Transfer Rumit Andy Robertson dalam Hening Bursa Januari

Dari hangatnya rumor transfer Robertson dari Liverpool ke Tottenham, terpancar jendela transfer yang sangat hening jelang penutupan. Klub-klub besar menahan belanja.

27 Jan 2026 15:35 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

LIVERPOOL, SELASA — Setelah gebrakan Manchester City pada awal tahun yang mendatangkan dua pemain bintang Liga Inggris sekaligus, bursa transfer Januari terkesan sangat hening. Sepekan jelang penutupan jendela, nyaris hanya rumor kepindahan bek Liverpool, Andy Robertson, ke Tottenham Hotspur yang menyita perhatian. Transfer itu pun berpotensi besar gagal.

Bursa Januari akan ditutup pada Selasa (3/2/2026) pukul 02.00 WIB. Mendekati tenggat, tidak banyak rumor tentang transfer pemain. Klub-klub besar yang biasanya agresif menambah pemain untuk menyambut paruh kedua musim tampak pasif. Padahal, jumlah pengeluaran di Liga Inggris sejauh ini baru 255 juta pound sterling (Rp 5,8 triliun), masih jauh dari catatan musim lalu (437,33 juta pound atau Rp 10 triliun).

Saking sepi, isu terhangat hanyalah tentang Robertson yang akan habis kontrak pada musim panas nanti. Menurut The Athletic, Tottenham sudah bersepakat dengan Liverpool untuk mendatangkan bek sayap 31 tahun itu pada Rabu lalu. Namun, Liverpool tiba-tiba berubah pikiran dan menghentikan negosiasi untuk sementara waktu pada awal pekan ini.

Liverpool membutuhkan pemain pengganti jika Robertson pergi. Mereka berniat mengambil kembali Kostas Tsimikas yang dipinjamkan ke klub Italia, AS Roma. Masalahnya, skenario pengembalian membutuhkan persetujuan kedua tim. Roma enggan menyetujui sebelum bisa mendatangkan pemain baru. Semua tim pun saling tunggu.

Dua pemain Tottenham Hotspur mengepung pemain Liverpool, Andrew Robertson, yang sedang menguasai bola. The Lilywhites berhasil membuat 11 peluang selama laga dengan 6 tembakan diantaranya tepat mengarah ke gawang.
Quote

Saya pikir saya membutuhkan semua pemain saya.

Terlepas dari berhasil atau tidak, isu transfer rumit itu terasa aneh bagi Liverpool. Robertson memang berpotensi pergi dengan status bebas transfer seandainya tidak dilepas di jendela ini, tetapi ”Si Merah” masih membutuhkan jasa sang pemain veteran. Tim asuhan Pelatih Arne Slot itu belum mampu menemukan keseimbangan di lini belakang.

Slot terlihat belum sepenuhnya yakin dengan bek sayap baru, Milos Kerkez. Seperti di laga terakhir versus Bournemouth, contohnya. Kerkez digantikan Robertson tepat setelah turun minum karena tampil buruk. ”Saya pikir saya membutuhkan semua pemain saya,” kata Slot, saat ditanya tentang isu Robertson, kepada Sky Sports.

Kepergian Robertson hampir pasti akan membuat pertahanan Liverpool semakin bermasalah. Virgil van Dijk dan rekan-rekan sudah kemasukan 32 gol dari 23 laga sejauh ini. Adapun saat menjuarai Liga Inggris musim lalu, mereka hanya kemasukan 41 gol dari 38 pertandingan.

Selain soal Robertson, Liverpool terbilang sangat pasif dalam bursa transfer kali ini. Padahal, mereka membutuhkan suntikan tenaga baru di lini belakang. Si Merah mengalami krisis bek tengah, sampai harus menggunakan gelandang Wataru Endo ketika kalah dari Bournemouth. Mereka hanya mendatangkan bek 18 tahun dari Austria Vienna, Ifeanyi Ndukwe, untuk musim panas.

Liverpool hanyalah satu dari banyak klub besar yang tidak terlalu antusias dengan jendela transfer di paruh musim. Arsenal, Chelsea, dan Manchester United juga belum mendatangkan pemain, bahkan rumor kepindahan saja sangat minim. Mereka lebih fokus memanfaatkan materi skuad yang tersedia saat ini.

Pemain Arsenal Ethan Nwaneri menggiring bola saat melawan Bolton Wanderers pada laga Piala Liga Inggris di Stadion Emirates, Londong, Rabu (25/9/2024).

Tren tersebut tampak wajar jika becermin dari transaksi di musim panas lalu. Liverpool, Arsenal, Chelsea, dan MU merupakan empat dari lima tim yang mencatat pengeluaran lebih dari 200 juta pound (Rp 4,5 triliun). Mereka sudah jorjoran di jendela sebelumnya sehingga sedikit berhemat kali ini. Adapun Liverpool menjadi tim terboros dengan pengeluaran 446,5 juta pound (Rp 10,2 triliun).

Arsenal yang mengalami krisis pemain akibat cedera pada periode yang sama di musim lalu bahkan kelebihan pemain. Karena itu, mereka baru saja meminjamkan gelandang berbakat Ethan Nwaneri ke Olympique Marseille. ”Ethan tidak mendapatkan menit bermain yang sebenarnya layak dia dapatkan,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta.

Klub-klub besar yang tidak terlalu agresif di musim panas, seperti City dan Tottenham, lebih banyak bergerak di jendela Januari. City sudah mendatangkan penyerang sayap Antoine Semenyo dan bek Marc Guehi. Dua pemain itu bernilai total hampir 100 juta pound (Rp 2,2 triliun). Tim asuhan Manajer Pep Guardiola menjadi yang terboros di liga sejauh ini.

Tottenham sudah mendatangkan gelandang ternama Conor Gallagher dari Atletico Madrid. Mereka masih memburu beberapa pemain, termasuk Robertson, untuk bisa menjauh dari papan bawah klasemen. Adapun Tottenham berada di peringkat ke-14 klasemen sementara, hanya terpaut delapan poin dari zona degradasi.

Tim medioker, seperti Aston Villa dan Nottingham Forest, justru lebih agresif jelang tenggat transfer. Villa masih memburu tanda tangan mantan penyerang tim nasional Inggris, yaitu Tammy Abraham, dari Besiktas. Forest menginginkan striker Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta, yang baru-baru ini dipanggil timnas Perancis. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti