SEPAK BOLA

Lawan Saint Kitts-Nevis, Bagaimana Timnas Indonesia ala John Herdman Akan Bermain?

Timnas sepak bola Indonesia di era John Herdman akan tetap memakai pola tiga bek tengah. Sisi sayap jadi andalan utama serangan.

27 Mar 2026 07:57 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

John Herdman akan memulai rezimnya di timnas sepak bola Indonesia pada laga FIFA Series 2026 versus Saint Kitts-Nevis, Jumat (27/3/2026), pukul 20.00 WIB, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Lebih dari sekadar hasil, suporter ”Garuda” tentu menantikan wujud permainan Elkan Baggott dan kawan-kawan di bawah kendali juru taktik Kanada di Piala Dunia 2022 itu.

Dalam sesi latihan terakhir menjelang pertandingan, Kamis (26/3/2026), di Stadion Madya Jakarta, tampilan formasi dan gaya permainan Indonesia bisa sedikit tergambarkan. Herdman tampaknya belum akan melepaskan formasi andalannya bersama Kanada, yaitu 3-4-3.

Kecenderungan Herdman menggunakan formasi itu terlihat dari menu latihan serangan yang dipimpin pelatih ofensif, Elliot Dickman. Bersama Dickman, Herdman membagi 11 pemain ke dalam tiga posisi berbeda.

Mauro Zijlstra dan Ramadhan Sananta ditempatkan di sisi tengah tepat di depan titik putih penalti. Di sisi kanan mereka atau pos penyerang sayap kanan, Herdman menempatkan Ole Romeny dan Eliano Reijnders. Kemudian, Ragnar Oratmangoen dan Beckham Putra ditempatkan di penyerang sayap kiri.

Enam pemain itu secara bergantian dilatih melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Konsepnya, Dickman memberikan operan kepada mereka. Mereka mengontrol bola satu sentuhan, lalu langsung melepaskan tembakan ke arah gawang yang dikawal kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi.

Pemain timnas Indonesia berlatih menjelang FIFA Series di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Indonesia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis dalam laga perdana yang berlangsung Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

Latihan penyelesaian akhir itu menjadi kunci yang perlu dibenahi Herdman. Alasannya, Indonesia tidak memiliki penyerang dengan catatan mengilap di level klub musim ini. Catatan empat gol dan dua asis Sananta untuk tim Liga Malaysia, DPMM Brunei, merupakan torehan paling produktif dari enam penyerang yang dimiliki skuad Garuda di FIFA Series 2026.

Selain menguji kemampuan tembakan keenam penyerang itu, selanjutnya, Dickman menginstruksikan lima pemain yang bakal ditempatkan dalam posisi gelandang sayap dalam susunan kuartet pemain tengah. Di sisi kanan terdapat Yakob Sayuri, Kevin Diks, dan Sandy Walsh, sedangkan Nathan Tjoe-A-On dan Dony Tri Pamungkas disiapkan di sektor kiri.

Umpan silang

Lima gelandang sayap itu silih berganti ditugaskan mengantarkan umpan silang ke dalam kotak penalti. Penempatan pemain di dalam kotak penalti amat jelas. Apabila bola dikuasai pemain di sisi kiri, penyerang sayap kiri dan gelandang sayap kiri berada dalam posisi berdekatan.

Tiga pemain minimal menjadi target umpan silang. Jumlah itu terdiri dari dua penyerang tersisa dan satu gelandang sayap kanan. Mereka harus berada di dalam kotak penalti lawan. Situasi serupa berlaku sebaliknya jika serangan berada di sisi kanan.

Menariknya, mayoritas sasaran umpan silang adalah orang kedua di dalam kotak penalti. Ia adalah pemain yang berada di tengah di antara tiga pemain Indonesia di dalam kotak penalti.

Simulasi pertama pola serangan dari sisi sayap timnas Indonesia.
Simulasi kedua pola serangan dari sisi sayap timnas Indonesia.

Satu pemain di tiang dekat akan bergerak untuk menarik lawan. Adapun pemain di sisi tiang jauh juga akan menciptakan gerakan untuk mengganggu fokus penjagaan pemain lawan. Kondisi itu diharapkan membuat pemain di sisi tengah tidak mendapat kawalan berarti sehingga bisa menyelesaikan umpan silang.

Permainan langsung

Gaya bermain di sisi sayap pantas menjadi andalan Herdman. Selain disebabkan pasokan sayap berkualitas melimpah, skuad Garuda juga krisis gelandang serang. Tidak ada Thom Haye, Marselino Ferdinan, dan Ricky Kambuaya akibat alasan berbeda-beda yang menyebabkan Indonesia tidak memiliki pemain murni berperan nomor delapan atau nomor sepuluh.

Demi membongkar pertahanan lawan, gaya permainan langsung yang menargetkan langsung pemain sayap adalah andalan utama. Pemain yang diproyeksi mengemban tugas gelandang tengah di dalam skuad saat ini adalah para pengumpan jauh yang andal, seperti Joey Pelupessy, Jordi Amat, Ivar Jenner, dan Calvin Verdonk.

Dalam sesi latihan terakhir, mereka berlatih dipandu duo asisten pelatih teknis, Simon Grayson dan Nova Arianto, untuk melakukan sejumlah umpan silang di sisi tengah lapangan. Jarak operan itu sekitar 80 meter.

”Kami harus meningkatkan kemampuan transisi menyerang dan organisasi menyerang. Permainan kami harus lebih dinamis dan penting. Itu hal penting bagi saya,” tutur Herdman tentang gaya permainan yang diinginkannya.

”Saya melihat permainan Indonesia selama ini sangat mudah ditebak. Saya ingin kami bisa bermain lebih adaptif. Itu yang dibutuhkan untuk bersaing di level sepak bola internasional,” ucap Herdman yang berusia 50 tahun.

Sebanyak 15 anggota timnas Indonesia berlatih di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Indoneaia akan menghadapi Timnas Saint Kitts dan Nevis di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat mendatang dalam rangka FIFA Series 2026. Latihan dipimpin langsung pelatih John Herdman. 

Kompas/Danu Kusworo

Selain umpan jauh, para pemain gelandang itu juga ditugaskan untuk melakukan kombinasi umpan pendek dengan para bek tengah yang akan mengisi pos trisula bek, yaitu Baggott, Jay Idzes, Rizky Ridho, dan Justin Hubner.

Selain empat bek tengah itu, kandidat pengisi pos tiga bek dalam skema Herdman juga hadir pada diri Diks dan Verdonk. Herdman bersyukur dengan komposisi pemain belakang Indonesia yang sangat tangguh. Apalagi ia memiliki pemain-pemain yang berkarier di Italia, Jerman, Perancis, dan Inggris di sektor pertahanan.

”Saya senang banyak kompetisi di lini belakang. Tim ini memiliki susunan pemain belakang salah satu terbaik di Asia. Target kami adalah menjadikan Indonesia nomor satu di Asia dalam kemampuan bertahan,” tegas Herdman.

Baggott menyebut FIFA Series adalah upaya para pemain untuk mengenal dan mengaplikasikan sistem yang telah diberikan Herdman. Ia optimistis ide permainan Herdman bisa membawa Indonesia naik level.

”Saya kembali setelah dua tahun dan terakhir bermain di Qatar. Saya sekarang merasakan standar lebih tinggi serta semangat tim dan kebersamaan lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Energi besar yang diberikan pelatih juga terasa oleh tim,” ucap Baggott.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono