Pemilihan Paus pertama dan terlama yang pernah ada dalam sejarah Gereja Katolik.
05 Mei 2025 08:41 WIB · Foto
Sebuah ”perkamen” dipamerkan dalam meja kaca di salah satu ruangan yang terdapat dalam sebuah bangunan besar yang juga dikenal sebagai Istana Tanpa Atap. Istana ini yang menjadi saksi bisu pemilihan Paus atau konklaf pertama dan terlama sepanjang sejarah Gereja Katolik.
Perkamen adalah bahan tulis yang terbuat dari kulit binatang yang tidak disamak, seperti kulit domba, anak sapi, atau kambing yang pada zaman dulu digunakan sebagai media tulis.
Dalam perkamen itu terdapat tulisan beserta tanda-tanda yang lebih mirip cap atau stempel. Cap atau stempel yang berjumlah 17 buah itu seperti gantungan dengan gambar kardinal yang berbeda-beda.
Di sudut lain tampak pintu perunggu. Di daun pintu itu diukir relief para kardinal yang terlibat konklaf terpanjang dalam sejarah Gereja Katolik. Di dinding ruang utama juga terdapat gambar Paus Gregorius X yang terpilih setelah konklaf yang berlangsung selama 1.006 hari.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/ba1c83f9-2d3c-428c-8a8b-fb31351502e8_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/a9a3dc4a-e7e3-41d3-8e9c-f2cf3c4caafc_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/e3787ee8-a496-4c6e-9fc9-392bf9a7dc86_jpg.jpg)
Seorang turis dari Italia utara yang berkunjung merasa takjub setelah tur ke istana kepausan, Jumat (2/5/2025) waktu setempat. Hari itu Giusia dan puluhan wisatawan mengikuti tur sejarah di sekitar kota Viterbo, Roma, Italia. Lewat tur sejarah itu, ia menjadi tahu bahwa konklaf pertama diadakan di Viterbo. ”Saya tidak tahu bahwa konklaf pertama dimulai di sini, jadi itu benar-benar kejutan,” ungkapnya.
Konklaf Viterbo pada abad ke-13 merupakan peristiwa penting dalam pemilihan paus. Konklaf pertama ini berjalan hampir tiga tahun, tepatnya 1.006 hari. Lamanya konklaf dipicu adanya perbedaan pendapat yang mendalam di antara para kardinal mengenai nama paus baru.
Pada November 1268, para kardinal berkumpul di Viterbo untuk memilih penerus mendiang Paus Clement IV. Mereka bahkan belum bisa mencapai kesepakatan sampai September 1271.
Hal ini membuat kemarahan warga dan umat Katolik di Viterbo memuncak. Selain itu, pesta pemilihan yang maraton itu menyebabkan warga juga harus menanggung biaya kamar dan makan para kardinal yang sangat besar.
Mereka lantas membuat langkah-langkah yang drastis dengan tujuan agar segera diambil kesepakatan tentang Paus berikutnya. Para kardinal dikurung di istana kepausan Viterbo dengan kunci. Belakangan ini menjadi asal-usul istilah konklaf, yang berasal dari kata Latin ”cum” (dengan) dan ”clavem” (kunci).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/0483711b-dfa7-4cce-b6c2-2c296fc010bf_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/afb7e064-c46a-4985-bcc0-39d7ff585666_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/20ece0fa-8476-446a-89f8-7077549755d9_jpg.jpg)
Dari kesaksian sebuah perkamen tertanggal 8 Juni 1270, para kardinal terpaksa berkemah di dalam istana yang tidak beratap. Ini dibuktikan dengan beberapa lubang di lantai aula, yang diduga berasal dari lubang tiang tenda, seperti diutarakan Elena Cangiano, arkeolog di Palazzo dei Popi atau istana Paus yang dikutip Associated Press.
Warga kemudian juga membatasi makanan para kardinal hanya dengan roti dan air agar mereka bergegas. Karena itu juga tidak berhasil, mereka mulai merobek sebagian atap ruangan besar yang menjadi tempat berkumpulnya para kardinal sehingga mereka terpapar cuaca buruk. Kondisi ekstrem itu hanya berlangsung selama tiga minggu setelah itu para kardinal diizinkan masuk ke ruangan lain di istana, tetapi tidak boleh meninggalkan gedung. Butuh waktu 15 bulan lagi sebelum Gregory X terpilih sebagai paus baru.
Akhirnya pada September 1271 konklaf memilih pengganti Paus Clement IV, yakni Teobaldo Visconti yang kemudian bergelar Paus Gregorius X.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/04/58302591-6f59-4235-8e7b-a553e5aa847c_jpg.jpg)
Warisan Viterbo akan kembali diteruskan dalam konklaf yang akan dimulai pada Rabu, 7 Mei 2025, di Kapel Sistina Roma untuk memilih pengganti Paus Fransiskus.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari