Kompas.id Brief

Bagaimana Insiden Tewasnya Affan Kurniawan hingga Memicu Amuk Massa di Banyak Daerah?

Publik di sejumlah daerah turun ke jalan menuntut keadilan atas tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek daring yang dilindas kendaraan taktis Brimob di Jakarta.

30 Agt 2025 08:00 WIB · Politik & Hukum

Oleh TIM REDAKSI

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana kronologis tewasnya pengemudi ojek daring Affan Kurniawan?
  2. Di mana saja massa berunjuk rasa setelah kematian Affan?
  3. Bagaimana dengan kondisi unjuk rasa di daerah?
  4. Bagaimana respons Presiden Prabowo atas kematian Affan?
  5. Apa tindakan polisi terhadap mereka yang menyebabkan kematian Affan?
  6. Kematian Affan dinilai menunjukkan reformasi Polri belum sesuai harapan, mengapa?
  7. Apa yang disampaikan Presiden Prabowo saat melayat ke rumah duka Affan?

Bagaimana kronologis tewasnya pengemudi ojek daring Affan Kurniawan?

copy title

Di tengah unjuk rasa yang memanas di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam, sebuah kendaraan taktis Brimob melintas membelah massa. Affan yang berada di tengah massa terlambat menepi saat kendaraan itu melintas hingga akhirnya ditabrak bahkan dilindas. Affan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), tetapi ia tutup usia di rumah sakit itu.

Video ditabraknya Affan beredar cepat di media sosial dan semakin menyulut emosi massa. Rekan-rekan Affan sesama pengemudi ojek daring lantas menggeruduk Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, untuk meminta pertanggungjawaban personel polisi yang menabrak Affan.

Hingga Jumat (29/8/2025), massa yang geram dengan peristiwa dilindasnya Affan menjadikan lokasi di sekitar markas sebagai titik amarah dilampiaskan. Beberapa kali bentrok massa dengan aparat keamanan terjadi di kawasan ini.

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden tersebut. Ia juga memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri mengusut peristiwa itu. ”Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujar Listyo.

Di mana saja massa berunjuk rasa setelah kematian Affan?

copy title

Selain di Markas Satuan Brimob Polda Metro Jaya, massa yang geram juga mendatangi Markas Polda Metro Jaya di Jalan Jenderal Sudirman. Di lokasi ini, peserta unjuk rasa dari sejumlah elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, sempat menjebol gerbang markas.

Rayhan Dito dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) mengatakan, aksi di Polda Metro Jaya merupakan aksi solidaritas terhadap Affan. Namun, yang lebih penting lagi ialah reformasi menyeluruh di tubuh Polri.

”Kami menyiapkan kajian mengenai reformasi Polri. Ini bukan hanya sebagai formalitas, melainkan agar diwujudkan secara nyata. Ini demi kebaikan bangsa dan negara Indonesia,” ujar Rayhan.

Di luar itu, massa juga berunjuk rasa di depan Gedung DPR. Massa aksi sempat memblokade tol dalam kota di depan kompleks DPR. Massa juga sempat membobol gerbang dan menerobos masuk kompleks DPR. Di dalam, warga langsung disambut oleh pasukan TNI yang berjaga.

Bagaimana dengan kondisi unjuk rasa di daerah?

copy title

Amarah publik atas kematian Affan meluas di sejumlah daerah. Massa turun ke jalan seperti tampak di Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta, Surabaya (Jawa Timur), Medan (Sumatera Utara), dan Makassar (Sulawesi Selatan).

Di Yogyakarta, massa yang mendatangi Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta merobohkan pagar sisi timur markas. Pelang nama Polda DIY dan papan atribut lainnya dirusak. Mereka juga membakar water barrier dan tenda. Satu unit mobil yang terparkir di lokasi itu juga dibakar. Kaca-kaca di gedung paling depan pada sisi timur kompleks Mapolda DIY juga dipecahkan.

Adapun di Bandung, massa berunjuk rasa di depan kantor DPRD Jabar. Massa menyerang aparat yang tengah berjaga di depan gerbang pintu masuk. Massa lantas melempar petasan dan bom molotov ke arah kantor Gubernur Jabar. Massa juga membakar pagar kantor DPRD Jabar dan rumah milik MPR yang berada di depan kantor DPRD Jabar.

Di Surabaya, unjuk rasa massa di Gedung Negara Grahadi juga berujung kericuhan. Sekitar pukul 16.00 WIB, sejumlah orang menerobos masuk ke Gedung Negara Grahadi. Deretan sepeda motor yang diparkir di halaman dalam gedung itu pun dibakar.

Di Makassar, Gedung DPRD Kota Makassar terbakar, begitu pula sejumlah kendaraan di halaman. Dalam aksi di depan Gedung DPRD Kota Makassar, massa awalnya hanya merusak sejumlah baliho dan videotron. Sejumlah baliho dibakar di jalan depan gedung. Namun, api tiba-tiba muncul di halaman gedung di mana sejumlah kendaraan terparkir. Api dengan cepat membesar dan membakar kendaraan yang berjejer di halaman itu. Api lantas menyebar hingga ke gedung DPRD.

Bagaimana respons Presiden Prabowo atas kematian Affan?

copy title

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinan atas tewasnya Affan Kurniawan.

”Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Republik Indonesia mengucapkan turut berdukacita dan menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya dan akan memberi perhatian khusus kepada baik orangtuanya serta adik-adik dan kakak-kakaknya,” kata Presiden.

Presiden juga terkejut dan kecewa dengan tindakan berlebihan yang dilakukan aparat. ”Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan,” ujar Prabowo.

Untuk itu, Presiden pun memerintahkan agar insiden Kamis malam diusut tuntas secara transparan. ”Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, kami akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku,” ujar Prabowo.

Di tengah situasi seperti ini, Presiden mengimbau seluruh masyarakat untuk tenang dan memercayai pemerintahan yang ia pimpin.

Apa tindakan polisi terhadap mereka yang menyebabkan kematian Affan?

copy title

Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Inspektur Jenderal Abdul Karim dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (29/8/2025), mengatakan, pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap tujuh anggota Brimob yang berada dalam kendaraan taktis yang akhirnya melindas pengemudi ojek daring, yakni Affan Kurniawan. Dari pendalaman sementara diketahui bahwa dua personel duduk di depan, sementara lima personel lainnya di belakang.

”Pengemudi yang mengemudi, yaitu Bripka R, sedangkan yang duduk di sebelah pengemudi yakni Komisaris C. Sementara yang duduk di belakang adalah lima orang, yaitu Aipda R, Briptu D, Bripda M, Bharaka J, dan Bharaka Y,” tutur Abdul Karim.

Berdasarkan gelar perkara awal disimpulkan bahwa tujuh terduga pelanggar tersebut dipastikan telah terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian. Kemudian, Divpropam Polri memutuskan untuk melakukan penempatan khusus atau penahanan selama 20 hari ke depan terhadap ketujuh terduga pelanggar, yakni sejak hari ini sampai 17 September 2025. Penahanan dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan dan pendalaman.

Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), M Choirul Anam, mengatakan, dirinya sempat menyaksikan secara langsung proses pemeriksaan terhadap ketujuh terduga pelanggar di Divpropam Polri. Menurut Anam, pemeriksaan dilakukan secara cepat dan terbuka sebagaimana permintaan dari keluarga almarhum Affan Kurniawan yang meminta polisi agar memberikan keadilan dengan cepat.

Kematian Affan dinilai menunjukkan reformasi Polri belum sesuai harapan, mengapa?

copy title

Pemerhati kepolisian, Poengky Indarti, mengatakan, tindakan represif aparat yang menyebabkan kematian warga ini menandakan kepolisian masih belum berbenah seutuhnya. Apalagi, tindakan represif menjadi salah satu sorotan dalam upaya reformasi kultural di samping reformasi struktural dan reformasi institusional.

Poengky memaparkan, reformasi kultural memastikan aparat kepolisian bekerja dengan integritas dan mengedepankan hak asasi manusia. Sementara itu, dua aspek lainnya, yakni reformasi struktural dan reformasi institusional, bisa dicapai dengan mengubah kebijakan hingga dorongan politik atau political will.

”Kasus ini harus menjadi momentum bagi Polri untuk melanjutkan reformasi, di mana pada tahun 2000 sudah dimandatkan. Sayangnya reformasi kultural masih belum berjalan sesuai harapan karena masyarakat masih menjumpai kekerasan berlebihan yang dilakukan anggota Polri,” kata Poengky saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Apa yang disampaikan Presiden Prabowo saat melayat ke rumah duka Affan?

copy title

Presiden Prabowo Subianto melayat ke rumah keluarga dari almarhum Affan Kurniawan, Jumat (29/8/2025) malam. Presiden Prabowo didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelum Presiden tiba, hadir pula sejumlah pejabat. Mereka adalah Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Achmadi, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, serta Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Setelah keluar dari rumah duka, Ahmad Riza Patria mengatakan, Presiden telah menemui ayah, ibu, kakak, dan adik mendiang Affan. Kepada mereka, Presiden menyampaikan belasungkawa dan dukacita terdalam.

”Presiden juga memberikan bantuan kepada keluarga Affan, salah satunya rumah,” kata Ahmad Riza.


Kerabat Kerja

Penulis:

TIM REDAKSI
 | 

Editor:

A. Ponco Anggoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan