Sembilan negara menjadi wakil Asia pada laga Piala Dunia FIFA 2026. Bagaimana peluang wakil Asia itu bersaing melawan tim Eropa, AS, dan Afrika?
06 Jun 2026 10:00 WIB · Olahraga
AFP
Sebanyak sembilan negara menjadi wakil Asia pada laga Piala Dunia FIFA 2026. Bagaimana peluang wakil Asia bersaing dengan tim Eropa, Amerika, dan Afrika di turnamen empat tahunan itu?
Kick off Piala Dunia FIFA 2026 tinggal hitungan hari. Sembilan negara dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bakal berpartisipasi di ajang pesta sepak bola terbesar sejagat. Kesembilan negara itu ialah Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, Qatar, Arab Saudi, Irak, Uzbekistan, dan Jordania. Uzbekistan dan Jordania mencatatkan sejarah sebagai negara yang lolos untuk pertama kalinya alias tim debutan di turnamen tersebut.
Sembilan wakil Asia itu merupakan hasil dari 47 negara anggota AFC yang lolos babak kualifikasi sejak Oktober 2023 hingga April 2026. Setelah menjalani puluhan pertandingan di babak kualifikasi, kesembilan tim itu berhasil memastikan tempat di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni-19 Juli 2026.
Irak tercatat sebagai wakil Asia yang terakhir lolos di putaran final untuk mendapatkan tiket Piala Dunia 2026. ”Singa Mesopotamia” ini lolos setelah mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 pada laga final play-off antarkonfederasi yang berlangsung di Meksiko pada 1 April 2026. Kemenangan ini menjadikan Irak sebagai negara ke-48 sekaligus tim terakhir yang melengkapi daftar peserta turnamen Piala Dunia 2026.
Dari sembilan wakil Asia, sejumlah kekuatan tradisional Asia kembali menunjukkan dominasinya dan berpotensi bersaing dengan tim-tim Eropa, Afrika, dan Amerika. Korea Selatan memastikan tiket untuk tampil pada Piala Dunia ke-11 secara beruntun. Performa itu mempertegas status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia. Semifinalis Piala Dunia 2002 itu melaju mulus tanpa kekalahan di Grup B dan mengunci tiket lolos jauh sebelum matchday terakhir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/12/311d6ed1bf84420a495e05fb9d67f832-wires_photo_5_.jpg)
Kekuatan tradisional lainnya ialah Jepang kembali melanjutkan konsistensinya dengan lolos kompetisi Piala Dunia kedelapan berturut-turut. Jepang menjadi negara Asia pertama yang memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dan hanya menelan satu kekalahan sepanjang kualifikasi. Pada Piala Dunia terakhir di Qatar 2022, penyandang peringkat tertinggi FIFA di Asia ini menumbangkan raksasa sepak bola Spanyol dan Jerman di fase grup untuk melaju ke babak 16 Besar.
Berikutnya, Australia yang mulai bergabung pada Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sejak Januari 2006 mempertahankan tradisi tampil di Piala Dunia setelah memastikan partisipasi keenamnya secara beruntun. Australia lolos sebagai runner-up Grup C putaran ketiga kualifiasi zona Asia. ”Negeri Kanguru” ini berhasil mencapai prestasi terbaiknya, yakni babak 16 besar di Piala Dunia 2006 dan 2022.
Selain kekuatan tradisional Asia, dua tim dari wilayah Asia Barat, yakni Arab Saudi dan Iran, juga berpeluang melangkah lebih jauh di Piala Dunia kali ini. Arab Saudi dan Iran sudah tujuh kali berpartisipasi di ajang tersebut. Pencapaian terbaik Arab Saudi di Piala Dunia 1994 adalah lolos 16 besar, sedangkan Iran sementara selalu berhenti di fase pertandingan grup.
Dua tim lainnya, yakni Irak dan Qatar, hingga Piala Dunia 2026, sudah dua kali berpartisipasi. Sementara itu, Jordania dan Uzbekistan baru sekali dan menjadi debutan di Piala Dunia tersebut. Mereka bakal berjuang keras untuk lolos dari fase grup.
Kehadiran sembilan tim Asia tersebut menunjukan sepak bola Asia semakin berkembang kualitasnya. Wakil AFC di turnamen empat tahunan itu diprediksi akan tampil lebih menarik dan harapannya bakal melangkah jauh tak hanya di fase penyisihan grup, tetapi juga di fase gugur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/06/aaee3b21a488712738f02b0cb61866df-20260606_GKT_Wakil_Asia_di_Piala_Dunia_1_mumed.jpg)
AFC pertama kali mengirimkan wakilnya ke pertandingan Piala Dunia pada tahun 1938 di Perancis. Kala itu merupakan ajang Piala Dunia yang ketiga. Hindia Belanda (saat ini wilayahnya masuk Indonesia) adalah wakil Asia perdana di Piala Dunia FIFA 1938.
Pada Piala Dunia berikutnya, India seharusnya jadi wakil Asia kedua di Piala Dunia 1950, tetapi akhirnya negara ini mundur. Alhasil, pada Piala Dunia keempat itu tidak ada wakil dari Asia. Selanjutnya, mulai Piala Dunia 1954, Asia selalu rutin mengirimkan satu perwakilan pada ajang internasional itu.
Jumlah negara perwakilan tersebut kian bertambah sejak Piala Dunia 1986. Kala itu, AFC mengirimkan dua wakilnya untuk berpartisipasi. Pada Piala Dunia 1998, jumlah perwakilan dari AFC bertambah menjadi empat tim (negara). Penambahan jatah ini seiring dengan bertambahnya peserta Piala Dunia dari 16 tim menjadi 32 tim. Jumlah perwakilan AFC kembali bertambah pada Piala Dunia 2018 menjadi lima tim dan enam tim pada Piala Dunia 2022.
Pada Piala Dunia 2026, jumlah wakil anggota AFC kembali meningkat menjadi sembilan negara seiring dengan bertambahnya tim di putaran final dari 32 menjadi 48 tim.
Sejak Piala Dunia tahun 1938 hingga edisi 2026, sudah 15 negara di Asia yang berpartisipasi di putaran final Piala Dunia. Selain sembilan negara yang lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, ada enam negara lain yang pernah lolos ke putaran final di Piala Dunia sebelumnya, yakni Hindia Belanda (Indonesia), Korea Utara, Israel, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan China.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/10/9d9721d9-badc-4547-a05b-c556f0e6c226.jpg)
Hindia Belanda lolos ke babak final tanpa harus memainkan pertandingan kualifikasi karena lawannya, Jepang, mundur. Di ajang Piala Dunia ketiga itu, Hindia Belanda hanya memainkan satu kali pertandingan dengan menelan kekalahan 0-6 melawan Hongaria. Karena menggunakan sistem gugur alias knock-out, timnas Hindia Belanda langsung berkemas pulang seusai menerima kekalahan telak tersebut.
Berikutnya, Korea Utara mewakili Asia di Piala Dunia 1966 di Inggris. Di debut tersebut, Korut berhasil melaju hingga perempat final. Di fase grup, Korut kalah 0-3 dari Uni Soviet dalam pertandingan pembuka, kemudian imbang 1-1 melawan Chile dan unggul 1-0 atas Italia. Di partai perempat final, mereka dikalahkan Portugal 3-5.
Negara wakil Asia lainnya, Israel, yang saat itu masih menjadi anggota AFC menjadi wakil Asia di Piala Dunia 1970 di Meksiko. Debut Israel di turnamen itu berhenti di babak penyisihan grup setelah kalah 0-2 dari Uruguay dan dua kali imbang melawan Swedia dan Italia. Israel resmi dikeluarkan dari AFC pada 1974 menyusul banyaknya penolakan dari negara-negara Arab terkait konflik Israel-Palestina.
Kuwait menjadi wakil Asia pada Piala Dunia 1982 di Spanyol. Kompetisi ini menjadi debut dan satu-satunya negara Teluk yang tampil di putaran laga Piala Dunia. Langkah Kuwait terhenti di babak penyisihan grup. Mereka menelan dua kekalahan saat melawan Perancis (1-4) dan Inggris (0-1), serta hanya meraih satu kali hasil imbang saat melawan Cekoslowakia (1-1).
Uni Emirat Arab (UEA) menjadi salah satu wakil Asia di Piala Dunia 1990 yang diselenggarakan di Italia. UEA lolos ke laga Piala Dunia untuk pertama kali dan satu-satunya kesempatan hingga sekarang. Hanya saja, dalam tiga pertandingan di fase grup kala itu mereka berakhir dengan kekalahan. UEA kalah dari Kolombia (0-2), Jerman (1-5), dan Yugoslavia (1-4).
Dua belas tahun berselang, China bersama Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi menjadi wakil Asia di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Ajang internasional itu merupakan pastisipasi perdana China. Sayangnya, langkah ”Negeri Tirai Bambu” terhenti di fase grup setelah menelan tiga kali kekalahan. China kalah dari Kosta Rika (0-2), Brasil (0-4), dan Turki (0-3).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/06/0a3677f5439eaf16f60217f63fc74621-20260606_GKT_Wakil_Asia_di_Piala_Dunia_2_mumed.jpg)
Jika dicermati lebih jauh, berdasarkan federasi regional, ada empat federasi anggota AFC yang pernah mengirimkan wakilnya di Piala Dunia. Mereka adalah West Asian Football Federation (WAFF), East Asian Football Federation (EAFF), Central Asian Football Association (CAFA), dan ASEAN Football Federation (AFF). Sementara itu, South Asia Football Federation (SAFF) belum pernah mengirimkan wakilnya di Piala Dunia.
Sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, Konfederasi Sepak Bola Asia Barat merupakan wilayah di Asia yang paling banyak mengirimkan wakil di turnamen itu. Konfederasi ini melingkupi tujuh negara yang terdiri dari Israel, Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, UEA, dan Jordania. Empat negara di antaranya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, yakni Arab Saudi, Qatar, Irak, dan Jordania.
Kemudian, wilayah Asia Timur memiliki empat wakil yang pernah berpartisipasi dalam putaran final Piala Dunia, yakni Jepang, Korea Selatan, Korea Utara, dan China. Dua negara kembali berpartisipasi di Piala Dunia 2006, yakni Jepang dan Korea Selatan.
Sementara itu, wilayah Asia Tengah pernah mengirimkan dua wakilnya di Piala Dunia, yakni Iran dan Uzbekistan. Iran kembali berpartisipasi untuk ketujuh kalinya di Piala Dunia 2026, sementara Uzbekistan sebagai tim debutan di edisi 2026.
Adapun AFF diwakili dua negara, yakni Hindia Belanda (kini Indonesia) dan Australia. Australia sebenarnya bukan masuk wilayah Asia, tetapi negara ini bergabung ke AFC sejak 2006 dan pada 2013 menjadi anggota penuh ASEAN Football Federation (AFF). Australia kembali lolos pada ajang Piala Dunia 2026 dan berpatisipasi untuk ketujuh kalinya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/04fab142e111a227fcc2e94a196d798b-AP25079338809364.jpg)
Peringkat FIFA yang mencerminkan kualitas timnas suatu negara dapat dijadikan salah satu dasar prediksi untuk memperkirakan kekuatan tim sepak bola sebuah negara. Selain itu, pengalaman dan kiprah tim di Piala Dunia bisa meningkatkan standar permainan dan mentalitas bertanding tim.
Berdasarkan peringkat FIFA per April 2026 dan pengalaman tim di Piala Dunia, setidaknya terdapat lima negara yang berpeluang lolos dari fase grup dan melaju ke fase gugur atau babak 32 besar. Bahkan, mereka bisa jadi menembus babak 16 besar hingga perempat final (8 besar).
Tim yang lolos dari fase grup adalah tim yang menduduki peringkat pertama dan kedua di grup masing-masing serta tim peringkat ketiga terbaik dari 12 grup Piala Dunia 2026. Kelima tim Asia yang berpotensi melaju ke babak gugur ialah Jepang, Korea Selatan, Australia, Iran, dan Arab Saudi.
Jepang sebagai tim peringkat FIFA tertinggi di Asia (peringkat ke-18 dunia) tergabung di Grup C bersama Belanda (7), Swedia (38), dan Tunisia (44). Berdasarkan ranking FIFA, ”Samurai Biru” di posisi kedua setelah Belanda dan berpeluang lolos langsung ke fase gugur setidaknya di posisi kedua grup. Pengalaman delapan kali berpartisipasi Piala Dunia secara beruntun dan lolos 16 besar di Piala Dunia 2022 membuat peluang Jepang bakal mulus di fase grup dan bisa bersaing di fase gugur.
Peluang lolos langsung dari fase grup juga dimiliki Korea Selatan. Penyandang partisipasi terbanyak wakil Asia di Piala Dunia dan ranking ke-25 dunia ini tergabung dalam Grup A bersama tuan rumah Meksiko (15), Ceko (41), dan Afrika Selatan (60). Sama seperti Jepang, tim ”Negeri Ginseng” berada di posisi kedua setelah Meksiko berdasarkan ranking FIFA. Pengalaman berlaga di Piala Dunia 11 kali, menempati peringkat ke-4 Piala Dunia 2002, dan lolos 16 besar Piala Dunia 2022 membuat peluang ”Taegeuk Warriors” bakal melaju di fase grup, bahkan bersaing di fase gugur.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/aa239f14ddb2414d3d33dee59acbf6c2-cropped_image.jpg)
Adapun anggota AFC lainnya, Australia, yang menempati urutan ke-27 ranking FIFA bergabung di Grup D bersama tuan rumah Amerika Serikat (16), Paraguay (40), dan Turki (22). Tim ”Socceroos” ini berada di posisi ketiga setelah AS dan Turki berdasarkan ranking FIFA. Pengalaman enam kali berpartisipasi di Piala Dunia secara beruntun dan lolos 16 besar di Piala Dunia 2022 membuat peluang tim yang dilatih Tony Popovic ini kemungkinan bakal melaju ke fase gugur atau setidaknya lolos melalui peringkat tiga terbaik.
Sementara itu, Iran yang menempati posisi ke-21 di ranking FIFA atau teratas kedua di Asia juga berpeluang lolos dari fase grup. Negeri Persia ini bergabung dalam Grup G bersama Mesir (28), Belgia (9), dan Selandia Baru (85). Meski di tujuh kali ajang Piala Dunia selalu kandas di fase grup, Iran berpeluang mencetak sejarah untuk pertama kali lolos ke fase gugur. Terlebih tim ini punya tekad kuat untuk membuktikan superior mereka di sepak bola di hadapan tuan rumah AS yang sedang berkonflik dengan negaranya.
Arab Saudi yang sekarang berada di peringkat ke-61 FIFA juga berpeluang mengulang pencapaiannya yang pernah lolos 16 besar Piala Dunia 1994. Meskipun berat, Arab Saudi yang tergabung dalam Grup H bersama Spanyol (peringkat ke-2), Uruguay (17), dan Tanjung Verde (69) masih memiliki peluang lolos melalui jalur peringkat tiga terbaik dari 12 grup.
Irak yang berada di peringkat FIFA urutan ke-57 dan Qatar di posisi ke-55 kemungkinan bakal berat untuk lolos di fase grup. Irak bergabung di Grup I bersama Perancis yang menduduki peringkat pertama FIFA, Senegal (14), dan Norwegia (31). Sementara itu, Qatar di Grup B bersama tuan rumah Kanada (30), Bosnia-Hersegovina (65), dan Swiss (19).
Adapun dua tim debutan, yakni Jordania dan Uzbekistan, kemungkinan lolos pada pertandingan fase grup relatif kecil. Dalam sejarah Piala Dunia, wakil Asia yang menjadi debutan kerap kandas di fase grup, kecuali Korea Utara dan Arab Saudi yang pada debutnya mampu lolos ke babak selanjutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/d67c6165b71b65d523245151202be9e7-000_B4WF963.jpg)
Selain itu, tim debutan Asia itu bakal menempuh jalan terjal di fase grup karena menempati urutan buncit di peringkat FIFA. Jordania yang menempati peringkat ke-63 harus berhadapan dengan anggota Grup J, yakni Argentina (peringkat ke-3), Aljazair (28), dan Austria (24). Begitu juga dengan Uzbekistan yang berada di peringkat FIFA di urutan ke-50 akan bertemu anggota Grup K, yakni Kolombia (13), Kongo (46), dan Portugal (5).
Meski demikian, wakil Asia itu tetap memiliki peluang untuk bersaing dengan tim-tim lain dari Eropa, Amerika, dan Afrika. Sepak bola, terutama ajang Piala Dunia, kerap memunculkan kejutan-kejutan, seperti di Piala Dunia Qatar 2022, kala itu Korea Selatan berhasil mengalahkan tim kuat Portugal untuk lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up Grup H. Begitu juga Jepang yang berhasil mengalahkan raksasa sepak bola dunia Jerman dan Spanyol dan lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup E.
Di ajang Piala Dunia, tim yang kurang diunggulkan bisa saja mengalahkan tim yang lebih kuat. Pada akhirnya, permainan sepak bola tidak selalu bisa ditentukan secara pasti oleh statistik atau kekuatan di atas kertas. Tim yang mampu menyesuaikan taktik, kerja sama tim, faktor mental, dan keberuntungan berpeluang lebih besar untuk melangkah jauh. (LITBANG KOMPAS)
Penulis:
Dwi EriantoEditor:
Budiawan Sidik APenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul