Dubai masih aman. Itu pesan yang gencar disebarkan UEA melalui media sosial dan internet dengan ”pasukan pemengaruh”.
15 Mar 2026 15:16 WIB · Internasional
AP/Fatima Shbair
Uni Emirat Arab berupaya keras menjaga citranya sebagai tempat yang aman di tengah kecamuk perang. Seiring upaya mencegat rudal dan drone Iran, Pemerintah Uni Emirat Arab mengerahkan ”pasukan pemengaruh”.
Mereka menyebarkan foto dan video yang menunjukkan Uni Emirat Arab masih negara paling aman di dunia. Demi menjaga citranya itu, para pemengaruh di kota Dubai membanjiri media sosial dan internet dengan gambaran Dubai yang aman-aman saja.
Mereka berharap bisa membangkitkan rasa kebersamaan nasional. Sementara pihak berwenang menindak siapa pun yang membagikan rekaman video dampak serangan Iran ke dunia maya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/71a4e3c2bdc6d3f010bf982801441744-APTOPIX_Emirates_Iran_US_Israel.jpg)
Selama puluhan tahun, salah satu negara di Teluk ini dianggap sebagai oasis di kawasan Timur Tengah yang senantiasa bergejolak. Uni Emirat Arab (UEA) menobatkan diri sebagai negara teraman di dunia dan membanggakan tingkat kejahatannya yang sangat rendah.
Namun, citra baik itu kini mulai luntur, bersamaan dengan perlawanan Iran terhadap serangan AS-Israel. Iran menembakkan rudal dan pesawat nirawak jauh lebih banyak ke UEA ketimbang negara tetangganya yang lain.
Lantaran khawatir, banyak warga asing memilih keluar dari UEA sampai kondisi aman kembali. Masalahnya, sekitar 90 persen penduduk UEA adalah warga asing. Mereka tenaga kerja penting bagi UEA untuk mendiversifikasi ekonomi dari sektor minyak menuju pariwisata dan jasa.
Oleh karena itu, mempertahankan dan menarik talenta asing penting bagi UEA. Untuk mengatasi dampak perang lebih parah, pemerintah meningkatkan upaya menampilkan citra normalitas selama perang.
Pada awal perang, Presiden UEA Mohamed bin Zayed al-Nahyan berjalan bersama rombongan besarnya melalui Dubai Mall. Emaar, pengembang real estat besar yang mengelola pusat perbelanjaan terkenal, telah memperingatkan toko dan restoran agar tidak tutup atau beroperasi dengan jam kerja yang dikurangi selama perang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/8a8e2db26b0bbbd85c855af7bb9340c3-Emirates_Iran_US_Israel_2.jpg)
Bintang acara realitas Kuwait-Amerika, Ebraheem Alsamadi, yang dikenal dari ”Dubai Bling”, Sabtu (14/3/2026), dalam videonya mengatakan ia akan tetap tinggal di UEA meski ada saran dari konsuler AS untuk pergi. Ia menganggap UEA sebagai negara teraman di dunia.
”Ini sudah menjadi rumah saya selama 16 tahun terakhir. Saya tidak akan meninggalkannya. Saya akan tetap setia pada negara ini sebagaimana negara ini setia kepada saya,” ujarnya.
Sementara akun Instagram Dubai membagikan lagu kepada 5,8 juta pengikutnya dengan lirik ”Dubai aman, akan selalu aman”.
Analis geopolitik di Rane Network, Ryan Bohl, mengatakan, UEA berharap perang Iran tidak berlangsung lama sehingga orang tidak akan mengaitkan perang itu dengan UEA. Salah satu cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan meminimalkan dampak konflik terhadap UEA.
Ada rekaman video serangan pesawat nirawak dan asap mengepul di atas kota Dubai yang dibagikan di internet. Wisatawan yang menyelamatkan diri menceritakan kisah-kisah pelarian dari Dubai kepada media-media internasional. Untuk mencegah dampak lebih parah, Kepolisian Dubai memperingatkan agar tidak menyebarkan rumor, memotret atau membagikan situs keamanan atau situs penting.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/01/7cfd1848-a1c8-4e2c-aea1-0d5237fd0e26_jpg.jpg)
Otoritas sudah menangkap sekitar 300 orang. Jaksa Agung UEA memerintahkan penangkapan orang-orang yang membuat video atau konten yang menyesatkan dan dibuat-buat.
Kedutaan Besar Inggris di UEA sudah memperingatkan warga Inggris agar tidak melanggar hukum UEA dengan mengambil foto atau membagikan video dampak rudal Iran.
BBC News menyebutkan, peringatan ini dikeluarkan setelah ada seorang laki-laki warga Inggris berusia 60 tahun yang didakwa berdasarkan Undang-Undang Kejahatan Siber di Dubai. Ia diduga merekam rudal Iran di atas Dubai. Karena videonya, ia dianggap mengganggu keamanan publik.
”Otoritas UEA memperingatkan agar tidak memotret, mengunggah, atau membagikan gambar lokasi kejadian atau kerusakan akibat proyektil serta gedung-gedung pemerintah dan misi diplomatik,” sebut Kedutaan Besar Inggris di UEA.
CEO Detained in Dubai Radha Stirling mengatakan, ada 21 orang yang didakwa dengan UU itu. Mereka bisa dikenai hukuman denda atau penjara. Tindakan itu diyakini sebagai upaya mempertahankan citra bahwa UEA aman bagi wisatawan.
”Kita melihat semakin banyak orang yang didakwa berdasarkan peraturan kejahatan siber UEA,” kata Stirling.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/15/05f529834049c836f1885b7ff5a23901-Emirate_Tourism.jpeg)
Menteri Negara UEA untuk Uni Eropa Lana Nusseibeh kepada BBC mengatakan, dasar hukum soal pengendalian berbagi informasi di UEA itu diberlakukan agar semua orang merasa aman.
”Saran terbaik saya kepada semua orang yang kami sambut kehadirannya di sini: warga negara, penduduk, turis, jurnalis adalah ikuti pedoman yang ada. Penting agar informasi yang disebarkan itu kredibel dan sumbernya dapat diandalkan,” ujarnya.
Tindakan UEA memicu reaksi negatif setelah media-media Barat melaporkan penangkapan mereka. ”Strategi ini akan menjadi bumerang bagi audiens tertentu, terutama warga Barat dan negara-negara demokrasi lainnya yang terbiasa dengan kebebasan berekspresi,” kata Bohl.
Banyak perusahaan mulai mengevakuasi karyawannya dari distrik keuangan Dubai karena Iran mengancam target ekonomi yang terkait dengan AS dan Israel. Sangat penting bagi UEA, khususnya Dubai, yang tidak dapat bergantung pada minyak untuk pendapatan, untuk menunjukkan negara itu masih aman untuk investasi.
”Jika investor besar, terutama di bidang infrastruktur, teknologi, perumahan mewah, dan lainnya, tidak lagi percaya bahwa investasi mereka aman, akan mengganggu rencana diversifikasi UEA,” kata Bohl. (AFP)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar