kalah, 20-22, 17-21.

Di semifinal, Sabar/Reza tak bisa membalas kekalahan itu, bahkan tak bisa bermain lebih baik. Reza tak bisa bergerak leluasa karena rasa sakitnya. Sementara di seberang net, Kim/Seo tampil sangat agresif. Sabar/Reza pun berada dalam tekanan sepanjang pertandingan hingga kalah dengan skor 9-21, 11-21. Gim pertama bahkan hanya berlangsung 11 menit.

”Cedera ini muncul sejak pertandingan melawan Chiu Hsiang Chieh/Wang Chi Lin kemarin, tetapi karena ingin all out untuk menuju semifinal, saya masih paksakan. Hari ini, untuk melangkah pun terasa sangat sakit. Jadi, memang cukup mengganggu dan saya tidak bisa bermain dengan leluasa,” komentar Reza.

Mohammad Reza Pahlevi Isfahani mendapat perawatan dari timnya pada saat interval semifinal turnamen Final BWF World Tour di Hangzhou, China, Sabtu (20/12/2025). Sabar Karyaman Gutama/Reza kalah pada semifinal.

Dengan kekalahan tersebut, Sabar/Reza meraih hasil yang sama seperti turnamen Final BWF 2024. Saat itu, mereka kalah dari Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark).

Sabar/Reza menjadi wakil Indonesia dengan langkah terjauh pada Final BWF 2025. Empat wakil lainnya tersisih pada penyisihan grup dengan format round robin. Mereka adalah Jonatan Christie, Putri Kusuma Wardani, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.

Semifinal di Hangzhou, yang hanya diikuti delapan pemain terbaik pada setiap nomor, menjadi salah satu hasil baik Sabar/Reza pada tahun ini. Mereka juga mendapat hasil terbaik yang pernah ditorehkan dalam sembilan turnamen, di antaranya saat mencapai semifinal All England dan final Indonesia Terbuka yang berlevel Super 1000.

Sepekan menjelang tampil di Final BWF, ganda putra ranking kesepuluh dunia itu meraih dua medali emas di SEA Games Thailand 2025, dari nomor beregu putra dan ganda putra. Kekurangan mereka pada 2025 adalah tidak ada gelar juara dari turnamen BWF World Tour.

Atas dasar itulah, Sabar menyebut bahwa perjalanan pada tahun ini sangat dinamis, banyak momen naik turun. ”Kami bisa menutup rangkaian turnamen sepanjang 2025 dengan cukup baik meski ada naik turun. Kami bersyukur bisa melewatinya. Mudah-mudahan, semua pembelajaran berharga di tahun ini bisa menjadi bekal yang baik untuk menghadapi tahun 2026,” tutur Sabar.

Sabar/Reza menjalani semua tantangan, termasuk dalam proses latihan, sebagai atlet independen. Mereka berusaha sendiri mencari tempat latihan, mencari sponsor, dan menyiapkan kebutuhan untuk mengikuti turnamen. Dalam menjalaninya, mantan atlet pelatnas itu disponsori Waroeng Steak & Shake sejak 2024 dan dilatih Hendra Setiawan pada 2025.

Kim Won-ho berusaha mengembalikan kok di depat net saat menjalani semifinal ganda putra turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Sabtu (20/12/2025). Kim/Seo Seung-jae lolos ke final.

Sabar mengatakan, dia dan Reza harus lebih waspada dan bisa menjaga performa pada tahun mendatang. ”Apalagi, pada 2026, pasti akan banyak pemain muda yang bermunculan di level atas,” kata Sabar.

Dengan kemenangan atas Sabar/Reza, Kim/Seo mendapat kesempatan mengukuhkan dominasi sepanjang 2025 dengan gelar juara. Jika bisa mengalahkan wakil tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, di final, Kim/Seo akan meraih gelar ke-11.

Jumlah yang sama bisa didapat pemain Korea Selatan lainnya, An Se-young, jika memenangi final tunggal putri. Di semifinal, An mengalahkan rival terkuatnya, Akane Yamaguchi, 21-15, 21-12, untuk berhadapan dengan Wang Zhi Yi (China).

Kejutan Christo Popov

Di tunggal putra, kejutan terjadi ketika Christo Popov lolos ke final setelah mengalahkan Kodai Naraoka, 21-19, 21-8, pada semifinal. Christo akan berebut gelar juara dengan juara bertahan asal China, Shi Yu Qi, yang menang atas Kunlavut Vitidsarn (Thailand), 21-16, 21-13.

Final nanti menjadi final ketiga beruntun bagi Shi dalam turnamen ini. Dia dikalahkan Viktor Axelsen pada final 2023 dan menjadi juara pada 2024 setelah menang atas Anders Antonsen di final.

Tunggal putra Perancis, Christo Popov, mengalahkan Kodai Naraoka pada semifinal tunggal putra turnamen Final BWF di Hangzhou, China, Sabtu (20/12/2025).

Bukan kemenangan atas Naraoka yang menjadi kejutan lolosnya atlet Perancis tersebut ke final karena Christo pernah mengalahkan atlet Jepang itu, yaitu pada pertemuan terakhir sebelum bertanding di Hangzhou. Christo menang atas Naraoka pada perempat final Jepang Terbuka, Juli.

Christo menjadi finalis sebagai satu-satunya dari delapan peserta tunggal putra yang tak memiliki gelar juara pada tahun ini. Hasil terbaik atlet ranking kedelapan dunia itu adalah saat mencapai semifinal Perancis Terbuka.

Atlet berusia 23 tahun tersebut juga menjadi pebulu tangkis pertama dari Perancis yang mencapai final. Pada 2020, berpasangan dengan kakaknya, Toma Junior Popov, Christo tampil pada nomor ganda putra, tetapi mereka tersingkir pada penyisihan grup. Pada tahun itu, Toma juga bersaing pada tunggal putra dengan hasil yang sama.

Perancis juga mempunyai ganda campuran, Thom Gicquel/Delphine Delrue, yang bermain dalam Final BWF pada 2020, 2022, dan 2025. Hasil terbaik mereka adalah saat mencapai semifinal pada 2020.

”Bisa berpartisipasi di sini sudah menjadi prestasi besar bagi saya dan ketika bisa lolos dari penyisihan grup, itu menjadi prestasi yang lebih besar. Sekarang, saya akan bermain di final. Saya senang bisa bermain dengan baik dan tak ada kendala fisik. Itu hal yang positif,” komentar Christo dalam laman resmi BWF.

Pada nomor ganda campuran, gelar juara menjadi milik atlet tuan rumah dengan final yang akan terjadi antara Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dan Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin. Sementara ganda putri andalan tuan rumah, Liu Sheng Shu/Tan Ning, disingkirkan Baek Ha-na/Lee So-hee (Korea Selatan), 21-15, 16-21, 19-21. Di final, Baek/Lee akan melawan Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti