Barcelona Versus PSG, Festival Para ”Seniman”

Luis Enrique melawan rasa cintanya kepada Barcelona demi membawa tiga poin ke Paris. Adapun Barca punya senjata baru lewat sundulan mematikan.

30 Sep 2025 14:10 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BARCELONA, SELASA — Pertarungan Barcelona kontra Paris Saint-Germain pada lanjutan Liga Champions Eropa, Kamis (2/10/2025) pukul 02.00 WIB, ibarat palagan seniman lapangan hijau. Duo pelatih dan para pemain adalah kreator mahakarya, sedangkan Stadion Olimpiade Lluis Companys adalah kanvas kreasi mereka. 

PSG datang ke Barcelona seperti pulang ke rumah mahaguru. Pelatih PSG Luis Enrique sangat berkiblat pada gaya permainan menyerang ala Barca yang memenuhi ruang-ruang di kepalanya.

Gaya tiki-taka yang digaungkan ”Blaugrana” pada akhir dekade 2000-an telah ditransformasikan oleh Enrique di Paris, kota mode dunia. Permainan menyerang PSG lebih elegan dan adaptif, meskipun tidak memiliki penyerang ”super” seperti Lionel Messi yang diasuh Enrique, 11 musim silam.

Enrique bahkan mampu membantu Ousmane Dembele menembus level ”super saiyan” laksana Goku di animasi Dragon Ball, sehingga meraih gelar Ballon d’Or untuk mengungguli bintang Barca, Lamine Yamal.

Namun, dua pemain itu tidak bakal berduel langsung di Stadion Olimpiade Lluis Companys. Dembele belum pulih dari cedera hamstring. Yamal sudah pulih dari cedera, tetapi kebugaran fisiknya belum dalam kondisi terbaik.

Ekspresi penyerang Barcelona, Lamine Yamal, setelah timnya kebobolan saat melawan Rayo Vallecano pada laga Liga Spanyol di Stadion Vallecas, Senin (1/9/2025) dini hari WIB. Laga itu berakhir imbang, 1-1.

Terlepas decak kagum yang disajikan Enrique dengan treble winner, termasuk gelar Liga Champions Eropa perdana untuk PSG, Barca juga menata jalan menuju dominasi baru.

Masih dirongrong masalah finansial yang seakan tak berujung, pelatih asal Jerman, Hans-Dieter Flick, membawa Barca kepada dimensi baru di lapangan hijau. Tiga gelar domestik berupa Liga Spanyol, Piala Raja, dan Piala Super adalah wujud Flick sosok yang cocok untuk Blaugrana.

Tak ayal, Enrique dan Flick ibarat dua orang seniman yang akan saling beradu mengayunkan tuas mereka, yakni para pemain, untuk mewarnai kanvas. Beragam warna itu disajikan demi satu tujuan meraih kemenangan.

”Saya selalu memiliki kekaguman kepada Hansi (Flick). Dia telah membawa Bayern Muenchen meraih banyak gelar dan bermain di level terbaik. Saya menyukainya. Saya mengamati dia sangat dekat, mengagumi dia dengan sangat sopan, dan level sepak bolanya sangat tinggi,” kata Enrique dilansir Mundo Deportivo edisi Selasa (30/9/2025).

Dua pelatih ofensif yang keras kepala dengan filosofi mereka itu akan menjalani pertemuan kedua. Sebelumnya, mereka berbagi hasil remis ketika Spanyol bermain 1-1 menghadapi Jerman di fase grup Piala Dunia Qatar 2022. Kedua pelatih itu menangani timnas negara mereka masing-masing.

Germany's coach Hansi Flick, right, talks to Spain's head coach Luis Enrique after the 2022 soccer World Cup draw at the Doha Exhibition and Convention Center in Doha, Qatar, Saturday, April 2, 2022. (AP Photo/Hussein Sayed)

Demi meraih kemenangan perdana atas Enrique, Flick ingin mematangkan keunggulan baru Barca yang baru pertama kali terlihat di abad ke-21, yaitu gol-gol lewat udara. Empat gol terakhir Barca dihasilkan melalui sundulan yang dihasilkan dua gol oleh Robert Lewandowski, lalu satu gol tandukan dari Ronald Araujo dan Jules Kounde.

Kali terakhir Blaugrana mencetak empat gol beruntun melalui sundulan adalah pada awal musim 1999-2000. Seperti Lewandowski, Patrick Kluivert, pelatih timnas Indonesia saat ini, menghasilkan gol melalui kepalanya dalam dua laga beruntun.

Kian beragamnya cara mencetak gol membuat Barca sedikit lebih diunggulkan dibandingkan PSG, sang juara bertahan Liga Champions, pada laga kali ini.

”Kami melatih banyak aksi untuk berbagai situasi menyerang dan bertahan. Kami memiliki waktu untuk terus meningkatkan kemampuan itu,” kata Flick dilansir Sport.

Direktur Olahraga Barca Deco menyebut timnya musim ini jauh lebih baik dibandingkan pada musim perdana Flick. Ia optimistis Barca bisa meraih lebih banyak gelar, terutama membenahi capaian saat gugur di semifinal Liga Champions.

Perkiraan susunan pemain Barcelona versus Paris Saint-Germain pada laga Liga Champions Eropa, Kamis (2/10/2025) dini hari WIB.

”Sejumlah pemain kami memasuki periode emas dalam karier mereka. Saya juga melihat perkembangan mereka secara individu yang semakin baik,” kata Deco dalam wawancara khusus kepada Mundo Deportivo.

Faktor pembeda

Laksana sebuah kuas alat lukis, peran itu akan diperankan Pedri untuk Barca dan Vitinha di PSG. Dua pemain itu adalah gelandang tengah terbaik saat ini di dunia sepak bola. Tinggi badan yang dianggap ”kerdil” di Eropa karena tidak sampai 1,75 meter ditutup keduanya dengan inteligensi tinggi.

Pedri semakin membuktikan diri sebagai otak dari permainan Barca. Bersama Frenkie de Jong, Pedri membentuk Barca sebagai tim yang sangat tangguh dan dominan dari lapangan tengah. Sebuah gol, rerata 3,6 umpan kunci per laga, dan tiga kreasi peluang besar adalah wujud peran besar Pedri dalam delapan pertandingan awal musim 2025-2026.

Menurut laman statistik, Sofascore, Pedri adalah pemain Barca dengan peringkat tertinggi kedua pada musim ini. Pedri mendapat nilai rata-rata 7,94. Hanya Yamal (8,03) yang mendapat angka penilaian lebih baik dari pemain didikan Akademi Las Palmas itu.

”Saya sangat mengagumi Pedri,” ucap legenda Manchester United, Paul Scholes, tentang kesannya terhadap Pedri ketika Barca menaklukkan Newcastle United, 2-1, pada laga pertama Liga Champions 2025-2026.

Penyerang Paris Saint-Germain dan timnas Perancis, Ousmane Dembele, mengangkat trofi Bola Emas setelah meraih penghargaan pemain putra terbaik Ballon d'Or 2025 di Theatre du Chatelet, Paris, Perancis, Selasa (24/9/2025) dini hari WIB.

Sementara Vitinha merupakan pahlawan tanpa tanda jasa milik PSG. Tak banyak mendapat sorotan, tetapi perannya tak tergantikan. Duduk di peringkat ketiga Ballon d’Or 2025 adalah bukti bahwa kualitas kelas dunianya telah diakui khalayak.

Vitinha merupakan pesepak bola Portugal pertama yang menembus tiga besar ajang Ballon d’Or setelah Cristiano Ronaldo pada 2019. Pada awal musim ini, Vitinha juga langsung memberikan dampak di tengah badai cedera yang menghujam skuad PSG. Sebuah gol dan tiga asis ialah kontribusi Vitinha dalam tujuh laga.

Namun, penampilan Vitinha di markas Barcelona masih penuh tanda tanya. Ia menderita cedera ringan pada laga Liga Perancis kontra Auxerre, akhir pekan lalu. Ia digantikan Achraf Hakimi ketika babak pertama baru berjalan 36 menit. Padahal, empat menit sebelumnya, ia menyajikan asis untuk gol Ilya Zabarnyi.

”Kami tidak ingin mengambil risiko besar dalam kasus Vitinha. Semoga tidak ada hal serius untuknya sehingga ia bisa menjalani laga penting di Barcelona,” kata Enrique.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase