Kesempatan terbuka untuk Putri KW yang bertekad ”pecah telur” gelar Super 500 di Indonesia Masters. Sementara Alwi Farhan berusaha kontrol diri di tengah ekspektasi.
21 Jan 2026 21:48 WIB · Olahraga
Kompas/Danu Kusworo
JAKARTA, KOMPAS — Tunggal putri satu-satunya Indonesia di Daihatsu Indonesia Masters 2026, Putri Kusuma Wardani, punya kesempatan besar untuk bisa ”pecah telur” gelar turnamen BWF level Super 500. Selain tak akan bertemu pemain-pemain elite dunia yang kerap jadi ganjalannya, Putri juga bermodal performa positif pada tiga turnamen level serupa sebelumnya.
Putri, unggulan kedua turnamen, membuka penampilan di Indonesia Masters 2026 dengan kemenangan atas wakil Taiwan, Sung Shuo Yun, 21-15, 21-15, Rabu (21/1/2026). Kendati bermain kurang klinis, Putri mampu menjaga dominasi atas Sung dengan rekor 6 kemenangan dari 8 pertemuan sekaligus menyabet tiket ke babak 16 besar.
Putri datang ke Istora dengan kondisi sedikit kelelahan setelah menjalani dua turnamen beruntun, Malaysia Terbuka 2025 level Super 1000 dan India Terbuka Super 750, yang dicapainya hingga perempat final. Meski begitu, Putri bertekad tampil habis-habisan.
Tunggal putri Indonesia peringkat tujuh dunia ini termotivasi untuk meraih gelar juara pertama dari turnamen level Super 500 di Indonesia Masters 2026. ”Aku sangat termotivasi karena sudah tiga kali (di level Super) 500 mendapatkan perak dan aku pengen, pengen banget di sini juara seri 500 pertamaku, juaranya di Indonesia,” tutur Putri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/21/cfe0e429-78dc-454b-a50e-9801039f07b3.jpg)
Sebelum tahun ini, Putri sudah empat kali mengikuti Indonesia Masters. Namun, baru pada edisi 2025, Putri bisa lolos dari babak awal. Perempat final yang diraih tahun lalu menjadi pencapain terbaik Putri di Indonesia Masters.
Kendati belum bisa melangkah jauh, hasil itu mengawali pencapaian apik Putri di turnamen level serupa setelahnya. Dari perempat final, Putri mampu mencapai final tiga kali pada turnamen Super 500 lain, yakni di Hong Kong Terbuka, Hylo Terbuka, dan Australia Terbuka.
Pencapaian atlet yang juga seorang polisi ini juga naik selangkah demi selangkah di level tinggi, seperti menembus perempat final Malaysia Terbuka dan Indonesia Terbuka Super 1000 pada 2025. Putri menunjukkan performa yang lebih baik setelah setelah sempat tampil stagnan sejak 2023, lalu menepi dari turnamen pada Juni-September 2024 untuk memperbaiki diri.
Bukan hanya punya modal penampilan yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya, Putri juga punya kesempatan besar untuk bersinar di Indonesia Masters 2026 dengan absennya para pemain elite dunia. Pemain-pemain yang masih belum bisa dikalahkan Putri, seperti An Se-young (Korea Selatan, peringkat satu dunia), Wang Zhi Yi (China/2) dan Akane Yamaguchi (Jepang/3), tidak berpartisipasi di Indonesia Masters.
Penghuni 10 besar dunia yang berlaga di Indonesia Masters pun hanya tersisa Chen Yu Fei (China/4), Ratchanok Intanon (Thailand/6), dan Tomoka Miyazaki (Jepang/9). Putri ingin memanfaatkan kesempatan besar tersebut untuk meraih gelar juara.
”Namun, dengan sekarang pemain yang ada juga, aku tidak boleh meremehkan, baik pemain yang (peringkat) di bawah maupun setara dengan aku. Jadi, aku harus benar-benar siap dan habis-habisan,” ujar Putri.
Pada babak kedua, Putri akan bertemu wakil Taiwan lain, Huang Yu-Hsun. Juara Korea Masters 2024 Super 300 ini bertekad tampil lebih baik dari laga perdana yang diwarnai banyak kesalahan. Ia berkali-kali melakukan kesalahan beruntun yang memberi poin bagi lawan.
Penampilan kurang klinis itu terlihat sejak gim pertama setelah Putri sempat unggul hingga 8 angka pada kedudukan 9-1. Kesalahan beruntun Putri membuat Sung bisa mendekat hingga selisih angka hanya tiga poin pada skor 17-14.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/21/385912c2-4573-4a87-8ee9-2014895ac8aa.jpg)
Putri mengatakan, ia sebenarnya tidak langsung bisa nyaman dengan permainannya. Dalam laga pertama yang berlangsung 45 menit itu, Putri masih adaptasi dengan kondisi angin di lapangan. ”Namun, besok, siapa pun lawannya, tentu harus lebih baik dari hari ini,” ujarnya.
Pada sektor tunggal putra, wakil Indonesia, Alwi Farhan, juga melaju ke babak 16 besar. Pengalaman bertanding pada turnamen BWF World Tour menjadikan Alwi memiliki ekspektasi lebih tinggi di Indonesia Masters tahun ini dibandingkan hasil setahun lalu. Meski demikian, Alwi berusaha mengontrol diri agar bisa fokus pada performa.
Alwi mengemukakan itu setelah memenangi babak pertama saat berhadapan dengan Ayush Shetty (India) 21-8, 21-13. Meskipun baru memenangi satu babak, hasil tersebut lebih baik dibandingkan ketika dia tersingkir pada babak kualifikasi Indonesia Masters 2025.
Setahun setelah menjalani debut di Indonesia Masters, Alwi kembali ke Istora dengan lebih banyak pengalaman. Pada tahun pertamanya bersaing dalam turnamen BWF World Tour secara penuh, hasil yang didapatnya beragam, mulai dari tersingkir pada babak pertama hingga juara. Gelar pertama dari BWF World Tour didapat dari Makau Terbuka Super 300 dan mendapat hasil setara ketika mencapai semifinal Korea Terbuka Super 500 dan perempat final Perancis Terbuka Super 750.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/21/a5ab084f-1d33-4ee2-9a6e-8c634b001617.jpg)
Menjelang tutup tahun, Alwi membawa nama Indonesia berdiri di podium tertinggi tunggal putra dan beregu putra cabang bulu tangkis SEA Games Thailand 2025. Dia menutup 2025 dengan berada pada peringkat ke-18 dunia.
”Dengan pengalaman, kualitas diri dan lawan, ekspektasi saya di Indonesia Masters pada tahun ini memang lebih tinggi. Meski demikian, saya harus bisa mengontrol diri agar bisa mengatasi semuanya dengan baik,” kata atlet berusia 20 tahun tersebut.
Upayanya untuk mengontrol diri diperlukan karena Alwi belum mendapat kesulitan yang terlalu besar saat bertemu Shetty. Bersaing sejak masa yunior, dia bisa mengatasi permainan Shetty dengan bermain dalam tempo cepat. Tak banyak reli dalam pertandingan tersebut karena serangan Alwi sering kali tak dapat diantisipasi Shetty. Alwi memenangi babak pertama hanya dalam waktu 29 menit.
Alwi juga harus menjaga kondisi setelah mengalami rasa sakit pada bagian perut ketika tampil di Malaysia Terbuka, dua pekan lalu. Dia kalah tiga gim dari Alex Lanier pada babak pertama dan bermain dalam kondisi tidak fit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/21/939ee6fe-329b-476c-9593-8d8126dd7106.jpg)
”Saya sudah menjalani pemulihan, kondisi belum terlalu fit tetapi sudah tidak merasakan sakit. Semoga bisa bermain dengan baik, apalagi dengan dukungan dari banyak penonton. Apalagi, tampil di sini menjadi kehormatan bagi saya dan semoga tim Indonesia bisa memberi hasil terbaik,” kata Alwi.
Alwi mengikuti langkah rekan mudanya, Mohammad Zaki Ubaidillah, untuk melangkah ke babak kedua. Atlet berusia 18 tahun itu menang atas pemain India lainnya, Kiran George, 21-17, 21-14, pada babak pertama dan akan berhadapan dengan Loh Kean Yew (Singapura) di babak kedua.
Penulis:
Rebiyyah Salasah, Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar Alexey