BULU TANGKIS

Tim Piala Uber Indonesia Hadapi Denmark di Perempat Final

Undian mempertemukan Indonesia dengan Denmark pada perempat final kejuaraan Piala Uber. Kedua tim punya peluang seimbang lolos ke semifinal.

29 Apr 2026 21:15 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

HORSENS, RABU — Tim bulu tangkis putri Indonesia akan melawan Denmark pada semifinal Piala Uber. Dengan sistem gugur, tak ada pilihan selain memenangi pertandingan jika ingin bertahan lebih lama dalam kejuaraan beregu tersebut.

Kepastian pertemuan kedua tim ditentukan melalui undian yang diselenggarakan BWF di Horsens, Denmark, Rabu (29/4/2026). Undian dilakukan dengan menempatkan tim juara dari empat grup pada babak penyisihan lebih dulu, lalu mengundi tim berperingkat kedua untuk menjadi lawan juara grup. Akan tetapi, ada catatan bahwa perempat final tidak mempertemukan dua tim dari grup yang sama.

Indonesia, sebagai juara Grup C, mendapat Denmark (peringkat kedua Grup A) sebagai lawan yang akan dihadapi pada perempat final sesi kedua, Kamis mulai pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB. Pemenang pertandingan tersebut akan berhadapan dengan pemenang Korea Selatan melawan Taiwan di semifinal. Perempat final lain mempertemukan Jepang dan Thailand serta Malaysia dengan juara bertahan China.

Ni Kadek Dhina Amartya Pratiwi bermain pada partai ketiga Indonesia melawan Taiwan pada penyisihan Grup C Piala  Uber. Dhinda kalah dalam laga di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026) tersebut.

Indonesia tinggal berharap pada tim putri dalam kejuaraan beregu dua tahunan ini setelah tim Piala Thomas gagal ke perempat final. Fajar Alfian dan kawan-kawan kalah bersaing dengan Thailand dan Perancis sebagai peringkat teratas dan kedua Grup D. Indonesia berada di peringkat ketiga setelah kalah 1-4 dari Perancis, Selasa, meski menang atas Aljazair dan Thailand. Padahal, tim ”Merah Putih” masih bisa lolos ke perempat final seandainya memenangi dua partai atas Perancis.

Hasil tersebut lebih buruk dibandingkan ketika mencapai final pada Piala Thomas 2024 di Chengdu, China. Tim Piala Thomas Indonesia bahkan untuk pertama kalinya tersingkir pada fase penyisihan grup.

Undian fase gugur kejuaraan Piala Uber.

Maka, untuk setidaknya membayar kekecewaan tim dan penggemar bulu tangkis di Tanah Air, Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan harus memanfaatkan kesempatan tampil di perempat final meski melawan tim tuan rumah yang akan mendapat dukungan lebih banyak penonton.

Indonesia dan Denmark sudah bertemu tujuh kali di Piala Uber, tetapi belum pernah bersaing sejak Piala Uber 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia. Sejak pertama kali bertemu pada penyisihan grup di Kuala Lumpur pada 1984, Indonesia unggul 5-2, salah satunya menang 5-0 dalam penyisihan grup 2010.

Di Horsens, peluang kedua tim berimbang jika melihat statistik setiap atlet. Berdasarkan peringkat dunia per 28 April, yang digunakan BWF untuk menentukan peran setiap atlet dalam tim pada fase gugur, terdapat perubahan di sektor tunggal putri Denmark dan ganda putri Indonesia.

Mia Blichfeldt (ranking ke-15 dunia), yang menjadi tunggal kedua pada penyisihan grup, naik menjadi tunggal pertama. Dia bertukar tempat dengan Line Christophersen (20). Adapun posisi tunggal ketiga tetap ditempati Line Hoejmark Kjaersfeldt (25).

Posisi tunggal putri Indonesia tidak berubah, yaitu Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, lalu Ester Nurumi Tri Wardoyo. Akan tetapi, ada perubahan di sektor ganda. Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum naik menjadi ganda pertama, bertukar posisi dengan Febriana Dwipuji Kusuma. Peran ganda ketiga tetap ditempati Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti.

Meski demikian, siapa pun yang akan diturunkan, ganda putri Indonesia harus siap dengan perubahan formasi yang kerap dilakukan tim Denmark. Denmark punya semifinalis Kejuaraan Eropa, Katherine Vang/Mette Werge, tetapi Vang tidak menjadi bagian dari tim Piala Uber. Werge pun bermain bersama Amelie Cecille Kudsk. Duet Simona Pilgaard/Signe Schulz juga dipisah dan dipasangkan dengan pemain berbeda saat penyisihan grup.

Febi Setianingrum bertahan dari serangan lawan saat tampil pada partai keempat Indonesia melawan Taiwan pada penyisihan Grup C Piala Uber di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). Kemenangan Rachel Alessya Rose/Febi membuat skor kedua tim menjadi 2-2.

Pada tunggal putri, pemain pertama di kedua tim, Putri dan Blichfeldt, sudah empat kali bertemu dan berbagi dua kemenangan. Dalam dua pertemuan terakhir, Blichfeldt mengalahkan Putri di final Hylo Terbuka, Jerman, pada 2025, lalu Putri menang pada babak pertama All England 2026. Namun, di All England, Putri menang karena Blichfeldt tak dapat menyelesaikan pertandingan karena cedera.

Untuk dua partai tunggal lainnya, Denmark memiliki Christophersen dan Kjaersfeldt yang lebih berpengalaman tampil di turnamen BWF World Tour dibandingkan Thalita, Dhinda, dan Ester. Christophersen, misalnya, menjadi perempat finalis All England pada Maret, sementara Kjaersfeldt mencapai perempat final di Malaysia Terbuka pada awal tahun. Kedua turnamen itu berlevel Super 1000.

Meski demikian, skuad muda Indonesia berusia 18-20 tahun itu tetap memiliki peluang karena belum pernah berhadapan dengan atlet-atlet Denmark tersebut. Itu artinya, setiap pemain memiliki start yang sama untuk saling mempelajari.

PBSI meminta maaf

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian menyampaikan permohonan maaf terkait hasil yang didapat tim Piala Thomas Indonesia. ”Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui, Perancis tampil lebih baik. Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Perancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” ujarnya.

Muhammad Shohibul Fikri mengembalikan smes lawan pada pertandingan Indonesia melawan Perancis dalam penyisihan Grup D Piala Thomas dai Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). Fajar Alfian/Fikri menjadi satu-satunya wakil yang menang dalam kekalahan Indonesia 1-4.

Kapten tim Piala Thomas Indonesia, Fajar Alfian, juga menyampaikan hal serupa. Berpasangan dengan Muhammad Shohibul Fikri, Fajar menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menyumbangkan kemenangan ketika melawan Perancis. Mereka bermain pada partai terakhir sambil menahan tangis dan menang atas Christo Popov/Toma Junior Popov.

”Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Perancis juga tampil sangat baik. Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” kata Fajar.

PP PBSI juga menyampaikan, hasil tim Piala Thomas menjadi bahan evaluasi penting untuk pembinaan. Fokus ke depan akan diarahkan pada peningkatan konsistensi performa, kesiapan fisik, serta mental bertanding, khususnya dalam menghadapi tim-tim dengan fleksibilitas komposisi pemain seperti yang ditunjukkan oleh Perancis.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar