Angka, tanpa konteks, bisa menjebak. Gyokeres memang unggul dalam catatan gol dan Sesko menawarkan usia yang lebih muda, tetapi bukan itu yang diperlukan Arsenal.
03 Jun 2025 07:04 WIB · Olahraga
Perdebatan yang paling dinanti oleh para penggemar Arsenal akhirnya tiba. Mereka bisa beradu argumen tentang siapa striker terbaik untuk didatangkan. Pembahasan tersebut lebih terasa seperti mitos di musim-musim sebelumnya karena Arsenal tidak tertarik mendatangkan penyerang tengah.
Dua nama penyerang sudah mengerucut, yaitu Viktor Gyokeres (Sporting Lisabon) dan Benjamin Sesko (RB Leipzig). Mereka menjadi sosok yang paling sering muncul dalam berita transfer tentang Arsenal. Jika hanya itu pilihannya, siapa yang lebih baik untuk ”Si Meriam”?
Gyokeres, 26 tahun, diunggulkan dari sisi pengalaman, kematangan, dan statistik gol cemerlang. Sesko dinilai lebih potensial dengan kualitas permainan dan keunggulan fisik yang sudah mumpuni di usia 22 tahun. Tajuk perbebatan mereka adalah kematangan versus potensi.
Setidaknya, perbandingan sederhana itu yang sering muncul di media sosial. Pembahasan tentang kedua pemain itu sering terlalu dangkal karena hanya melihat angka, jumlah gol, ataupun usia, tanpa konteks lebih. Padahal, perbedaan profil Gyokeres dan Sesko sangat kompleks jika dilihat lebih dalam.
Label ”matang” Gyokeres datang dari konsistensi dalam beberapa musim terakhir, terutama saat bersama Sporting. Dia sudah mencetak 68 gol dari 66 laga di Liga Portugal sejak musim 2023-2024. Angka spesial itu yang menjadikannya magnet di bursa transfer kali ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/26ce3371-e37e-4267-a21b-4e3f68b4d6b2_jpg.jpg)
Pelatih Sporting Rui Borges tidak ragu menyebut Gyokeres sebagai penyerang terbaik yang pernah bermain di Liga Portugal. ”Dia adalah fenomena. Dia punya segala yang dibutuhkan striker, mulai dari kualitas teknis, kekuatan, hingga ketajaman,” puji Borges, seperti dikutip The Athletic.
Catatan tersebut memang spesial. Namun, lagi-lagi, perlu konteks untuk memvalidasi itu. Sebagai konteks, semua gol itu diciptakan di Liga Portugal yang bahkan tidak masuk dalam kategori lima liga terbaik di Eropa. Saat bersamaan, Liga Inggris digadang-gadang sebagai kompetisi terbaik sedunia.
Contoh terbaik dalam konteks itu adalah penyerang Liverpool, Darwin Nunez. Dia bermain untuk tim Portugal, Benfica, sebelum berlabuh ke Stadion Anfield pada musim panas 2022. Semusim sebelum pindah, Nunez yang masih berusia 22 tahun berhasil mencetak 26 gol dalam 28 laga di Liga Portugal.
Sebagai pembanding, catatan Nunez di Liga Inggris dalam tiga musim terakhir hanya mencapai 25 gol dari 95 pertandingan. Bukan berarti Gyokeres pasti bernasib sama seperti Nunez. Namun, perjalanan yang dijalani Nunez bisa sedikit memperlihatkan perbedaan level kedua liga itu.
Apalagi, Gyokeres banyak menghasilkan gol dari penalti. Sebanyak 12 gol dari 39 gol di liga pada musim ini dihasilkan lewat hadiah penalti. Kemampuan menendang penalti memang terkadang penting dalam situasi tertentu, tetapi bukan itu yang diprioritaskan Arsenal saat ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/02/14/6203820e-2aed-4059-823a-ab46be5feba2_jpg.jpg)
Sesko hanya menghasilkan 13 gol dari 33 pertandingan di Liga Jerman musim lalu. Hanya saja, dia mencapai itu di salah satu liga paling kompetitif. Sesko bahkan masuk dalam sepuluh besar pencetak gol terbanyak di liga, yaitu saat performa Leipzig secara keseluruhan sedang menurun dibandingkan dengan musim-musim sebelumnya.
Sama seperti perbandingan jumlah gol, usia kedua pemain juga tidak relevan untuk menentukan potensi. Sesko memang lebih muda empat tahun, tetapi tidak ada yang bisa menjamin dia akan terus berkembang setiap musim. Di sisi lain, Gyokeres mungkin saja tipe penyerang yang lambat matang, seperti Jamie Vardy.
Jauh lebih menarik untuk membandingkan gaya bermain Gyokeres dan Sesko dengan kebutuhan sistem Arsenal. Sesko, misalnya, lebih sering beroperasi di area lebih sentral layaknya penyerang bertipe target man. Pemain yang punya tubuh setinggi 1,95 meter itu bisa menjadi jawaban Arsenal di kotak penalti.
Sekso terbilang andal dalam duel udara. Pemain jangkung itu sudah mencetak delapan gol sundulan sejak musim 2023-2024. Keunggulan duel udara itu tidak dimiliki oleh Gyokeres yang baru menghasilkan 11 gol sundulan sepanjang kariernya. Gyokeres tidak menciptakan satu pun gol sundulan pada musim lalu.
Arsenal sangat mengandalkan sisi sayap untuk menyerang. Menurut The Athletic, sebanyak 63 persen gol dalam permainan terbuka dihasilkan lewat sayap. Tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu akan berkreasi dengan para pemain sayap untuk menciptakan peluang ke kotak penalti.
Artinya, ”Si Meriam” butuh sosok pemain di kotak penalti yang bisa menyambut umpan-umpan dari para pemain sayap. Mereka menginginkan striker yang bermain lebih sentral. Sesko lebih cocok dalam sistem tersebut. Adapun 44 persen gol Arsenal musim lalu diciptakan lewat sundulan.
Gyokeres kurang pas dalam sistem Arsenal saat ini, tetapi bisa memberikan warna baru. Pemain asal Swedia itu lebih sering mengambil dan mendribel bola dari sisi sayap, terutama di kiri. Dia bisa menghasilkan peluang saat berhadapan satu lawan satu dalam situasi transisi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/06/26/996c06b6-b0ec-4a40-912b-dec026b376e6_jpg.jpg)
Karakter itu tidak dimiliki pemain sayap kiri Arsenal, Gabriel Martinelli. Gyokeres pun bisa menambah variasi serangan sayap, terutama membuat ”Si Meriam” lebih efektif dalam situasi transisi. Adapun Arsenal sering kali kehilangan momentum saat serangan balik.
Pilihan ada di tangan Arteta, apakah lebih butuh pemain yang sesuai sistem atau sosok yang bisa menambah variasi serangan? Arteta sudah berkata sebelum musim berakhir, akan sulit menemukan pemain yang tepat. ”Sulit mencari pemain yang bisa meningkatkan skuad ini, terutama penyerang,” ujarnya.
Jika dilihat dari sisi investasi, Sesko yang jauh lebih muda ketimbang Gyokeres pastinya lebih aman bagi klub. Apalagi, harga kedua pemain itu tidak berbeda jauh, berkisar 60-70 juta pound sterling. Prospek bisnis itu didukung dengan ketertarikan Arteta kepada Sesko yang sudah lama, sejak musim panas sebelumnya.
Lantas, Gyokeres atau Sesko yang terbaik untuk didatangkan Arsenal pada musim panas nanti? Sosok paling ideal tentunya ada dalam diri penyerang Newcastle, Alexander Isak, yang sudah terbukti di Liga Inggris. Namun, transfer itu tidak realistis karena harga Isak yang sangat mahal dan ambisi besar Newcastle setelah lolos ke Liga Champions musim depan. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .