Apa yang Anda pelajari dari artikel ini?
1. Mengapa striker Hugo Ekitike sampai diperebutkan Newcastle United dan Liverpool?
2. Mengapa Hugo Ekitike sebetulnya tidak lebih baik dari Darwin Nunez?
3. Mengapa Mancheser United rela menebus Bryan Mbeumo dengan harga ”setinggi langit”?
4. Bagaimana debut Matheus Cunha bersama Manchester United?
5. Mengapa ”tangan dingin” Manajer Arsenal Mikel Arteta diuji dengan kehadiran Noni Madueke?
Pindahnya Florian Wirtz ke Liverpool pada jendela transfer pemain musim panas ini menegaskan pesona Liga Primer Inggris sebagai kiblat industri sepak bola sejagat. Hampir setiap tahun, liga itu mendatangkan bakat-bakat dan bintang baru dari berbagai belahan dunia.
Pemain yang diboyong dari Bayer Leverkusen, klub Jerman, itu sejauh ini mencatatkan diri sebagai pemain termahal di jendela transfer musim panas 2025 dengan nilai 125 juta euro (Rp 2,37 triliun). Ia juga sekaligus tercatat sebagai pemain termahal sepanjang sejarah Liga Inggris, melampaui Enzo Fernandez yang direkrut Chelsea pada musim 2023-2024.
Kedatangan gelandang serang tim nasional sepak bola Jerman itu juga menjadi sinyal kuat ambisi ”Si Merah” untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris sekaligus merebut kembali kejayaan di Eropa. Untuk meremajakan sektor bek sayap, mereka juga memboyong dua pemain baru, yaitu Milos Kerkez dari Bournemouth senilai Rp 46,9 juta euro dan Jeremie Frimpong dari Bayer Leverkusen seharga Rp 40 juta euro
Namun, para pesaingnya tidak lantas tinggal diam. Mereka juga bergeliat di bursa transfer musim panas ini demi menambah amunisi untuk musim baru 2025-2026. Arsenal, klub yang sangat penasaran ingin juara, misalnya, setidaknya telah mengamankan dua amunisi baru, yaitu gelandang bertahan Martin Zubimendi dari Real Sociedad senilai 70 juta euro dan penyerang sayap Noni Madueke dari Chelsea seharga Rp 55,4 juta euro.
Adapun Manchester United memboyong gelandang pengatur serangan Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers senilai 74 jua euro. Lalu, Chelsea mempertegas ambisi ingin merajai Inggris dengan memboyong dua muka baru, yaitu winger kiri Jamie Gittens dari Borussia Dortmund senilai 64,30 juta euro dan striker Joao Pedro dari Brighton & Hove Albion seharga 63,70 juta euro.
Geliat transfer dan hadirnya sejumlah calon bintang Liga Primer Inggris itu belum berhenti. Klub-klub masih mengincar pemain baru buruannya hingga penutupan jendela transfer pada 1 September mendatang.
Sejumlah pemain, misalnya Hugo Ekitike, bahkan menjadi buruan dua klub, yaitu Newcastle United dan Liverpool. Bukan tak mungkin, dengan geliat yang ada, jendela transfer pada musim panas ini akan mengukir rekor.
Mengapa striker Hugo Ekitike sampai diperebutkan Newcastle United dan Liverpool?
Newcastle United sempat bermimpi menghadirkan penyerang berbakat Hugo Ekitikem untuk berduet dengan Alexander Isak. Namun, mimpi itu dirusak seketika oleh Liverpool yang memberikan buah simalakama kepada Newcastle untuk pilihan striker.
Liverpool, menurut The Athletic, resmi menawar Ekitike dari Eintracht Frankfurt dengan nilai 80 juta euro (Rp 1,51 triliun) pada Kamis (17/7/2025) WIB. Pergerakan Liverpool hanya berjarak dua hari setelah tawaran Newcastle sebesar 75 juta euro ditolak Frankfurt.
Ekitike sebenarnya bukan prioritas bagi Liverpool di jendela transfer musim panas ini. Target utama mereka adalah Isak, sang penyerang bintang Newcastle. Liverpool menggunakan ketertarikan terhadap Ekitike sebagai alat tawar untuk mendapatkan Isak.
Berdasarkan laporan jurnalis spesialis transfer Fabrizio Romano, Liverpool sempat menyiapkan paket sebesar 120 juta euro (Rp 2,27 triliun) untuk Isak. Jika Isak dibiarkan pergi oleh Newcastle, Liverpool akan berhenti mendekati Ekitike. Begitu pun sebaliknya. Newcastle diberikan buah simalakama.
Newcastle dipaksa untuk memilih kehilangan Isak atau sang calon striker baru. Mereka ternyata lebih ingin mempertahankan Isak yang sudah terbukti di Liga Inggris. Ekitike pun terpaksa dilepas. Newcastle enggan berperang harga dengan Liverpool untuk memperebutkan penyerang 23 tahun itu.
Preferensi Isak dan Ekitike turut menentukan arah transfer tersebut. Isak, yang masih terikat kontrak sampai tiga tahun lagi di Newcastle, tidak berpikiran untuk pindah. Ekitike lebih tertarik pindah ke Liverpool yang merupakan berstatus klub terbaik di Inggris pada musim lalu.
Mengapa Hugo Ekitike sebetulnya tidak lebih baik dari Darwin Nunez?
Darwin Nunez, penyerang Liverpool, menjadi sorotan karena ketajamannya yang bermasalah. Ia hanya mencetak 25 gol dalam tiga musim terakhir. Padahal, dia mencatat nilai peluang hingga 33,7 xG (expected goals). Adapun produksi gol Nunez tidak pernah bisa melebihi angka xG di setiap musim.
Maka, wajar saja Liverpool ingin melepasnya pada jendela transfer musim panas 2025. Pemain yang dibeli dari Benfica dengan harga 85 juta euro (Rp 1,61 triliun) itu sudah kehabisan waktu. Liverpool sempat mendekati penyerang bintang Newcastle United, Alexander Isak, tetapi ditolak.
Alternatifnya adalah striker berbakat Eintracht Frankfurt Hugo Ekitike yang sedang diperebutkan banyak klub. Masalahnya, Ekitike juga belum terbukti sebagai mesin gol yang konsisten. Sang pemain 23 tahun memang berhasil menyumbang 15 gol di Liga Jerman musim lalu. Jumlah gol itu adalah pencapaian terbaiknya.
Pada musim sebelumnya, dalam debut bersama Frankfurt, dia hanya mencetak empat gol. Ekitike sering melewatkan peluang. Hal itu tecermin dalam defisit nilai xG dengan jumlah gol yang mencapai -6,6. Dia jauh dari proyeksi di atas kertas untuk mencetak setidaknya 21 gol. Adapun nilai defisit itu merupakan yang terburuk dari semua pemain di lima liga terbaik Eropa.
Namun, Ekitike seidaknya menawarkan sesuatu yang lebih segar dan potensial dengan usia lebih muda tiga tahun dibandingkan Nunez. Dia datang sebagai salah satu calon striker terbaik di Eropa saat ini. Ibarat jeruk, Nunez sudah kering diperas, sedangkan Ekitike masih baru.
Mengapa Mancheser United rela menebus Bryan Mbeumo dengan harga ”setinggi langit”?
Manchester Unted dalam dua dekade terakhir dikenal sangat ”royal” dalam membeli pemain baru. Sejumlah pemain baru, seperti Antony, Casemiro, hingga Rasmus Hojlund, ditebus dengan nilai mahal, jauh di atas harga pasar. Hal serupa berpotensi diulangi dalam transfer penyerang sayap Brentford, Bryan Mbeumo.
Menurut The Athletic, MU dengan Brentford sudah menyepakati nilai transfer Mbeumo dengan nilai total 71 juta pound sterling (Rp 1,55 triliun) pada Jumat (18/7/2025) WIB. Pembayaran akan dilakukan dalam empat tahap.
MU sebenarnya sudah dua kali menawar Mbeumo dengan paket senilai 55 juta dan 62,5 juta pound sterling. Namun, semuanya ditolak Brentford. Tidak punya opsi pemain lain, MU meluncurkan penawaran ketiga yang bisa menjadikan Mbeumo sebagai pemain termahal keenam dalam sejarah klub.
Harga Mbeumo menjadi perdebatan di media sosial. Bukan hanya jauh di atas harga pasar yang tidak lebih dari 50 juta pound sterling, sang pemain juga tinggal menyisakan kontrak setahun lagi bersama Brentford. Idealnya, MU bisa memegang kendali dalam negosiasi.
Harganya langsung dibandingkan dengan sayap lain, seperti Anthony Elanga, Mohammed Kudus, dan Noni Madueke. Mereka pindah dengan harga tidak lebih dari 55 juta pound sterling. Padahal, usia mereka jauh di bawah Mbeumo. Adapun Mbeumo akan berusia 26 tahun pada 7 Agustus nanti.
Faktor yang membuat Mbeumo cukup sepadan dengan harganya adalah kontribusi gol pada musim lalu. Pemain asal Kamerun itu menyumbang 20 gol dan 7 asis di Liga Inggris. Jumlah gol dan asis Mbeumo hanya kalah dari Alexander Isak (Newcastle United) dan Mohamed Salah (Liverpool).
Di skuad MU musim lalu, tidak ada satu pemain pun yang bisa menghasilkan dua digit gol. Gelandang serang Bruno Fernandes dan penyerang sayap Amad Diallo merupakan yang tersubur dengan sumbangan masing-masing delapan gol. Sosok pembeda di lini serang itu yang diharapkan dari Mbeumo.
Bagaimana debut Matheus Cunha bersama Manchester United?
Manchester United memulai perjalanan pramusim dengan hasil imbang tanpa gol versus Leeds United. Walaupun tampil dengan penyerang baru Matheus Cunha, lini depan MU belum membaik. Mereka tampak masih mencari ritme setelah jeda.
Cunha menjalani debut tidak resmi bersama MU di Stadion Strawberry Arena, Stockholm, Swedia, Sabtu (19/7/2025) WIB. Penyerang yang dibeli seharga 62,5 juta pound sterling (Rp 1,36 triliun) itu diturunkan sebagai pemain inti dan tampil selama 45 menit pertama.
Sesuai perkiraan, Cunha bermain sebagai gelandang serang sisi kiri di formasi 3-4-2-1. Dia sudah akrab dengan posisi itu sejak di Wolverhampton Wanderes. Cunha dikelilingi oleh gelandang sekaligus kapten tim, Bruno Fernandes, dan penyerang remaja, Chido Obi-Martin.
Penampilan debut Cunha tidak buruk, tetapi juga tidak terlalu baik. Dia berkali-kali memperlihatkan kualitasnya di area halfspace dengan penetrasi dari lini kedua. Pemain tim nasional Brasil itu lebih banyak berhasil daripada gagal saat melewati lawan. Agresivitasnya menjadi titik terang untuk MU.
Manajer MU Ruben Amorim cukup puas dengan penampilan Cunha walaupun tidak banyak memberikan pengaruh di kotak penalti. ”Dia telah memperlihatkan apa yang kami butuhkan, seorang pemain yang bisa agresif di antara lini. Kami sudah menyaksikan itu (sejak di Wolves),” katanya seperti dikutip situs resmi MU.
Mengapa ”tangan dingin” Manajer Arsenal Mikel Arteta diuji dengan kehadiran Noni Madueke?
Ibarat pemain drum dari band metal yang masuk ke orkestra, seperti itulah gambaran kedatangan penyerang sayap Noni Madueke ke Arsenal. Madueke terkenal dengan gaya bermain meledak-ledak yang penuh spontanitas, sementara Arsenal terbiasa tampil dalam sistem yang terstruktur dan sangat rapi.
Setelah ditentang banyak pendukung Arsenal, transfer Madueke dari Chelsea akhirnya resmi diumumkan pada Jumat (18/7/2025) malam WIB. Pemain tim nasional Inggris itu didatangkan Arsenal dengan paket nilai transfer yang berpotensi mencapai 52 juta pound sterling (Rp 1,13 triliun).
Madueke telah menandatangani kontrak selama lima tahun di Arsenal, yaitu sampai musim panas 2030. ”Saya orang yang sering mengikuti kata hati. Sejauh ini saya merasa sudah berjalan ke arah tepat. Saya sangat senang berada di sini,” katanya tentang pindah ke tim London lainnya.
Penyerang sayap 23 tahun itu sebenarnya bukan tipe pemain khas Arsenal di bawah Manajer Mikel Arteta. ”Si Meriam” selalu mengandalkan sistem kolektif. Mereka sangat sabar dan terstruktur dalam membongkar pertahanan lawan. Para pemain lebih memilih melewati lawan dengan umpan ketimbang dribel.
Madueke jauh berbeda. Saat ada kesempatan melewati lawan, dia tidak akan segan untuk mendribel bola. Kecepatan dan keterampilan dribel menjadi senjata terbaiknya. Dia bisa menciptakan peluang dengan kemampuan individu, seorang diri, dari kedua sisi sayap sekaligus.
Arteta berkata, Madueke merupakan salah satu sayap paling bertalenta di Liga Inggris. Hal itu dibuktikan dengan catatan statistik sang pemain yang begitu cemerlang dalam aspek serangan. Madueke selalu memberikan percikan saat timnya terjebak dalam kebuntuan.
Apa yang Anda pelajari dari artikel ini?
1. Mengapa striker Hugo Ekitike sampai diperebutkan Newcastle United dan Liverpool?
2. Mengapa Hugo Ekitike sebetulnya tidak lebih baik dari Darwin Nunez?
3. Mengapa Mancheser United rela menebus Bryan Mbeumo dengan harga ”setinggi langit”?
4. Bagaimana debut Matheus Cunha bersama Manchester United?
5. Mengapa ”tangan dingin” Manajer Arsenal Mikel Arteta diuji dengan kehadiran Noni Madueke?
Pindahnya Florian Wirtz ke Liverpool pada jendela transfer pemain musim panas ini menegaskan pesona Liga Primer Inggris sebagai kiblat industri sepak bola sejagat. Hampir setiap tahun, liga itu mendatangkan bakat-bakat dan bintang baru dari berbagai belahan dunia.
Pemain yang diboyong dari Bayer Leverkusen, klub Jerman, itu sejauh ini mencatatkan diri sebagai pemain termahal di jendela transfer musim panas 2025 dengan nilai 125 juta euro (Rp 2,37 triliun). Ia juga sekaligus tercatat sebagai pemain termahal sepanjang sejarah Liga Inggris, melampaui Enzo Fernandez yang direkrut Chelsea pada musim 2023-2024.
Kedatangan gelandang serang tim nasional sepak bola Jerman itu juga menjadi sinyal kuat ambisi ”Si Merah” untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris sekaligus merebut kembali kejayaan di Eropa. Untuk meremajakan sektor bek sayap, mereka juga memboyong dua pemain baru, yaitu Milos Kerkez dari Bournemouth senilai Rp 46,9 juta euro dan Jeremie Frimpong dari Bayer Leverkusen seharga Rp 40 juta euro
Namun, para pesaingnya tidak lantas tinggal diam. Mereka juga bergeliat di bursa transfer musim panas ini demi menambah amunisi untuk musim baru 2025-2026. Arsenal, klub yang sangat penasaran ingin juara, misalnya, setidaknya telah mengamankan dua amunisi baru, yaitu gelandang bertahan Martin Zubimendi dari Real Sociedad senilai 70 juta euro dan penyerang sayap Noni Madueke dari Chelsea seharga Rp 55,4 juta euro.
Adapun Manchester United memboyong gelandang pengatur serangan Matheus Cunha dari Wolverhampton Wanderers senilai 74 jua euro. Lalu, Chelsea mempertegas ambisi ingin merajai Inggris dengan memboyong dua muka baru, yaitu winger kiri Jamie Gittens dari Borussia Dortmund senilai 64,30 juta euro dan striker Joao Pedro dari Brighton & Hove Albion seharga 63,70 juta euro.
Geliat transfer dan hadirnya sejumlah calon bintang Liga Primer Inggris itu belum berhenti. Klub-klub masih mengincar pemain baru buruannya hingga penutupan jendela transfer pada 1 September mendatang.
Sejumlah pemain, misalnya Hugo Ekitike, bahkan menjadi buruan dua klub, yaitu Newcastle United dan Liverpool. Bukan tak mungkin, dengan geliat yang ada, jendela transfer pada musim panas ini akan mengukir rekor.
Mengapa striker Hugo Ekitike sampai diperebutkan Newcastle United dan Liverpool?
Newcastle United sempat bermimpi menghadirkan penyerang berbakat Hugo Ekitikem untuk berduet dengan Alexander Isak. Namun, mimpi itu dirusak seketika oleh Liverpool yang memberikan buah simalakama kepada Newcastle untuk pilihan striker.
Liverpool, menurut The Athletic, resmi menawar Ekitike dari Eintracht Frankfurt dengan nilai 80 juta euro (Rp 1,51 triliun) pada Kamis (17/7/2025) WIB. Pergerakan Liverpool hanya berjarak dua hari setelah tawaran Newcastle sebesar 75 juta euro ditolak Frankfurt.
Ekitike sebenarnya bukan prioritas bagi Liverpool di jendela transfer musim panas ini. Target utama mereka adalah Isak, sang penyerang bintang Newcastle. Liverpool menggunakan ketertarikan terhadap Ekitike sebagai alat tawar untuk mendapatkan Isak.
Berdasarkan laporan jurnalis spesialis transfer Fabrizio Romano, Liverpool sempat menyiapkan paket sebesar 120 juta euro (Rp 2,27 triliun) untuk Isak. Jika Isak dibiarkan pergi oleh Newcastle, Liverpool akan berhenti mendekati Ekitike. Begitu pun sebaliknya. Newcastle diberikan buah simalakama.
Newcastle dipaksa untuk memilih kehilangan Isak atau sang calon striker baru. Mereka ternyata lebih ingin mempertahankan Isak yang sudah terbukti di Liga Inggris. Ekitike pun terpaksa dilepas. Newcastle enggan berperang harga dengan Liverpool untuk memperebutkan penyerang 23 tahun itu.
Preferensi Isak dan Ekitike turut menentukan arah transfer tersebut. Isak, yang masih terikat kontrak sampai tiga tahun lagi di Newcastle, tidak berpikiran untuk pindah. Ekitike lebih tertarik pindah ke Liverpool yang merupakan berstatus klub terbaik di Inggris pada musim lalu.
Mengapa Hugo Ekitike sebetulnya tidak lebih baik dari Darwin Nunez?
Darwin Nunez, penyerang Liverpool, menjadi sorotan karena ketajamannya yang bermasalah. Ia hanya mencetak 25 gol dalam tiga musim terakhir. Padahal, dia mencatat nilai peluang hingga 33,7 xG (expected goals). Adapun produksi gol Nunez tidak pernah bisa melebihi angka xG di setiap musim.
Maka, wajar saja Liverpool ingin melepasnya pada jendela transfer musim panas 2025. Pemain yang dibeli dari Benfica dengan harga 85 juta euro (Rp 1,61 triliun) itu sudah kehabisan waktu. Liverpool sempat mendekati penyerang bintang Newcastle United, Alexander Isak, tetapi ditolak.
Alternatifnya adalah striker berbakat Eintracht Frankfurt Hugo Ekitike yang sedang diperebutkan banyak klub. Masalahnya, Ekitike juga belum terbukti sebagai mesin gol yang konsisten. Sang pemain 23 tahun memang berhasil menyumbang 15 gol di Liga Jerman musim lalu. Jumlah gol itu adalah pencapaian terbaiknya.
Pada musim sebelumnya, dalam debut bersama Frankfurt, dia hanya mencetak empat gol. Ekitike sering melewatkan peluang. Hal itu tecermin dalam defisit nilai xG dengan jumlah gol yang mencapai -6,6. Dia jauh dari proyeksi di atas kertas untuk mencetak setidaknya 21 gol. Adapun nilai defisit itu merupakan yang terburuk dari semua pemain di lima liga terbaik Eropa.
Namun, Ekitike seidaknya menawarkan sesuatu yang lebih segar dan potensial dengan usia lebih muda tiga tahun dibandingkan Nunez. Dia datang sebagai salah satu calon striker terbaik di Eropa saat ini. Ibarat jeruk, Nunez sudah kering diperas, sedangkan Ekitike masih baru.
Mengapa Mancheser United rela menebus Bryan Mbeumo dengan harga ”setinggi langit”?
Manchester Unted dalam dua dekade terakhir dikenal sangat ”royal” dalam membeli pemain baru. Sejumlah pemain baru, seperti Antony, Casemiro, hingga Rasmus Hojlund, ditebus dengan nilai mahal, jauh di atas harga pasar. Hal serupa berpotensi diulangi dalam transfer penyerang sayap Brentford, Bryan Mbeumo.
Menurut The Athletic, MU dengan Brentford sudah menyepakati nilai transfer Mbeumo dengan nilai total 71 juta pound sterling (Rp 1,55 triliun) pada Jumat (18/7/2025) WIB. Pembayaran akan dilakukan dalam empat tahap.
MU sebenarnya sudah dua kali menawar Mbeumo dengan paket senilai 55 juta dan 62,5 juta pound sterling. Namun, semuanya ditolak Brentford. Tidak punya opsi pemain lain, MU meluncurkan penawaran ketiga yang bisa menjadikan Mbeumo sebagai pemain termahal keenam dalam sejarah klub.
Harga Mbeumo menjadi perdebatan di media sosial. Bukan hanya jauh di atas harga pasar yang tidak lebih dari 50 juta pound sterling, sang pemain juga tinggal menyisakan kontrak setahun lagi bersama Brentford. Idealnya, MU bisa memegang kendali dalam negosiasi.
Harganya langsung dibandingkan dengan sayap lain, seperti Anthony Elanga, Mohammed Kudus, dan Noni Madueke. Mereka pindah dengan harga tidak lebih dari 55 juta pound sterling. Padahal, usia mereka jauh di bawah Mbeumo. Adapun Mbeumo akan berusia 26 tahun pada 7 Agustus nanti.
Faktor yang membuat Mbeumo cukup sepadan dengan harganya adalah kontribusi gol pada musim lalu. Pemain asal Kamerun itu menyumbang 20 gol dan 7 asis di Liga Inggris. Jumlah gol dan asis Mbeumo hanya kalah dari Alexander Isak (Newcastle United) dan Mohamed Salah (Liverpool).
Di skuad MU musim lalu, tidak ada satu pemain pun yang bisa menghasilkan dua digit gol. Gelandang serang Bruno Fernandes dan penyerang sayap Amad Diallo merupakan yang tersubur dengan sumbangan masing-masing delapan gol. Sosok pembeda di lini serang itu yang diharapkan dari Mbeumo.
Bagaimana debut Matheus Cunha bersama Manchester United?
Manchester United memulai perjalanan pramusim dengan hasil imbang tanpa gol versus Leeds United. Walaupun tampil dengan penyerang baru Matheus Cunha, lini depan MU belum membaik. Mereka tampak masih mencari ritme setelah jeda.
Cunha menjalani debut tidak resmi bersama MU di Stadion Strawberry Arena, Stockholm, Swedia, Sabtu (19/7/2025) WIB. Penyerang yang dibeli seharga 62,5 juta pound sterling (Rp 1,36 triliun) itu diturunkan sebagai pemain inti dan tampil selama 45 menit pertama.
Sesuai perkiraan, Cunha bermain sebagai gelandang serang sisi kiri di formasi 3-4-2-1. Dia sudah akrab dengan posisi itu sejak di Wolverhampton Wanderes. Cunha dikelilingi oleh gelandang sekaligus kapten tim, Bruno Fernandes, dan penyerang remaja, Chido Obi-Martin.
Penampilan debut Cunha tidak buruk, tetapi juga tidak terlalu baik. Dia berkali-kali memperlihatkan kualitasnya di area halfspace dengan penetrasi dari lini kedua. Pemain tim nasional Brasil itu lebih banyak berhasil daripada gagal saat melewati lawan. Agresivitasnya menjadi titik terang untuk MU.
Manajer MU Ruben Amorim cukup puas dengan penampilan Cunha walaupun tidak banyak memberikan pengaruh di kotak penalti. ”Dia telah memperlihatkan apa yang kami butuhkan, seorang pemain yang bisa agresif di antara lini. Kami sudah menyaksikan itu (sejak di Wolves),” katanya seperti dikutip situs resmi MU.
Mengapa ”tangan dingin” Manajer Arsenal Mikel Arteta diuji dengan kehadiran Noni Madueke?
Ibarat pemain drum dari band metal yang masuk ke orkestra, seperti itulah gambaran kedatangan penyerang sayap Noni Madueke ke Arsenal. Madueke terkenal dengan gaya bermain meledak-ledak yang penuh spontanitas, sementara Arsenal terbiasa tampil dalam sistem yang terstruktur dan sangat rapi.
Setelah ditentang banyak pendukung Arsenal, transfer Madueke dari Chelsea akhirnya resmi diumumkan pada Jumat (18/7/2025) malam WIB. Pemain tim nasional Inggris itu didatangkan Arsenal dengan paket nilai transfer yang berpotensi mencapai 52 juta pound sterling (Rp 1,13 triliun).
Madueke telah menandatangani kontrak selama lima tahun di Arsenal, yaitu sampai musim panas 2030. ”Saya orang yang sering mengikuti kata hati. Sejauh ini saya merasa sudah berjalan ke arah tepat. Saya sangat senang berada di sini,” katanya tentang pindah ke tim London lainnya.
Penyerang sayap 23 tahun itu sebenarnya bukan tipe pemain khas Arsenal di bawah Manajer Mikel Arteta. ”Si Meriam” selalu mengandalkan sistem kolektif. Mereka sangat sabar dan terstruktur dalam membongkar pertahanan lawan. Para pemain lebih memilih melewati lawan dengan umpan ketimbang dribel.
Madueke jauh berbeda. Saat ada kesempatan melewati lawan, dia tidak akan segan untuk mendribel bola. Kecepatan dan keterampilan dribel menjadi senjata terbaiknya. Dia bisa menciptakan peluang dengan kemampuan individu, seorang diri, dari kedua sisi sayap sekaligus.
Arteta berkata, Madueke merupakan salah satu sayap paling bertalenta di Liga Inggris. Hal itu dibuktikan dengan catatan statistik sang pemain yang begitu cemerlang dalam aspek serangan. Madueke selalu memberikan percikan saat timnya terjebak dalam kebuntuan.