Jumlah korban tewas akibat longsor Banjarnegara bertambah menjadi tiga orang setelah tim SAR mengevakuasi satu jenazah dari lokasi.
19 Nov 2025 15:12 WIB · Lingkungan
Kompas/Ferganata Indra Riatmoko
BANJARNEGARA, KOMPAS — Jumlah korban meninggal akibat bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, bertambah. Penambahan itu terjadi setelah tim SAR menemukan dan mengevakuasi satu jenazah korban tanah longsor pada Rabu (19/11/2025) pukul 13.09 WIB.
Dengan temuan jenazah itu, jumlah korban yang meninggal akibat tanah longsor menjadi tiga orang. Dua orang di antaranya telah teridentifikasi, yakni Lewih (40) dan Darti (29).
”Betul, ada penemuan korban, tetapi masih proses evakuasi. Korban dari site A2 (sektor A bagian 2),” ujar Koordinator Manajemen Informasi Kantor SAR Semarang Heri Sunandar, Rabu, di pos komando Kecamatan Pandanarum.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/19/dc8d636df4ee8317110e54b5ab7c655a-WhatsApp_Image_2025_11_19_at_14.04.18_2_.jpeg)
Berdasarkan informasi dari tim SAR, korban diduga seorang perempuan bernama Dangseng, warga RT 003 RW 003 Dusun Situkung. Penemuan jenazah korban itu terjadi setelah adanya laporan dari pihak keluarga yang berhasil menyelamatkan diri, tetapi tak sempat menyelamatkan Dangseng.
Keluarga meyakini posisi terakhir Dangseng berada di dalam rumah yang tertimbun. Dalam operasi pencarian dan pertolongan pada Rabu sejak pukul 06.00 WIB itu, keluarga Dangseng mendesak tim SAR untuk menggali timbunan yang diyakini menjadi lokasi korban. Keyakinan itu terbukti benar.
Jenazah korban saat ini sedang dievakuasi untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Hj Anna Lasmanah, Banjarnegara. Identifikasi dan pencocokan data korban akan dilaksanakan oleh Tim Identifikasi Korban Bencana (Disaster Victim Identification/DVI) Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
”Tim DVI Polda Jateng telah disiagakan sejak hari pertama bencana tanah longsor terjadi,” kata Kepala Kepolisian Resor Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Mariska Vendi Susanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/19/b17b4c3c62a5ce738c89262a9b87df7c-WhatsApp_Image_2025_11_19_at_14.04.20_2_.jpeg)
Sebelumnya diberitakan, bencana tanah longsor itu menerjang permukiman warga Dusun Situkung pada Minggu (16/11/2025) pukul 15.30 WIB. Material longsoran itu berasal dari runtuhan bukit di sisi utara yang dinamai Bukit Guntur oleh warga.
Puncak atau mahkota bukit runtuh dan menimbulkan kerusakan seluas 10-11 hektar dengan bentang tanah longsor lebih dari 1 kilometer.
Hingga Rabu siang, terdapat tiga korban meninggal akibat bencana tanah longsor itu. Selain itu, sebanyak 25 orang masih dalam pencarian. Adapun 931 warga mengungsi. Mereka mengungsi ke 68 lokasi pengungsian yang terdiri atas gedung, kantor, aula, gedung olahraga, dan rumah warga.
Selain operasi pencarian korban, pemerintah juga mulai memikirkan hunian sementara dan hunian tetap untuk para pengungsi. ”Kami menyiapkan lahan untuk hunian sementara dan hunian tetap,” ujar Komandan Tanggap Darurat Tanah Longsor Pandanarum Letnan Kolonel (CZI) Teguh Prasetyanto.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/11/18/40b319da7ebc6b933fce3a94b09ed309-20251118DRA5611.jpg)
Teguh mengatakan, lahan yang disiapkan seluas 2-3 hektar dan berada di wilayah Desa Pandanarum. Lahan tersebut bersebelahan dengan Lapangan Desa Pandanarum yang relatif datar. Lokasi lahan itu cukup jauh dari Dusun Situkung.
”Pembangunan hunian sementara berlangsung dalam masa tanggap darurat,” kata Teguh yang juga Komandan Komando Distrik Militer 0704/Banjarnegara.
Kami menyiapkan lahan untuk hunian sementara dan hunian tetap.
Pembangunan hunian sementara tersebut diharapkan selesai maksimal pada 29 November 2025, yakni saat berakhirnya masa tanggap darurat yang ditetapkan oleh Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.
Ke depan, hunian sementara yang telah dibangun itu secara bertahap akan dibangun menjadi hunian tetap. Warga yang harus pindah permanen ke lokasi baru ialah warga RT 002, 003, dan 004 di RW 003 Dusun Situkung yang hampir seluruhnya musnah diterjang tanah longsor.
Akan tetapi, tim juga melakukan asesmen untuk masyarakat yang terdampak di dusun sekitar dan harus dipindahkan sebagai upaya mitigasi.
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Haris FirdausPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra