Iran mengakhiri mimpi Indonesia ke semifinal Kejuaraan Kontinental AVC 2026. Namun, Indonesia menyamai pencapaian terbaik saat debut 47 tahun lalu.
29 Agt 2026 13:18 WIB · Olahraga
AVC
TIANJIN, JUMAT — Kendati terhenti di perempat final, timnas bola voli putri Indonesia sukses menembus lima besar AVC Volleyball Continental Championship atau Kejuaraan Kontinental AVC 2026. Pencapaian terbaik yang juga melampaui target ini jadi modal berharga menatap ajang level Asia lainnya, Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Peluang Indonesia melaju ke semifinal di Kejuaraan Kontinental AVC 2026 kandas di tangan Iran. Pada laga perempat final di Gimnasium Tianjin Olympic Center, China, Jumat (28/8/2026), Indonesia takluk 1-3 (25-19, 16-25, 12-25, 17-25) dari Iran.
Meski gagal menembus persaingan empat besar, Mediol Yoku dan kawan-kawan tetap pulang dengan kabar baik. Mereka mampu mengakhiri perjalanan sebagai peringkat kelima di ajang yang dulu bernama Kejuaraan Asia ini.
Hal itu diketahui lewat klasemen setelah laga perempat final. Dengan posisi empat besar, masih akan diperebutkan China, Iran, Jepang, dan Thailand, peringkat kelima hingga ke-12 sudah bisa diketahui.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/29/e3daf2af1649259a98e0f5ab0e5f94cb-2026_08_28_1698.jpg)
Indonesia menempati posisi kelima dengan torehan enam poin, hasil dari dua kemenangan dari empat pertandingan. Jumlah poin dan kemenangan tim ”Merah Putih” ini sebenarnya sama dengan Korea Selatan yang berada di posisi keenam.
Namun, Indonesia lebih unggul dari rasio kemenangan set. Tim asuhan pelatih Marcos Sugiyama ini berhasil merebut tujuh set kemenangan, sedangkan Korea Selatan hanya enam.
Posisi kelima pun adalah pencapaian terbaik Indonesia lebih dari 40 tahun terakhir. Indonesia terhitung sudah 11 kali tampil di Kejuaraan Kontinental AVC sejak edisi 1979 di Hong Kong.
Dalam ajang ini, pencapaian terbaik Indonesia adalah menempati peringkat kelima. Namun, capaian itu sudah berusia puluhan tahun karena Indonesia terakhir kali meraihnya saat debut.
Pada edisi 2019 atau pada penampilan terakhir di ajang tersebut, Indonesia menempati posisi ke-8. Artinya, penampilan pada edisi tahun ini menjadi aksi perdana di panggung tersebut dalam tujuh tahun.
Kami berharap pengalaman menghadapi tim-tim Asia selama turnamen dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan skuad Merah Putih.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/21/8e77c7458799eaec58af4d50158a6ad8-Gemini_Generated_Image_pzdsvppzdsvppzds.jpg)
”Kami berharap pengalaman menghadapi tim-tim Asia selama turnamen dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan skuad Merah Putih,” kata manajer timnas putri, Luciana Taroreh.
Laga melawan Iran, misalnya, memberikan pengalaman dan pelajaran tentang konsistensi permainan. Menurut Luciana, perbedaan utama dalam pertandingan melawan Iran terlihat pada kemampuan menjaga performa ketika memasuki poin-poin penting.
Iran dinilai mampu mempertahankan ritme lebih baik. Sementara itu, Indonesia masih kerap kehilangan momentum akibat permainan yang belum stabil.
”Permainan Iran lebih konsisten pada momen-momen penting. Sementara itu, tim kami masih perlu meningkatkan konsistensi permainan dan meminimalkan unforced errors agar dapat bersaing lebih baik di level ini," ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/08/26/994804c1-619c-485f-98ad-7b80158c06d6.jpg)
Kejuaraan Kontinental AVC diikuti 12 tim Asia terbaik, termasuk China dan Jepang yang menempati 10 besar dunia. Ada pula Thailand yang merupakan juara bertahan dan Vietnam sebagai juara AVC Nations Cup 2025 yang juga diikuti negara-negara Asia.
Dalam perjalanan menuju perempat final, Indonesia mampu mengalahkan Kazakhstan, 3-0 (25-22, 25-22, 25-23), untuk pertama kalinya sepanjang pertemuan dengan tim tersebut. Selain itu, Mediol Yoku dan kawan-kawan menaklukkan Australia, 3-0 (25-18, 25-17, 25-21.
Mereka hanya kalah dari Thailand, 0-3 (16-25, 18-25, 15-25), yang masih menjadi ganjalan besar di Asia Tenggara dan Asia. Namun, modal dua kemenangan sudah cukup untuk mengantarkan Indonesia ke babak delapan besar.
Meski gagal melaju ke semifinal, Indonesia bisa melihat gambaran kualitas dan posisi di antara negara Asia lainnya. Hal ini berharga untuk jadi bekal menatap ajang level Asia lainnya, Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Terlebih, menurut Wakil Ketua bidang Pembinaan dan Prestasi PBVSI, Loudry Maspaitella, kerangka tim tidak akan berubah untuk Asian Games. Hanya akan ada perubahan minor untuk sejumlah nama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/08/26/6c19df87-385c-47f6-863b-819bf384c657.jpg)
Di Aichi-Nagoya 2026, Indonesia tergabung di Pul A bersama Jepang dan Nepal. Ini akan jadi penampilan perdana setelah absen pada edisi sebelumnya di Hangzhou 2022. Indonesia terakhir tampil di ajang tersebut saat finis pada peringkat ketujuh di Jakarta-Palembang 2018.
Finis sebagai peringkat kelima di Kejuaraan Kontinental AVC juga berarti melampaui target yang ditetapkan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI). Sebelum berangkat ke Tianjin, Ketua Umum Pengurus Pusat PBVSI Imam Sudjarwo mengatakan, timnas putri ditarget menembus enam besar.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul