Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini?
- Bagaimana AS-Iran akhirnya sepakat untuk gencatan senjata?
- Siapa saja yang berperan penting sehingga gencatan senjata terwujud?
- Apa saja poin kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS?
- Bagaimana respons berbagai pihak?
- Apa dampak kesepakatan tersebut terhadap harga minyak?
Bagaimana AS-Iran akhirnya sepakat untuk gencatan senjata?
Perang AS-Israel terhadap Iran telah berlangsung sebulan lebih. Setelah beberapa kali terancam gagal, Washington dan Teheran sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan. Kedua pihak akan lanjut berunding di Islamabad, Pakistan, pada 10 April 2026.
Pakistan, AS, dan Iran mengumumkan kesepakatan itu pada Rabu (8/4/2026) dini hari WIB. Pengumuman keluar hanya satu jam sebelum Presiden AS Donald Trump merealisasikan rencananya untuk menyerang berbagai fasilitas sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, karena tak kunjung membuka Selat Hormuz.
Iran juga dikabarkan sepakat. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyetujui gencatan senjata selama dua pekan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi terkait jalur aman bagi kapal-kapal untuk melalui Selat Hormuz selama kurun waktu tersebut.
Baik AS maupun Iran sama-sama mengklaim kemenangan dari kesepakatan gencatan senjata itu. ”Kemenangan total dan lengkap. 100 persen. Tidak ada keraguan tentang itu,” ujar Trump.
Siapa saja yang berperan penting sehingga gencatan senjata terwujud?
Kesepakatan gencatan senjata terwujud tidak lepas dari peran Pakistan, China, dan Mesir. Berdasarkan pernyataan Trump, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Besar Asim Munir memintanya menunda serangan ke Iran dengan syarat pembukaan Selat Hormuz yang sepenuhnya, segera, dan aman.
”Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sebagaimana mestinya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat selama dua minggu. Pakistan, dengan tulus, meminta Iran membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai isyarat niat baik,” kata Sharif dalam unggahan di X.
Pakistan menjalin hubungan baik dengan militer Iran dan AS selama bertahun-tahun. Munir, khususnya, juga menjaga relasi hangat dengan jajaran pertahanan China. Pengembangan persenjataan dan pertahanan Pakistan mendapat sokongan besar-besaran dari Beijing.
Menurut The New York Times, China mendesak Iran agar menyepakati gencatan senjata. Seperti Pakistan, Iran juga dapat sokongan besar dari China dalam bentuk uang dan teknologi. China adalah pembeli utama minyak Iran.
Apa saja poin kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS?
Dalam pertemuan di Islamabad nanti, AS-Iran berencana menyelesaikan rincian proposal yang disampaikan Iran melalui Pakistan. Sebelumnya, Washington menyerahkan proposal berisi 15 poin, sedangkan Teheran mengajukan 10 poin.
Inti permintaan Iran adalah AS menjamin berhenti menyerang Iran, mencabut semua sanksi, menarik pasukan dari pangkalan regional, dan membayar ganti rugi ke Iran. Teheran juga menginginkan kendali atas Selat Hormuz, hak memperkaya uranium, sekaligus pencabutan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Selain itu, Teheran meminta semua pertempuran di seluruh kawasan dihentikan. Kelompok proksi Iran di Lebanon, Hizbullah, tengah diserang Israel.
Sebaliknya, AS meminta Iran melanjutkan pelucutan total program nuklir, menyerahkan cadangan uranium, dan mengizinkan lagi pemeriksaan oleh IAEA tanpa batas. AS turut menuntut Iran melucuti program rudal balistik yang bisa menjangkau ke luar perbatasan Iran.
Di samping itu, Washington menghendaki Teheran berhenti mengirim uang dan senjata kepada kelompok pejuang di kawasan, mengakui Israel, serta membuka lagi Selat Hormuz. Sebagai balasan, Washington dapat mencabut sanksi dan mendukung program nuklir sipil Iran. Pembekuan aset Iran senilai ratusan miliar dolar AS di beberapa negara akan dibatalkan.
Proses negosiasi diperkirakan berlangsung hingga 15 hari. Negosiasi dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Bagaimana respons berbagai pihak?
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengungkapkan kelegaan. ”Untuk saat ini, dunia telah menjauh dari bencana, tetapi tidak ada ruang untuk berpuas diri. Negosiasi serius sekarang diperlukan untuk perdamaian yang langgeng,” tulisnya di media sosial.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran. Ia mendesak semua pihak untuk bekerja sama menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang di Jakarta, Rabu (8/4/2026), mengatakan, Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata AS-Iran. ”Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong agar momentum ini dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan,” kata Yvonne.
Berbeda dengan yang lain, PM Israel Benjamin Netanyahu terus mendesak Trump tak menghentikan serangan ke Iran. Bolak-balik ia dan tim menelepon Trump dan para pejabat AS. Namun, Trump menelepon Netanyahu guna memastikan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
Apa dampak kesepakatan tersebut terhadap harga minyak?
Sejak Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak dan gas dunia bergejolak hebat. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global dari negara-negara Teluk menuju dunia.
Dunia menanggapi positif gencatan senjata AS-Iran. Harga minyak mentah di bursa minyak Brent turun 13,2 persen, menjadi 94,86 dolar AS per barel. Sementara di bursa WTI (West Texas Intermediate) harga minyak rontok 14 persen menjadi 97,12 dolar AS per barel.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut juga mengisyaratkan pembukaan kembali sepenuhnya Selat Hormuz. Menlu Araghchi mengonfirmasi jalur aman di Selat Hormuz dalam dua minggu ke depan dengan Iran tetap memegang kendali di selat itu.
Sebelumnya, Iran sebenarnya telah mengizinkan tanker dari sejumlah negara untuk melintas. Namun, kapal yang punya keterkaitan dengan AS, Israel, dan pihak mana pun yang disinyalir mendukung serangan ke Iran masih tidak boleh lewat.
Apa yang dapat Anda pelajari dari artikel ini?
- Bagaimana AS-Iran akhirnya sepakat untuk gencatan senjata?
- Siapa saja yang berperan penting sehingga gencatan senjata terwujud?
- Apa saja poin kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS?
- Bagaimana respons berbagai pihak?
- Apa dampak kesepakatan tersebut terhadap harga minyak?
Bagaimana AS-Iran akhirnya sepakat untuk gencatan senjata?
Perang AS-Israel terhadap Iran telah berlangsung sebulan lebih. Setelah beberapa kali terancam gagal, Washington dan Teheran sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan. Kedua pihak akan lanjut berunding di Islamabad, Pakistan, pada 10 April 2026.
Pakistan, AS, dan Iran mengumumkan kesepakatan itu pada Rabu (8/4/2026) dini hari WIB. Pengumuman keluar hanya satu jam sebelum Presiden AS Donald Trump merealisasikan rencananya untuk menyerang berbagai fasilitas sipil Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, karena tak kunjung membuka Selat Hormuz.
Iran juga dikabarkan sepakat. Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyetujui gencatan senjata selama dua pekan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi terkait jalur aman bagi kapal-kapal untuk melalui Selat Hormuz selama kurun waktu tersebut.
Baik AS maupun Iran sama-sama mengklaim kemenangan dari kesepakatan gencatan senjata itu. ”Kemenangan total dan lengkap. 100 persen. Tidak ada keraguan tentang itu,” ujar Trump.
Siapa saja yang berperan penting sehingga gencatan senjata terwujud?
Kesepakatan gencatan senjata terwujud tidak lepas dari peran Pakistan, China, dan Mesir. Berdasarkan pernyataan Trump, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan Jenderal Besar Asim Munir memintanya menunda serangan ke Iran dengan syarat pembukaan Selat Hormuz yang sepenuhnya, segera, dan aman.
”Untuk memungkinkan diplomasi berjalan sebagaimana mestinya, saya dengan sungguh-sungguh meminta Presiden Trump untuk memperpanjang tenggat selama dua minggu. Pakistan, dengan tulus, meminta Iran membuka Selat Hormuz selama dua minggu sebagai isyarat niat baik,” kata Sharif dalam unggahan di X.
Pakistan menjalin hubungan baik dengan militer Iran dan AS selama bertahun-tahun. Munir, khususnya, juga menjaga relasi hangat dengan jajaran pertahanan China. Pengembangan persenjataan dan pertahanan Pakistan mendapat sokongan besar-besaran dari Beijing.
Menurut The New York Times, China mendesak Iran agar menyepakati gencatan senjata. Seperti Pakistan, Iran juga dapat sokongan besar dari China dalam bentuk uang dan teknologi. China adalah pembeli utama minyak Iran.
Apa saja poin kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS?
Dalam pertemuan di Islamabad nanti, AS-Iran berencana menyelesaikan rincian proposal yang disampaikan Iran melalui Pakistan. Sebelumnya, Washington menyerahkan proposal berisi 15 poin, sedangkan Teheran mengajukan 10 poin.
Inti permintaan Iran adalah AS menjamin berhenti menyerang Iran, mencabut semua sanksi, menarik pasukan dari pangkalan regional, dan membayar ganti rugi ke Iran. Teheran juga menginginkan kendali atas Selat Hormuz, hak memperkaya uranium, sekaligus pencabutan sanksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Selain itu, Teheran meminta semua pertempuran di seluruh kawasan dihentikan. Kelompok proksi Iran di Lebanon, Hizbullah, tengah diserang Israel.
Sebaliknya, AS meminta Iran melanjutkan pelucutan total program nuklir, menyerahkan cadangan uranium, dan mengizinkan lagi pemeriksaan oleh IAEA tanpa batas. AS turut menuntut Iran melucuti program rudal balistik yang bisa menjangkau ke luar perbatasan Iran.
Di samping itu, Washington menghendaki Teheran berhenti mengirim uang dan senjata kepada kelompok pejuang di kawasan, mengakui Israel, serta membuka lagi Selat Hormuz. Sebagai balasan, Washington dapat mencabut sanksi dan mendukung program nuklir sipil Iran. Pembekuan aset Iran senilai ratusan miliar dolar AS di beberapa negara akan dibatalkan.
Proses negosiasi diperkirakan berlangsung hingga 15 hari. Negosiasi dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan para pihak.
Bagaimana respons berbagai pihak?
Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi mengungkapkan kelegaan. ”Untuk saat ini, dunia telah menjauh dari bencana, tetapi tidak ada ruang untuk berpuas diri. Negosiasi serius sekarang diperlukan untuk perdamaian yang langgeng,” tulisnya di media sosial.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran. Ia mendesak semua pihak untuk bekerja sama menuju perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang di Jakarta, Rabu (8/4/2026), mengatakan, Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata AS-Iran. ”Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif dan mendorong agar momentum ini dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan,” kata Yvonne.
Berbeda dengan yang lain, PM Israel Benjamin Netanyahu terus mendesak Trump tak menghentikan serangan ke Iran. Bolak-balik ia dan tim menelepon Trump dan para pejabat AS. Namun, Trump menelepon Netanyahu guna memastikan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata AS-Iran.
Apa dampak kesepakatan tersebut terhadap harga minyak?
Sejak Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak dan gas dunia bergejolak hebat. Selat Hormuz adalah jalur pelayaran bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global dari negara-negara Teluk menuju dunia.
Dunia menanggapi positif gencatan senjata AS-Iran. Harga minyak mentah di bursa minyak Brent turun 13,2 persen, menjadi 94,86 dolar AS per barel. Sementara di bursa WTI (West Texas Intermediate) harga minyak rontok 14 persen menjadi 97,12 dolar AS per barel.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut juga mengisyaratkan pembukaan kembali sepenuhnya Selat Hormuz. Menlu Araghchi mengonfirmasi jalur aman di Selat Hormuz dalam dua minggu ke depan dengan Iran tetap memegang kendali di selat itu.
Sebelumnya, Iran sebenarnya telah mengizinkan tanker dari sejumlah negara untuk melintas. Namun, kapal yang punya keterkaitan dengan AS, Israel, dan pihak mana pun yang disinyalir mendukung serangan ke Iran masih tidak boleh lewat.