Hujan Tujuh Gol Arsenal Berkat Dua Hal

Dua hal sukses membuat keran gol Arsenal yang sempat tersumbat kembali mengalir deras. Hujan gol itu tampak tidak wajar bagi tim yang sedang krisis penyerang.

05 Mar 2025 07:33 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

EINDHOVEN, RABU — Manajer Arsenal Mikel Arteta tidak mengubah susunan pemain ataupun formasi. Namun, Arsenal yang sedang krisis penyerang dan kepercayaan diri di depan gawang justru mampu mencetak tujuh gol ke gawang PSV Eindhoven. Semua terjadi berkat dua hal, pendekatan taktik berisiko dan bantuan PSV.

Kemenangan 7-1 dalam laga pertama babak 16 besar Liga Champions di markas PSV, Stadion Phillips, Rabu (5/3/2025) dini hari WIB, terasa tidak nyata bagi Arsenal. Mereka bertamu dengan kondisi gagal mencetak gol dalam tiga dari empat laga terakhir. Tiba-tiba, keran gol ”Si Meriam” mengalir sangat deras.

Arsenal masih tampil tanpa penyerang murni. Gelandang Mikel Merino kembali mengemban status penyerang darurat. Namun, itu bukan masalah. Enam pemain berbeda mengambil alih dengan masuk papan skor, yaitu Ethan Nwaneri,  Jurrien Timber,  Leando Trossard, Martin Odegaard (2 gol), Merino, dan Ricardo Calafiori.

”Sangat senang dengan anak-anak setelah apa yang terjadi pada dua laga sebelumnya. Kami tidak bisa mencetak gol dan ada kebisingan di luar sana. Tidak (menduga performa tadi akan datang), tetapi inilah keindahan sepak bola. Cukup fokus melakukan yang terbaik dan semua bisa terjadi,” kata Arteta kepada UEFA.com.

Odegaard terpilih sebagai pemain terbaik di laga tersebut dengan sumbangan 2 gol dan 1 asis. Meskipun begitu, pemain paling penting untuk Arsenal adalah Timber, sang bek sayap. Timber, mantan pemain Ajax Amsterdam, tampil energik sejak awal laga melawan tim yang merupakan musuh bebuyutan saat masih di Belanda.

Arsenal's Martin Odegaard scores his side's sixth goal during the Champions League, round of 16, first leg soccer match between PSV and Arsenal at the Phillips Stadium in Eindhoven, Netherlands, Tuesday, March 4, 2025. (AP Photo/Peter Dejong)

Timber diberikan tugas ekstra. Biasanya, dia lebih banyak menunggu ruang yang bisa dieksploitasi di sayap, menyesuaikan pergerakan penyerang sayap Nwaneri. Bek 23 tahun itu lebih sering maju kali ini, termasuk masuk ke kotak penalti. Nwaneri bermain lebih ke tengah, mengisi area halfspace.

Pertahanan PSV tampak terkejut pada proses gol pembuka tim tamu. Timber tiba-tiba ada di tiang jauh untuk menyambut umpan silang dari Declan Rice. Dia kembali terlibat dalam proses gol ketiga. Timber mendribel ke area kotak penalti yang jadi kemelut dan berujung gol untuk Merino.

Timber merupakan salah satu bagian dari rencana berisiko Arteta. Sang manajer menyadari cara terbaik untuk mencetak gol adalah memperbanyak opsi di kotak penalti. Sebanyak tujuh pemain Arsenal berada di kotak penalti saat gol pertama, sementara terdapat enam pemain dalam gol kedua.

Bagi Arteta yang dikenal cukup pragmatis, strategi itu tampak tidak biasa. Nyaris hanya duo bek William Saliba dan Gabriel Magalhaes, serta gelandang bertahan Thomas Partey yang tidak diinstruksikan masuk ke kotak penalti lawan, selain kiper David Raya. Serangan sporadis itu sukses mengacaukan struktur pertahanan PSV.

Odegaard, sang kreator peluang, sangat terbantu dengan begitu banyak opsi di kotak penalti. Pertama kali sejak membela Arsenal pada 2021, dia berkontribusi tiga gol dalam satu laga. ”Kami benar-benar sangat bagus saat maju, mencetak gol, dan menciptakan peluang,” ujarnya yang sempat dikritik karena tren performa negatif.

Arsenal's Spanish coach Mikel Arteta (C) reacts during the UEFA Champions League round of 16 first leg football match between PSV Eindhoven (NED) and Arsenal FC (ENG) at the the PSV Stadion, in Eindhoven, on March 4, 2025. (Photo by JOHN THYS / AFP)

Tiga gol pada babak pertama, di antara menit ke-18 dan ke-31, menjadi momentum kemenangan Arsenal. Saat sudah unggul, mereka bermain lebih nyaman dalam penguasaan bola. PSV menipiskan ketinggalan jelang turun minum lewat penalti Noa Lang, tetapi justru semakin terpuruk setelah dua gol cepat tim tamu pada babak kedua.

Hujan gol Arsenal tidak hanya dihasilkan berkat penampilan sendiri. Mereka juga terbantu pertahanan PSV yang tampil sangat buruk. Seperti diketahui, pertahanan menjadi masalah terbesar tim asuhan Peter Bosz pada musim ini. PSV hanya mampu sekali menjaga gawang tanpa kebobolan dari 14 pertandingan terakhir.

”Kami punya dua momen penting di laga tadi. Salah satunya peluang pertama (dari Ismael Saibari) yang membentur mistar gawang (sebelum gol pembuka Arsenal). Dari sisi sepak bola, kami memang sedang tidak dalam performa terbaik. Arsenal bermain fantastis, tetapi itu juga bukan penampilan yang biasa kami tunjukkan,” kata Bosz.

Disiplin para pemain PSV di kotak penalti sangat buruk, terutama pada paruh kedua. Mereka membiarkan Odegaard dan Trossard bisa dengan mudah mengeksekusi peluang hanya dalam rentang satu menit. Pergantian bek tengah Ryan Flamingo dengan Adamo Nagalo saat jeda turun minum tidak mengubah keadaan.

Arsenal's Italian defender #33 Riccardo Calafiori (L) scores his team's seventh goal during the UEFA Champions League round of 16 first leg football match between PSV Eindhoven (NED) and Arsenal FC (ENG) at the the PSV Stadion, in Eindhoven, on March 4, 2025. (Photo by MAURICE VAN STEEN / ANP / AFP) / Netherlands OUT

Sebenarnya PSV bisa melukai Arsenal dengan serangan balik. Transisi mereka tampak berbahaya pada awal laga. ”Kami punya rencana dari hasil analisis untuk melukai mereka, tetapi Anda bisa melihat cara kami bertahan sangat buruk. Anda tidak mungkin sukses jika bermain seperti ini,” kata Bosz.

Hasil itu membuat Arsenal hampir pasti lolos ke perempat final. Laga kedua akan berlangsung di markas mereka, Stadion Emirates, pada pekan depan. Jika berhasil melaju, ”Si Meriam” akan berhadapan dengan pemenang dari duel tim sekota antara Real Madrid atau Atletico Madrid. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari