Kegagalan Manchester United karena Tumbangnya Taktik Permainan Skor Ruben Amorim

Manchester United melepaskan kesempatan emas menembus zona Liga Champions seusai ditahan imbang West Ham 1-1. Taktik permainan skor Amorim gagal total.

05 Des 2025 07:00 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MANCHESTER, JUMAT — Manchester United memperpanjang catatan nirmenang setiap kali bersua West Ham. ”Setan Merah” harus puas dengan hasil imbang 1-1 meski unggul lebih dulu. Kegemaran Manajer Ruben Amorim dalam mengunakan taktik permainan skor pada akhirnya hancur akibat kurangnya rasa lapar dari para pemain MU.

Jika beberapa manajer Liga Inggris menggunakan instrumen penguasaan bola untuk mengontrol jalannya laga, Amorim menempuh pendekatan yang agak berbeda. Manajer asal Portugal itu cenderung menggunakan permainan skor untuk mendikte cara lawan dalam bermain.

Konsep permainan skor merujuk pada upaya MU untuk mencuri gol sedini mungkin. Upaya itu ditandai dengan ambisi para pemain Setan Merah memulai laga dengan cepat demi mengejar gol secara prematur. Biasanya, Amorim akan menginstruksikan para pemainnya untuk mengeksploitasi ruang yang jadi kelemahan lawan. Serangan kemudian dipusatkan pada area tersebut dengan harapan bisa menciptkan gol.

Adakalanya tim lawan bertahan sangat dalam dan rapat untuk mencegah MU mencetak gol cepat. Namun, MU tidak kehilangan akal dengan berusaha mencuri gol lewat skema eksekusi bola mati atau ketangguhan menyambut umpan silang. Saat upaya mencetak gol lebih dulu itu berhasil, lawan berpotensi besar akan terdorong untuk maju demi mengatasi ketertinggalan.

Itulah momentum yang ditunggu Amorim. Ketika lawan bergerak maju, tercipta ruang cukup besar di antara bek dan kiper. Situasi itu memberi MU banyak kesempatan untuk menggandakan keunggulan. Di saat manajer lain menggunakan penguasaan bola untuk mengontrol laga, Amorim lebih mengedepankan permainan skor yang pada akhirnya memengaruhi psikis lawan lalu mengeruk keuntungan dari sana.

Britain Premier League Soccer

Melawan West Ham di Stadion Old Trafford, Manchester, Jumat (5/12/2025) dini hari WIB, taktik permainan skor itu pada akhirnya gagal. MU memang sukses unggul lebih dulu melalui gol Diogo Dalot pada menit ke-58. Namun, West Ham mampu menyamakan kedudukan berkat gol Soungoutou Magassa di pengujung laga.

”Kami seharusnya bisa memenangi pertandingan ketika kami mencetak gol pertama,” kata Amorim seusai laga, dikutip dari Sky Sports.

Inti dari taktik permainan skor Amorim ialah menjaga intensitas serangan setelah unggul lebih dulu. Ironisnya, tindakan itulah yang tidak dilakukan Bruno Fernandes dan rekan-rekannya di atas lapangan.

Quote

Jelas kecewa. Kami harus lebih banyak mengendalikan permainan, terutama saat bermain di Old Trafford. Sayangnya, kami tidak bisa mempertahankan hasilnya.

Setelah unggul, MU bermain sangat lembek seakan sudah puas. Namun, performa itu juga turut tercipta akibat keputusan Amorim mengganti tiga pemainnya setelah unggul. Sekitar 10 menit setelah gol Dalot, Amorim memasukkan Patrick Dorgu, Manuel Ugarte, dan Mason Mount.

Pergantian pemain itu menjadi blunder lantaran kualitas pemain cadangan MU tidak setara pemain inti. Amorim pernah mengatakan, Dorgu dan Ugarte masih berjuang meningkatkan performanya musim ini.

Britain Premier League Soccer

Selain itu, MU kesulitan mempertahankan atau menambah keunggulan akibat para pemain tampak mulai kelelahan yang menyebabkan intensitas permainan mereka mulai menurun. Indikasinya tampak saat Jarrod Bowen bisa dengan leluasa menyundul bola hasil sepak pojok yang diblok oleh Noussair Mazraoui. Bola liar kemudian disambar oleh Magassa.

”Jelas kecewa. Kami harus lebih banyak mengendalikan permainan, terutama saat bermain di Old Trafford. Sayangnya, kami tidak bisa mempertahankan hasilnya. Pada akhirnya kami harus introspeksi. Ini lebih karena kesalahan kami sendiri,” kata Dalot.

Sementara itu, Bowen mengapresiasi semangat timnya yang tidak luntur meski kebobolan gol lebih dulu. ”Kami mendapatkan (satu) poin yang pantas. Anda tidak boleh terlalu berkecil hati ketika tertinggal satu gol. Kami memiliki keyakinan itu dan Anda bisa melihatnya,” katanya.

Mengendurkan tempo

Kegagalan MU menjaga keunggulan hingga akhir mendapat kritik dari mantan pemainnya sendiri, Roy Keane. Ia menuding para pemain MU meremehkan West Ham dengan mengendurkan tempo permainan setelah unggul.

Keane menyesalkan hasil imbang itu. Menurut dia, MU seharusnya bisa berbuat banyak melawan West Ham yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi. ”Setelah mereka mencetak gol, mereka malah menurunkan tempo bermain melawan tim yang berada di tiga (urutan) terbawah (klasemen),” kata Keane.

Britain Premier League Soccer

”Mereka hanya menyiksa diri sendiri. Setiap kali saya menonton tim Manchester United ini, mereka mengecewakan. Mereka tidak klinis, mereka tidak cukup kejam untuk menyelesaikan tugas,” imbuhnya.

Tidak ayal hasil imbang ini terasa kekalahan besar bagi MU. Jika sukses meraih tiga poin dari West Ham, MU akan menempati posisi kelima atau zona Liga Champions. Kenyataannya, raihan satu poin justru membuat MU turun peringkat dari posisi ketujuh ke kedelapan.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan