Kejutan dari Sabar/Reza di All England Berlanjut

Setelah selama ini hanya menonton dari TV, Sabar/Reza tampil di All England dan membuat kejutan. Mereka lolos ke semifinal.

14 Mar 2025 22:32 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

BIRMINGHAM, JUMAT — Setelah kesulitan mengawali 2025 dengan penampilan yang baik, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani bangkit. Tak tanggung-tanggung, mereka melaju ke semifinal dalam debut pada turnamen bulu tangkis All England.

Perjalanan mereka di Utilita Arena Birmingham, Inggris, selalu berakhir dengan kemenangan dua gim pada tiga babak. Dalam persaingan perempat final yang berlangsung Jumat (14/3/2025), Sabar/Reza mengalahkan pasangan Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, dengan skor 21-11, 21-17.

Pada dua babak sebelumnya, ganda putra yang penampilannya naik sejak 2024 ini menyingkirkan pemain China, salah satunya peraih medali perak Olimpiade Paris 2024, Liang Wei Keng/Wang Chang. Sabar/Reza mengalahkan unggulan ketiga tersebut pada babak pertama.

Sebenarnya, bukan kali ini saja Sabar/Reza mencapai semifinal turnamen level Super 1000. Mereka lolos ke fase yang sama di Indonesia Terbuka 2024 sebelum dihentikan Man Wei Chong/Tee Kai Wun (Malaysia). Saat itu, Sabar/Reza menjadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal.

Namun, semifinal kali ini punya nilai lebih karena All England merupakan turnamen yang memiliki prestise lebih tinggi meski satu level dengan Indonesia, Malaysia, dan China Terbuka. Apalagi, mereka mencapainya pada penampilan pertama.

Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani memenangi babak kedua All England di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025).

Sabar/Reza mencapai tahap ini dengan perjuangan mengatasi berbagai kesulitan sebagai atlet yang berlatih di luar pelatnas. Mereka membiayai dan mengatur sendiri semua kebutuhan latihan dan pertandingan dengan dukungan Waroeng Steak & Shake yang pernah mensponsori Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.

Dengan komitmen tinggi untuk tetap bersaing, setelah keluar dari pelatnas pada 2021, performa mereka berkembang pada 2024. Sabar/Reza menjuarai turnamen BWF World Tour untuk pertama kalinya, di Spanyol Masters. Final dalam empat turnamen lain pun dicapai. Setelah mengawali 2024 pada peringkat ke-48 dunia, mereka mengakhirinya di posisi ke-11 dan saat ini di urutan kedelapan. Ranking tersebut membawa mereka ke All England untuk pertama kalinya.

Maka, rasa senang tak terelakkan ketika bisa melangkah jauh dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini. Sabar/Reza langsung bersalaman dengan Hendra Setiawan, yang mendampingi selama di Birmingham, seusai mendapat poin terakhir dari dropshot silang Sabar. Dari belakang lapangan, Hendra berulang kali mengingatkan untuk melakukan sesuatu, termasuk ketika meminta Sabar/Reza benar-benar fokus saat perebutan poin berjalan ketat menjelang akhir gim kedua.

”Senang bisa ke seminal karena tidak ada ekspektasi yang tinggi, apalagi ini turnamen All England dengan kelas Super 1000. Lawan tidak ada yang mudah. Semoga tidak semoga tidak sampai sini saja,” komentar Sabar yang selama ini selalu menonton All England di televisi.

Reza menambahan, kunci kemenangan mereka hanya fokus pada permainan diri sendiri. Mereka tidak pernah berpikir tentang hasil yang ingin didapat.

Muhammad Reza Pahlevi Isfahani (kiri) dan Sabar Karyaman Gutama (kanan) berpose bersama Hendra Setiawan dalam latihan di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Senin (10/3/2025). Sabar/Reza akan didampingi Hendra sebagai pelatih di All England.

Lawan mereka pada semifinal adalah pemenang antara duel Indonesia-Taiwan lainnya yang berlangsung Sabtu dini hari waktu Indonesia, yaitu antara Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan.

Ketika kejutan yang dibuat Sabar/Reza berlanjut, perjalanan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berakhir di perempat final. Dalam All England pertama sebagai pasangan, mereka kalah dari Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin (China) 10-21, 14-21.

Laga ini menjadi persaingan dua pasangan baru meski merupakan wajah lama di ganda campuran. Rehan/Gloria berpasangan sejak akhir Januari dan memulai perjalanan di Thailand Masters. Mereka tersingkir pada babak kedua, setelah itu mencapai final dalam dua turnamen beruntun di Eropa, yaitu Jerman Terbuka dan Orleans Masters.

Sementara, kerja sama Feng dan Wei dalam turnamen baru dimulai di All England. Meski demikian, keduanya berpengalaman menjuarai ajang besar.

Feng menjuarai 12 turnamen BWF World Tour bersama seniornya, Huang Dong Ping, pada rentang 2022-2024. Adapun Wei mempunyai sepuluh gelar bersama Jiang Zhen Bang dan menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia 2023. Padahal, Wei baru bermain ganda campuran sejak 2022 setelah berpindah dari nomor tunggal putri.

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja beraksi pada pertandingan babak kedua All England,  di Utilita Arena, Birmingham, Kamis (13/3/2025). Rehan/Gloria mengalahkan Jesper Toft/Amelie Magelund 21-16, 20-22, 21-12.

Dengan perjalanan itu, mereka mendominasi permainan pada setiap babak. Apalagi, belum ada lawan dengan prestasi setara sejak babak pertama hingga semifinal. Feng/Wei memenangi tiga babak dalam rentang hanya 30-34 menit.

Rehan/Gloria kesulitan mengantisipasi kemampuan Wei yang menjadi kunci permainan dominan pasangan China. Wei bergerak sangat cepat di depan net. Dia bukan hanya cerdik dalam mengatur serangan, melainkan juga bisa menyerang di bagian depan lapangan.

Wei bergerak cepat dari sisi kiri ke kanan lapangan, atau sebaliknya, untuk memotong pukulan Rehan/Gloria. Dengan situasi tersebut, pasangan Indonesia yang berlatih di PB Djarum itu sangat sedikit mendapat kesempatan menyerang.

Meski terhenti di perempat final, perjalanan Rehan/Gloria pada All England pertama mereka sebagai pasangan cukup baik. Keduanya bisa mengatasi tekanan dalam turnamen Super 1000 paling bergengsi.

Selain komitmen, Rehan dan Gloria menjaga komunikasi berkat bantuan pelatih Vita Marissa. Saat perempat final, mereka turut didampingi Hendra.

Rehan/Gloria babak kedua All England, Birmingham, Kamis (13/3/2025).

Rehan/Gloria pun bersyukur bisa mencapai perempat final pada awal mereka berpasangan. Akan tetapi, kekalahan tetap meninggalkan luka, apalagi ketika tak bisa bermain dengan baik. Gloria, bahkan, sampai menangis.

”Saya cukup emosional karena mencoba untuk melawan keadaan diri saya sendiri. Kondisi memang turun karena sudah tiga minggu bertanding, tetapi, saya tetap melihat ada kesempatan. Ketika sudah berusaha, tetapi tidak sesuai harapan, jadinya kesal. Seharusnya bsia lebih dari perempat final,” tutur atlet senior yang bermain di All England sejak 2015 bersama empat partner.

Pengalaman baik di All England itu akan membuat Rehan/Gloria semakin waspada menghadapi tantangan di depan. Rehan sadar bahwa perjalanan mereka tak akan mudah.

”Semua lawan sudah mengantongi kekuatan kami, sudah ada video-video pertandingan. Jadi, kami harus terus meningkatkan kualitas, harus lebih berkorban dan berani lagi,” kata Rehan.

Tekad itu akan diwujudkan dengan latihan yang akan mereka jalani pada Sabtu karena akan menjalani turnamen berikutnya, yaitu Polandia International Challenge. Meski merupakan turnamen berlevel rendah, ajang itu akan memberi tantangan yang tak kalah mudah karena menjadi ajang keempat dalam empat pekan bagi Rehan/Gloria.

Gregoria Mariska Tunjung saat akan melakukan backhand ketika berhadapan dengan Sim Yu-jin pada babak kedua All England. Gregoria menang pada pertandingan di Birmingham, Inggris, Kamis (13/3/2025) itu.

Selain Rehan/Gloria, Sabar/Reza, dan Leo/Bagas, Greoria Mariska Tunjung juga tampil di perempat final melawan Han Yue (China). Gregoria berhadapan dengan Han untuk kesembilan kali sejak bersaing pada masa yunior. Berimbangnya kekuatan kedua pemain tak hanya diperlihatkan posisi dalam ranking dunia, yaitu Gregoria pada posisi kelima dan Han keempat. Keduanya berbagi empat kemenangan dari delapan persaingan lain dan dari delapan pertemuan itu, lima diantaranya berlangsung tiga gim.

Jika menang, tunggal putri Indonesia ranking kelima dunia itu tak hanya mencapai semifinal pertama di All England, melainkan dalam level Super 1000. Pada empat turnamen level tersebut, yaitu All England, Indonesia Terbuka, Malaysia Terbuka, dan China Terbuka, hasil terbaik Gregoria hingga 2024 adalah perempat final.

Sementara, Leo/Bagas memiliki bekal kemenangan dari satu pertemuan lain dengan Lee/Yang, yaitu pada babak kedua Hong Kong Terbuka 2024. Akan tetapi, pertandingan tersebut berlangsung ketat dengan skor 21-18, 14-21, 22-20.

Dominasi non unggulan

Leo/Bagas dan Sabar/Reza menjadi bagian dari enam pasangan non unggulan yang tampil pada perempat final. Ganda putra dan tunggal putra menjadi nomor yang paling banyak kehilangan unggulan pada dua babak awal, masing-masing, sebanyak enam wakil.

Unggulan teratas ganda putra, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen, tersingkir pada babak pertama. Adapun unggulan kedua, Goh Sze Fei/Nur Izuddin, dan juara bertahan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, kalah pada babak kedua.

Di tunggal putra, hanya dua unggulan asal China yang bermain pada perempat final, yaitu Shi Yu Qi (1) dan Li Shi Feng (6). Shi, yang merupakan juara All England 2018, melaju ke semifinal setelah mengalahkan  Loh Kean Yew 21-18, 21-16.

Li juga memiliki peluang menambah gelar All England setelah juara pada 2023. Dia menghentikan Lakhsya Sen (India), pemain yang menyingkirkan Jonatan Christie pada babak kedua. Duo pemain China itu akan bersaing di semifinal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase