Sekali lagi, Inter Milan membuktikan mentalitas juara. Kekalahan di Liga Champions tak memengaruhi performa di Serie A. Inter unggul 10 poin dari AC Milan.
22 Feb 2026 05:07 WIB · Olahraga
AFP
LECCE, MINGGU — Inter Milan membuktikan ketangguhan mental mereka ketika bertandang ke kandang Lecce, Stadion Via del Mare, Minggu (22/2/2026) WIB. Setelah pulang dengan hasil negatif dari gim Liga Champions kontra Bodo/Glimt, hasil itu tidak memengaruhi keperkasaan ”I Nerazzurri” di Liga Italia.
Skuad asuhan Cristian Chivu seakan tidak terpengaruh dengan kekalahan menyakitkan dari Norwegia pada laga pertama playoff Liga Champions tengah pekan lalu. Mereka menunjukkan tidak ada blok mental sehingga bisa kembali ke jalur kemenangan berkat membungkam Lecce, 2-0.
Padahal, perjalanan laga pekan ke-26 itu tidak mudah dan menguras energi psikologis Inter. Ambisi menang ditampilkan sejak sepak mula dengan mengurung pertahanan Lecce, yang berada di peringkat ke-17. Namun, Inter gagal menciptakan gol pada babak pertama.
Perayaan gol sempat tercipta di menit ke-53 ketika bek sayap kiri, Federico Dimarco, menggetarkan jala gawang tim tuan rumah. Sayang, gol itu dianulir oleh asisten wasit video (VAR) akibat adanya off-side dalam proses gol tersebut.
Pembatalan gol itu tidak menyurutkan semangat juang Marcus Thuram dan kawan-kawan. Gol yang ditunggu akhirnya hadir di menit ke-75 melalui sepakan gelandang pengganti, Henrikh Mkhitaryan, saat waktu normal tersisa 15 menit.
Pada menit ke-82, bek tengah Manuel Akanji mengunci tiga poin Inter sekaligus memperlebar keunggulan menjadi 10 poin di puncak klasemen. Pemain timnas Swiss itu menyundul bola untuk menyambut sepak pojok dari Dimarco.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/22/4c2fb10f389be0b365dae0f670cb94df-wires_photo_16_.jpg)
”Kami menyadari kesulitan yang kami alami. Kami harus meraih sendiri segalanya di atas lapangan. Tidak ada hasil yang didapatkan tanpa usaha optimal,” kata Pelatih Inter Cristian Chivu seusai laga seperti dikutip La Gazzetta dello Sport.
Setelah menang atas Lecce, Chivu menekankan fokus timnya untuk berjuang sekuat tenaga di playoff Liga Champions. Ia optimistis kans Inter lolos ke babak 16 besar belum sirna.
”Kami harus menjadi versi terbaik dari diri kami. Persaingan masih terbuka lebar. Belum ada yang dipastikan lolos,” ujarnya.
Apresiasi pantas diluapkan Chivu kepada anak asuhannya. Selain mampu memberikan respons positif jelang menyambut laga kedua kontra Bodo/Glimt di Stadion San Siro, Rabu (25/2/2026) mendatang, Inter menyajikan kedalaman skuad yang baik.
Di tengah situasi untuk balik ke jalur kemenangan, Chivu tidak membawa penyerang utama dan kapten tim, Lautaro Martinez. Bomber asal Argentina itu menderita cedera saat menghadapi Bodo/Glimt.
Selain itu, lini tengah Inter juga tidak dalam kondisi terbaik. Dua andalan, Hakan Calhanoglu dan Nicolo Barella, harus absen akibat mendapat akumulasi kartu kuning.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/22/bbdeb3fb43494d6b3d1ff761e36a6ecd-wires_photo_13.jpg)
Ketika 11 pemain pertama di Via del Mare gagal menghadirkan gol, dua pergantian Chivu memasuki laga berjalan satu jam menghadirkan solusi bagi kebuntuan serangan I Nerazzurri. Mkhitaryan dan Akanji masuk pada menit ke-60 untuk masing-masing menggantikan Petar Susic dan Stefan de Vrij.
Keputusan taktik Chivu itu dilanjutkan pula dengan tidak memainkan Luis Enrique, Alessandro Bastoni, dan Thuram secara penuh. Kebugaran mereka penting bagi Inter untuk menyambut ritorno atau laga kedua menghadapi Bodo/Glimt. Inter harus menang dengan selisih tiga gol untuk lolos ke babak 16 besar.
Akanji mengatakan, semua pemain Inter memiliki peran yang sama untuk klub. Bermain sebagai pemain utama atau cadangan, tambah Akanji, dirinya selalu berusaha memberikan kontribusi maksimal.
”Saya tidak berpikir ada dua tim Inter yang berbeda—bermain di Liga Italia dan Liga Champions—sebab kami selalu berusaha menampilkan yang terbaik. Saya yakin kami memiliki kesempatan untuk membalikkan keadaan menghadapi Bodo/Glimt,” tutur Akanji kepada DAZN.
Tiga poin dari kandang Lecce melanjutkan catatan kemenangan Inter dalam tujuh laga beruntun Liga Italia. Bahkan, mereka selalu menang dalam sembilan gim tandang berturut-turut di kompetisi domestik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/22/c07db4dccbc262627e7360a784c878e8-wires_photo_18_.jpg)
Keperkasaan Inter itu menyebabkan persaingan scudetto musim ini berpeluang rampung lebih dini dibandingkan musim-musim terdahulu. Inter sudah mengemas 64 poin. Pesaing terdekat, AC Milan, memiliki 54 poin setelah menjalani gim ke-26, Senin (23/2/2026) WIB, kontra Parma di San Siro.
Kondisi kontras dialami Juventus. Hasil memalukan 2-5 dari Galatasaray di Istanbul tengah pekan lalu masih membayangi ”Si Nyonya Besar” pada gim kontra Como di Stadion Allianz Arena, Sabtu (21/2/2026).
Juve tumbang 0-2 dari Como lewat dua gol tepat sasaran yang dihasilkan tim milik Grup Djarum itu. Como mencetak gol melalui Mergim Vojvoda pada menit ke-11 setelah memanfaatkan kesalahan operan pemain Juve, Weston McKennie.
Melalui skema fast-break, Como memperlebar keunggulan lewat sepakan Maxence Caqueret di menit ke-61. Itu adalah kemenangan pertama Como di kandang Juve sejak 1951. Como pun untuk kali pertama di era Liga Italia mampu mengalahkan Juve pada dua laga dalam satu musim.
Tiga kekalahan beruntun dalam satu pekan terakhir membuat Juve semakin terpuruk. Kans untuk menembus zona empat besar semakin sulit. Roma berpeluang memperlebar jarak dari Juve menjadi empat poin andai mengalahkan Cremonese, Minggu ini.
Di sisi lain, Juve mampu didekati Como di peringkat keenam dengan tersisa selisih satu poin. Tak hanya Como, Atalanta yang menghuni posisi ketujuh juga bisa mendekat ke Si Nyonya Besar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/22/5ee2fec82ff45711fb7e48b7d5117ae9-Italy_Serie_A_Soccer_2.jpg)
Pelatih Juve Luciano Spalletti mengakui masalah psikologis menjadi penyebab performa anjlok timnya sejak memasuki Februari. Sudah lima gim dilalui Juve tanpa kemenangan.
”Lawan terberat kami adalah diri sendiri. Jika kami tidak bisa mencapai level psikologis dan teknis terbaik, maka kami tidak akan bisa mencapai hasil yang diinginkan,” ucap Spalletti dilansir Tuttosport.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra