Kompas.id Brief

AS-China Sepakat Redakan Perang Tarif, Bagaimana Respons Dunia?

Kedua negara sepakat mengurangi tarif dan lebih sering berdiskusi. Dunia menyambut positif meski masih harap-harap cemas. Apa pun bisa terjadi di antara keduanya.

14 Mei 2025 08:24 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Apa hasil perundingan China dan AS selama dua hari terkait perang dagang?
  2. Bagaimana respons dunia terhadap hasil perundingan perang dagang AS-China?
  3. Apa saja faktor yang membuat China dan AS akhirnya mau bertemu dan berunding?
  4. Apakah mekanisme konsultasi China-AS pernah dilakukan sebelumnya?
  5. Apa dampak perang dagang China-AS?

Apa hasil perundingan China-AS di Swiss?

copy title

Perang dagang Amerika Serikat dan China untuk sementara mereda. Perundingan bilateral selama dua hari di Geneva, Swiss, menghasilkan kesepakatan untuk saling mengurangi tarif impor selama 90 hari. Bea masuk impor (BMI) AS terhadap China turun dari 145 persen menjadi 30 persen.

Adapun BMI China atas AS berkurang dari 125 persen menjadi 10 persen. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Gedung Putih, kedua negara akan memberlakukan perubahan itu per 14 Mei 2025 untuk tiga bulan.

Kedua pihak juga sepakat membentuk mekanisme untuk melanjutkan diskusi tentang hubungan ekonomi dan perdagangan. Diskusi bisa diadakan di AS, China, atau negara ketiga.

Bagaimana respons dunia terhadap hasil perundingan perang dagang China-AS ?

copy title

Dunia menyambut hangat ”gencatan senjata” tarif China-AS. Pasar saham dunia menguat tipis, investor menjadi sedikit tenang. Hasil perundingan sementara itu melampaui ekspektasi pasar dan investor. Namun, masih ada kekhawatiran tentang proses kesepakatan lanjutan di antara kedua negara. China pun melanjutkan kampanye untuk menekan aksi unilateral AS.

Sebagian besar pasar saham Asia Pasifik, Selasa (13/5/2025), mengawali hari dengan positif. Tokyo menutup perdagangan dengan kenaikan 1,4 persen. Pasar saham Shanghai, Sydney, Taipei, Singapura, Seoul, Wellington, Bangkok, dan Manila juga menguat.

Wall Street juga menyambut antusias. Nasdaq Composite meroket 4 persen lebih, S&P 500 melonjak 3,3 persen, dan Dow naik 2,8 persen. Sementara itu, indeks saham China yang terdaftar di AS melonjak lebih dari 5 persen. Di Eropa, FTSE 100 di Inggris naik 0,1 persen, sedangkan CAC di Perancis naik 0,2 persen.

Akan tetapi, Hang Seng Index di Hong Kong turun 1,4 persen dan Sensex di India jatuh ke 1,5 persen. Para pengamat, ekonom, dan investor di seluruh dunia menyikapi kabar baik itu dengan hati-hati. Sebab, tidak ada yang bisa memperkirakan proses dan hasil negosiasi lanjutan China-AS di masa mendatang.

Apa saja faktor yang membuat China dan AS akhirnya mau bertemu dan berunding?

copy title

Perang dagang AS-China merugikan keduanya. Kebijakan Presiden AS Donald Trump telah mengganggu perekonomian domestik China. Akan tetapi, pada saat yang sama, ancaman terhadap perekonomian dan situasi domestik politik AS juga sangat besar. Situasi itulah yang mendorong Washington berdialog dengan Beijing.

Pabrik dan pekerja China akan mulai merasakan dampak tarif Trump dalam beberapa bulan ke depan. Sementara rakyat AS sudah berjuang menghadapi harga yang lebih tinggi dan pengangguran.

infografik Perbandingan Volume Perdagangan dengan China dan Negara Mitra

Kondisi perdagangan global tidak seimbang karena sebagian besar negara terlalu bergantung pada produksi China yang murah dan efisien. Konsumen AS juga telanjur bergantung pada produk-produk buatan China. Situasi inilah yang tidak bisa diperbaiki dengan cepat.

Sebagaimana dilansir Bloomberg, gabungan produk domestik bruto keduanya sebesar 46 triliun dollar AS akan terpukul jika negosiasi gagal. Bloomberg Economics memperkirakan kebijakan tarif Trump yang memicu pembalasan dari China telah menghapus 90 persen perdagangan bilateral yang nilainya mencapai 700 miliar dollar AS.

Bagi para investor, pengurangan tarif, betapa pun kecilnya, dan kesepakatan untuk pembicaraan lanjutan terkait masalah nonperdagangan, tetap hasil yang positif.

Apakah ”mekanisme konsultasi” China-AS pernah dilakukan?

copy title

Salah satu kemajuan yang disebut dari hasil perundingan China-AS adalah komitmen keduanya untuk menciptakan ”mekanisme konsultasi” untuk meredakan ketegangan hubungan bilateral gara-gara tarif tinggi Trump terhadap China. 

Mekanisme konsultasi, atau dengan kata lain cara berkomunikasi, itu akan memungkinkan kedua pihak berdialog secara rutin khusus terkait masalah perdagangan. 

Kronologi Perang Dagang AS-China Infografik 20200428

Selama beberapa dekade terakhir, China dan AS telah membentuk banyak badan konsultasi untuk mencoba menyelesaikan masalah perdagangan dan ekonomi. Salah satunya dengan pembentukan Kelompok Kerja Ekonomi oleh mantan Menteri Keuangan Janet Yellen bersama Wakil PM China He pada tahun 2023. 

Dialog-dialog ini telah menyediakan forum untuk menyuarakan keluhan bilateral. Hanya, forum-forum itu tidak banyak membantu memajukan tujuan jangka panjang AS untuk mengubah model ekonomi China yang didominasi negara dan didorong ekspor menjadi model yang didorong oleh belanja konsumen.

Apa dampak perang dagang China-AS?

copy title

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengkhawatirkan nasib negara-negara miskin akibat perang dagang. Sejumlah negara memilih membalas kebijakan tarif Trump sehingga memanaskan perang dagang. Di Afrika, Lesotho tertampar tarif AS yang paling keras, yakni 50 persen.

Selama ini, kerajaan kecil ini membangun industri tekstil, khususnya denim untuk celana jeans, melalui akses bebas tarif ke AS berdasarkan Undang-Undang Pertumbuhan dan Peluang Afrika (AGOA) tahun 2000.

FILE - Souvenir apparel vendor Duane Jackson completes a sale of "Make America Great Again" caps, that are made in China, at his location in New York's Times Square on April 1, 2025. (AP Photo/Richard Drew, File)

Untuk pasar AS, Lesotho mengekspor produk senilai 240,1 juta dollar AS dan mengimpor produk asal AS senilai 2,8 juta dollar AS pada 2024. Akan tetapi, Lesotho bukan pemain besar dalam perdagangan global. Dampak tarif pada Lesotho bisa sangat besar karena satu per 10 produk domestik bruto berasal dari ekspor denim dan berlian.

Selain Lesotho, Madagaskar juga dipaksa menelan pil pahit dengan tarif sebesar 47 persen. Negara Afrika lainnya, seperti Aljazair, Angola, Botswana, Libya, dan Mauritius, terkena tarif di atas 30 persen.

Di Asia Pasifik, Nauru sebagai negara terkecil ketiga di dunia terpukul tarif 30 persen. Adapun Myanmar yang sedang menghadapi perang saudara dan gempa bumi bermagnitudo 7,7 terkena tarif 45 persen. Kamboja pun terpukul 49 persen tarif.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari