Kompas.id Brief

Ada Apa di Balik Penembakan di Tol Tangerang-Merak?

Penembakan di Tol Tangerang-Merak menewaskan pemilik "rental" mobil. Kejadian tragis serupa terjadi di Pati medio 2024. Ada apa di balik penembakan maut ini?

04 Jan 2025 08:00 WIB · Nusantara

Oleh Tim Kompas

Apa saja yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana kronologi penembakan di Tol Tangerang-Merak?
  2. Siapakah para penembak bos rental mobil di Tol Tangerang-Merak?
  3. Siapakah Ajat dan anggota TNI yang disebut sebagai penembak mati Ilyas?
  4. Mengapa empat polisi dari Polsek Cinangka diperiksa?
  5. Peristiwa ini mengingatkan pada kasus di Pati, seperti apa kejadiannya?

Bagaimana kronologi penembakan di Tol Tangerang-Merak?

copy title

Kepolisian Resor Kota Tangerang masih memburu penembak mati pemilik rental mobil di Rest Area Kilometer 45 Tol Tangerang-Merak. Selain menewaskan pemilik rental, seorang korban lain juga menderita luka tembak.

Kepala Kepolisian Resor Kota Tangerang Kombes Baktiar Joko Mujiono menyebut, penembakan terjadi pada Kamis (2/1/2025) sekitar pukul 04.30 WIB. Ilyas Abdurrahman atau IA (48) menjadi korban penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak saat sedang melacak kendaraannya yang disewakan. IA meninggal akibat terkena tembakan di dada.

Selain menewaskan IA, penembakan ini juga mengakibatkan Ramli Abu Bakar (60) atau R yang merupakan pegawai IA tertembak di bagian bahu.

”Insiden bermula saat IA melacak mobil Honda Brio warna oranye yang dibawa penyewa. Upaya pelacakan dimulai dari Pandeglang. Korban melacak bersama timnya yang berjumlah tujuh orang menggunakan mobil Xpander warna putih,” ujar Baktiar dikutip dalam siaran Kompas TV, Jumat (3/1/2025).

Siapakah para penembak bos rental mobil di Tol Tangerang-Merak?

copy title

Polisi telah mengantongi identitas empat penembak pemilik rental mobil di Rest Area Km 45 Tol Merak-Jakarta, Kamis (2/1/2025). Kejahatan ini mengakibatkan pemilik rental, Ilyas Abdurrahman, meninggal dan satu rekannya, Ramli, kritis.

Kepala Seksi Humas Polresta Tangerang Inspektur Dua Purbawa, Jumat (3/1/2025), mengatakan, saat ini penyidik sudah mengantongi identitas keempat pelaku yang diduga melakukan penembakan. ”Saat ini Kasatreskrim dan tim sedang mengejar pelaku,” katanya.

Selain melakukan pengejaran, pihaknya juga memeriksa tujuh saksi untuk memperkuat alat bukti. Ketujuh saksi yang diperiksa adalah empat warga yang berada di lokasi kejadian dan tiga anggota keluarga korban yang ikut mengejar pelaku.

Purbawa menjelaskan, selain keterangan saksi, pihaknya juga terus mengumpulkan bukti lain yang dikumpulkan dari lokasi kejadian. Alat bukti itu, seperti lima selongsong peluru kaliber 9 mm merek Luger dan satu unit mobil Brio warna oranye.

”Saat ini selongsong peluru pun sudah dibawa ke Pusat Laboratorium Forensik untuk mengetahui dari mana peluru ini berasal,” katanya.

Siapakah Ajat dan anggota TNI yang disebut penembak mati Ilyas?

copy title

Polisi menangkap Ajat Supriatna, penyewa mobil rental milik Ilyas Abdurrahman yang tewas tertembak di Km 45 Tol Merak-Jakarta, Kamis (2/1/2024). Walau bukan penembak Ilyas, dia adalah orang yang mencari mobil sewaan untuk kemudian dijual melalui seorang penadah.

Kasat Reskrim Polres Pandeglang Inspektur Satu Alfian Yusuf, Jumat (3/1/2025), mengatakan, Ajat ditangkap di rumah saudaranya yang terletak di Kecamatan Picung, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Berdasarkan informasi, ada dua pelaku yang telah ditangkap. Pertama adalah IM dan kemudian Ajat. Peran Ajat adalah mencari mobil sewaan untuk kemudian diserahkan kepada IM, penadah mobil rental hasil curian.

Penembak Ilyas diduga anggota TNI yang disebut membeli mobil sewaan yang dicuri dari korban seharga Rp 40 juta. ”Selanjutnya, AS akan diserahkan kepada Polresta Tangerang untuk pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Terkait adanya dugaan penembak adalah anggota TNI AU, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Ardi Syahri membantah hal itu.

Penyelidikan mendalam dilakukan Dinas Pengamanan dan Persandian TNI AU, Polisi Militer TNI AU, serta hasil koordinasi bersama Reskrim Polresta Tangerang menunjukkan bahwa tidak terdapat keterlibatan anggota TNI AU dalam insiden tersebut.

Mengapa empat polisi dari Polsek Cinangka diperiksa?

copy title

Imbas penolakan pendampingan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Cinangka terhadap kasus pencurian mobil, Kepala Polsek dan tiga petugas Polsek Cinangka diperiksa bagian Profesi dan Pengamanan Kepolisian Resor Cilegon yang berada di wilayah Kepolisian Daerah Banten. Dari pengabaian permintaan tersebut, berdampak pada penembakan penyewa mobil yang menghilangkan nyawa pemilik usaha persewaan mobil.

Pemeriksaan ini dibenarkan Kapolres Cilegon Ajun Komisaris Besar Kemas Indra Natanegara, Jumat (3/1/2025).

”Ada empat petugas yang sekarang diperiksa, termasuk di antaranya Kapolsek Cinangka,” katanya.

Pemeriksaan tersebut tidak lain untuk mengklarifikasi mengenai kabar penolakan pendampingan yang disampaikan oleh keluarga korban. Dia menuturkan, Kapolsek Cinangka Ajun Komisaris Asep Iwan Kurniawan sudah membeberkan kronologis kejadian, mulai dari kedatangan keluarga korban hingga alasan penolakan pendampingan.

Dari keterangan yang disampaikan Kapolsek Cinangka  Ajun Komisaris Asep Iwan Kurniawan diketahui bahwa pada Kamis (2/1/2025), sekitar pukul 03.10 WIB, tujuh orang datang ke Kantor Polsek Cinangka menggunakan mobil minibus.

Peristiwa ini mengingatkan pada kasus di Pati, seperti apa kejadiannya?

copy title

Dua video yang menampilkan kekerasan oleh sejumlah orang kepada tiga orang yang sedang terkapar tak berdaya beredar di media sosial. Peristiwa yang terjadi pada Kamis (6/6/2024) ramai di medsos selama berminggu-minggu.

Berdasarkan penyelidikan polisi, kedua video itu sama-sama diambil di Dukuh Soko, Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (6/6/2024) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Pati Komisaris M Alfan Armin M mengatakan, peristiwa itu bermula ketika BH (52), warga DKI Jakarta, bersama SH (28), KB (54), dan AS (37) hendak mengambil mobil milik BH yang berdasarkan sistem pemosisi global (GPS) mobil berada di Dukuh Soko.

Mobil itu disewakan BH kepada seseorang, tetapi penyewa tidak dapat dihubungi sehingga BH memutuskan menghampiri dan berencana membawa pulang mobilnya tersebut.

Saat tiba di lokasi, mereka menemukan mobil tersebut terparkir di halaman depan rumah seorang warga berinisial AG. BH kemudian membuka dan membawa mobil tersebut dengan kunci cadangan. Warga yang melihat kejadian itu lantas berteriak ”maling-maling”. Semua itu berujung pengeroyokan hingga BH tewas.

Dari investigasi polisi kemudian ditemukan banyak kendaraan bermotor hasil curian atau penggelapan yang ada di sebagian wilayah Pati.


Kerabat Kerja

Penulis:

Tim Kompas
 | 

Editor:

Neli Triana
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari