Momen Piala Dunia biasanya membawa angin segar bagi negara penyelenggara dengan membanjirnya kunjungan tamu mancanegara. Namun, hal itu belum dirasakan AS.
12 Jun 2026 12:09 WIB · Olahraga
AP PHOTO/EDUARDO MUNOZ ALVAREZ
Piala Dunia 2026 yang mulai bergulir pada Jumat (12/6/2026) dini hari waktu Indonesia belum menunjukkan lonjakan perjalanan dan pariwisata yang diharapkan di Amerika Serikat. Berbagai biaya tinggi ditengarai menyurutkan minat fans bola menyaksikan langsung laga tim kesayangan mereka. Dampaknya pun mulai dirasakan pelaku usaha di AS.
Reuters melaporkan, selama ini, turnamen sepak bola terbesar sejagat itu digadang-gadang membawa angin segar bagi industri perjalanan AS. Namun, kini mereka malah bergelut dengan menurunnya pengunjung internasional di tengah apa yang disebut kelompok aktivitas hak sebagai ”iklim ketakutan”.
Serbuan fans sepak bola mancanegara, yang tadinya dinantikan hotel-hotel, belum tampak. Tiket penerbangan yang mahal ditambah melambungnya harga tiket pertandingan ditengarai menjadi penyebab menurunnya antusiasme penggemar sepak bola untuk datang menonton langsung ke AS.
Di sisi lain, para penggemar sepak bola di dalam negeri sendiri tidak bisa menutup celah tersebut. Di AS, sepak bola tidak sepopuler di Eropa dan belahan dunia lainnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/03/c63f7ecd-391c-485f-9d4a-06c20c585e72.jpg)
Awalan lemah ini pun mencerminkan adanya perubahan dalam industri perjalanan Piala Dunia. Selama ini, industri perjalanan menggantungkan diri pada keyakinan bahwa fans internasional akan rela bepergian jarak jauh dan menguras kocek demi mengikuti tim kesayangan mereka.
Namun, tingginya biaya serta hambatan visa dan logistik untuk menyaksikan langsung laga di 16 kota tuan rumah di tiga negara terbukti menjadi penghalang besar.
”Secara keseluruhan ini mengecewakan. Tidak ada kata lain yang bisa saya ungkapkan,” kata CEO Asosiasi Perhotelan New York City Vijay Dandapani.
Dia menjelaskan, asosiasi tersebut pun telah memangkas prediksi pendapatan dari penjualan kamar hotel terkait Piala Dunia sebesar 60 persen atau menjadi 60 juta dolar AS.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/53e88223a12a6214787fbfa55f6a7b10-WCup_US_Roster_Soccer_138566945.jpg)
Menurut data Cirium, pemesanan tiket penerbangan dari Eropa menuju sebagian besar kota penyelenggara Piala Dunia untuk Juni-Juli malah turun. Penurunannya rata-rata sebesar 3,8 persen year-over-year.
Kondisi ini terjadi bahkan setelah warga Eropa mengurangi perjalanan ke AS tahun lalu. Pemesanan tiket dari Eropa ke New York, tuan rumah final pada 19 Juli nanti, juga anjlok 15,8 persen.
Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional atau FIFA tidak merespons permintaan tanggapan perihal fenomena ini dari Reuters. Sebelumnya, FIFA memproyeksikan 1,2 juta fans akan datang ke New York.
Dandapani menambahkan, pihaknya hanya memperkirakan 500.000 orang. Dia mengatakan, ada sinyal positif dari peningkatan kecil pemesanan hotel dari fans Inggris dan Norwegia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/7d98620c473b881ad20d3753b0ba34a5-20260611_ARS_Negera_Peserta_piala_dunia_2026_mumed.png)
Kini, hotel-hotel berharap ada lonjakan permintaan pada menit-menit akhir fase penyisihan grup. Firma analitik CoStar mengungkapkan, rata-rata pemesanan hotel di kota-kota penyelenggara pertandingan hanya naik 0,5 persen dari tahun sebelumnya.
Dandapani mengatakan, saat ini, sejumlah hotel di New York telah memberi potongan harga, termasuk New York Hilton Midtown. Hotel terbesar di kota tersebut memangkas tarif menjadi 415 dolar AS per malam. Ini merupakan separuh dari tarif yang diiklankan pada Desember 2025.
Temanku menuju Ibiza (pulau wisata di Spanyol) untuk menyaksikan semua partai lewat televisi dengan biaya sangat rendah.
Pada April, grup Hilton mengungkapkan, mereka melihat pemesanan yang kuat, yang didorong oleh New York. Pada bulan berikutnya, grup hotel lainnya, yakni Marriott, mengatakan masih banyak yang bisa dipesan mengingat partai-partai pada babak lanjutan di separuh sisa turnamen belum ditentukan.
Hilton menolak berkomentar, sedangkan Marriott tidak langsung merespons permintaan komentar dari Reuters.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/724c4d3046f6fa0f24e71980e462d832-FBL_WC_2026_USA_SQUAD_138566882.jpg)
Sementara itu, Andy Milne, pendukung fanatik Inggris sekaligus penulis buku That World Cup Guy mengatakan, sejumlah fans memilih absen menonton langsung Piala Dunia kali ini. Biaya tinggi dinilai sebagai biang kerok utamanya.
”Temanku menuju Ibiza (pulau wisata di Spanyol) untuk menyaksikan semua partai lewat televisi dengan biaya sangat rendah. Yang lainnya menuju Las Vegas. Itu tetap memerlukan uang, tapi jauh lebih murah ketimbang membeli tiket pertandingan, ongkos perjalanan, tarif hotel, dan transportasi ke stadion,” ucapnya.
Perusahaan perjalanan mewah olahraga Roadtrips mengatakan, sebagian fans, terutama yang memiliki kemampuan keuangan tinggi, juga memilih menunggu dulu. Mereka menanti kepastian laga-laga pada babak lanjutan atau lolos tidaknya tim favorit mereka sebelum memutuskan berangkat.
Soal harga tiket pertandingan yang melambung pun disesalkan fans. Penyelenggara Piala Dunia 2026 menetapkan harga dasar tertinggi dibandingkan piala dunia-piala dunia sebelumnya. Selain itu, mereka juga menerapkan harga dinamis yang membuat harga semakin membubung saat kian dekat perhelatan turnamen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/10/6230953bf4c3ad3403978d1c305c14e5-20260610_H01_ADI_Piala_Dunia_mumed.png)
Keputusan FIFA yang mengizinkan harga tiket jual kembali tanpa batas membuat harga makin liar. Menurut laporan TicketData, harga tiket pertandingan termurah di New York dan Miami kini telah mendekati 1.000 dolar AS atau setara Rp 17.960.000 dengan kurs terkini.
Selain mahalnya biaya transportasi, akomodasi, serta tiket pertandingan, urusan visa yang ketat juga memicu keengganan fans bola mengunjungi AS. Lebih dari separuh negara peserta putaran final Piala Dunia kali ini membutuhkan visa untuk masuk AS.
Kondisi ini menambah biaya, tetapi sekaligus juga memunculkan ketidakpastian bagi para pendukung terkait bisa tidaknya mereka memasuki wilayah AS. Alasannya, tidak ada jaminan pemegang visa sekalipun bisa melenggang di perbatasan karena ketatnya kontrol.
Kasus yang menimpa Omar Abdulkadir Artan, wasit asal Somalia yang akan bertugas di Piala Dunia, menjadi contohnya. Sudah mendarat di Bandara Internasional Miami, wasit terbaik Afrika 2025 ini tetap saja ditolak masuk petugas imigrasi AS.
Penulis:
Mohamad Final DaengEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra