Trump Siap Bersurat tentang Pemberlakuan Tarif ke Seluruh Dunia

Baru dua negara yang berhasil membuat kesepakatan dagang dengan AS. Uni Eropa, Korea, Jepang, dan negara lain memburu negosiasi sebelum tenggat.

04 Jul 2025 16:05 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

WASHINGTON DC, JUMAT — Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana memberi tahu negara-negara mitra dagang AS terkait pemberlakuan tarif atau bea masuk impor pada Jumat (4/7/2025) waktu setempat. Negosiasi AS dengan negara-negara mitra dagang untuk menghindari tarif tinggi yang ditetapkan sepihak oleh AS telah memasuki tahap akhir.

Batas waktu penundaan kenaikan bea masuk ke pasar AS berakhir per 9 Juli 2025. Setelah itu, beragam kenaikan tarif itu berlaku di puluhan negara, mulai dari Taiwan hingga Uni Eropa. Trump sudah mengultimatum untuk tidak menunda penerapan tarif lagi.

”Kecenderungan saya adalah mengirim surat dan mengatakan tarif apa yang akan mereka bayarkan. Itu jauh lebih mudah. Kami akan mengirim beberapa surat, mungkin mulai besok,” kata Trump, Kamis (3/7/2025).

Seperti diberitakan, pada 2 April 2025, Trump secara unilateral memberlakukan bea masuk ke berbagai negara dengan besaran 10 persen hingga 49 persen. Pada 9 April ia menunda pemberlakuan tarif ”resiprokal” itu selama 90 hari—hingga 9 Juli—dan hanya memberlakukan tarif dasar 10 persen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menari saat meninggalkan panggung setelah berpidato dalam acara Salute to America Celebration di Iowa State Fairgrounds, Des Moines, Iowa, Kamis (3/7/2025). Dia memakai topi bertuliskan MAGA alias Make America Great Again.

Negara-negara berusaha keras dalam bernegosiasi agar tidak terkena tarif tinggi AS. Namun, sejauh ini, pemerintahan Trump baru mengumumkan gencatan perang tarif dengan China selama 90 hari serta kesepakatan dagang dengan Inggris dan Vietnam.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, Kamis, memperkirakan, sekitar 100 negara hanya akan mendapatkan tarif minimal sebesar 10 persen. Menurut dia, ”serangkaian” kesepakatan perdagangan mungkin diumumkan sebelum batas waktu.

”Kita akan melihat bagaimana Presiden ingin memperlakukan mereka yang bernegosiasi, apakah dia senang bahwa mereka bernegosiasi dengan itikad baik,” ujar Bessent kepada Bloomberg Television.

Jika tarif 10 persen berlaku pada 100 negara, jumlah negara tersebut akan lebih sedikit dari yang semula akan dikenai tarif. Daftar asli tarif menunjukkan 123 yurisdiksi mendapat tarif 10 persen, sebagian besar adalah negara dan wilayah kecil, seperti Kepulauan Heard dan McDonald milik Australia yang tidak berpenghuni.

Progres negosiasi

Sejak Mei 2025, AS-Inggris sepakat mempertahankan tarif 10 persen, tetapi Inggris mendapat perlakuan istimewa untuk sektor otomotif dan mesin pesawat terbang. Pada 2 Juli 2025, Trump sepakat memangkas tarif Vietnam dari 46 persen menjadi 20 persen. Imbalannya, banyak produk AS masuk Vietnam dengan bebas bea.

Mitra dagang AS yang menghadapi tarif tinggi masih bernegosiasi, termasuk 20 persen untuk Uni Eropa, 26 persen untuk India, dan 24 persen untuk Jepang. Presiden Perancis Emmanuel Macron, Kamis, mengatakan, ia menginginkan kesepakatan perdagangan UE-AS segera tercapai.

”Kesepakatan yang tepat bagi saya adalah kesepakatan yang dicapai secepat mungkin, dengan tarif serendah mungkin, serta harus adil dan tegas,” kata Macron sembari menegaskan pentingnya pasar yang terbuka.

Macron awalnya menginginkan kesepakatan akan mencakup tarif ”nol untuk nol persen”. Namun, ekspektasi realistis saat ini adalah tarif ”10 persen untuk 10 persen”. Macron berharap, upaya pertahanan UE dan rencana pembelian gas cair AS akan menguntungkan blok tersebut dalam pembicaraan.

Presiden Perancis Emmanuel Macron (tengah) meminum minuman keras selama kunjungan satu hari untuk menandai peringatan 100 tahun penetapan asal usul yang dilindungi (AOP) pada keju biru dari susu domba, Roquefort, di di Roquefort-sur-Soulzon, Perancis selatan, Kamis (3/7/2025. Para produsen di tempat tersebut terancam terkena tarif impor Amerika Serikat yang tinggi.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Kamis, menyampaikan, UE ”siap untuk sebuah kesepakatan” dengan AS. Apabila kedua pihak tidak sepakat, tarif UE diperkirakan akan bisa lebih tinggi. Sebab, Trump pernah mengancam akan mengenakan pungutan sebesar 50 persen.

Meskipun sekutu dekat AS, Jepang mungkin tidak akan luput dari kenaikan tarif Trump. Negosiasi AS-Jepang terus berjalan, tetapi Jepang dinilai enggan membuka diri terhadap ekspor beras dan mobil AS. ”Jepang dapat membayar tarif 30 persen, 35 persen, atau berapa pun jumlahnya yang kita tentukan,” ujar Trump.

Sementara itu, negosiasi AS-India terlihat optimistis, sedangkan AS-Korea Selatan masih tersandung usulan tawaran. Menteri Perdagangan Korea Selatan Yeo Han-koo berniat meminta perpanjangan waktu penundaan tarif AS. Indonesia, Thailand, dan Kamboja sedang menanti respons AS.

Sementara itu, banyak negara dengan kenaikan tarif awal 10 persen belum bernegosiasi dengan Trump. Bahkan, negara-negara lain dengan tarif lebih tinggi juga tak kunjung mencapai kata sepakat dengan AS, sebutlah Lesotho yang tertampar tarif 50 persen.

Komponen asing

Namun, kesepakatan dagang yang telah tercapai tetap menyisakan pertanyaan. Pada Vietnam, misalnya, AS sepakat menurunkan tarif bea masuknya menjadi 20 persen. Namun, AS akan mengenakan tarif 40 persen untuk barang negara ketiga yang melalui Vietnam (transshipment).

Tidak jelas apakah produk-produk yang dirakit di Vietnam dari bahan-bahan dari luar negeri akan rentan terhadap tarif. Dalam sebuah wawancara CNBC, Kamis, Bessent mengatakan, ”sejumlah besar” produk Vietnam merupakan transshipment dari China.

Perusahaan Nike dan Adidas memiliki pabrik-pabrik di Asia Tenggara. Pabrik-pabrik penghasil sepatu dan pakaian itu sangat bergantung pada benang, kain, kancing, dan retsleting dari China.

Seorang juru bicara Nike mengatakan, perusahaan masih menyelidiki rincian kesepakatan tersebut. Adidas menolak berkomentar.

Pekerja menjahit pakaian di sebuah pabrik garmen di Provinsi Thai Nguyen, Vietnam, Rabu (2/7/2025). Vietnam, pusat manufaktur global yang bergantung pada ekspor, mencapai kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat sehingga tarif impornya turun dari 46 persen menjadi 20 persen.

Profesor Studi Mode dan Pakaian di Universitas Delaware, Sheng Lu, mengatakan, transshipment adalah ilegal, sedangkan penggunaan komponen asing sesuai aturan merupakan praktik umum. ”Mencampuradukkan dua praktik berbeda ini hanya akan menciptakan ketidakpastian yang lebih besar dan berisiko mengganggu rantai pasokan lebih lanjut,” ucapnya.

Daya tarik Vietnam sebagai lokasi pabrik alternatif China pun dapat berkurang.

”Dengan potensi tarif transshipment ini, banyak importir benar-benar mempertanyakan, apakah Vietnam benar-benar pilihan yang bagus?” ujar Lila Landis, konsultan kepatuhan bea cukai di Texas. (AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar