Peluang gelar ganda putra All England dibawa kembali ke Tanah Air terjaga dengan terjadinya semifinal sesama atlet Indonesia. Leo/Bagas menjadi si pembawa peluang.
16 Mar 2025 07:43 WIB · Olahraga
BIRMINGHAM, SABTU — Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana akan meneruskan kehadiran ganda putra Indonesia di final turnamen bulu tangkis All England, setidaknya dalam empat tahun terakhir secara beruntun. Ini menjadi final kedua untuk Bagas dan yang pertama bagi Leo dalam turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu.
Leo/Bagas akan tampil pada hari terakhir turnamen di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Minggu (16/3/2025), untuk berebut gelar juara dengan pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho/Seo Seung-jae. Kedua ganda tersebut tampil pertama kali di All England sebagai pasangan meski tak asing dengan turnamen Super 1000 ini karena berpengalaman bermain bersama partner lain. Kesamaan lain adalah mereka bertanding sebagai pasangan nonunggulan.
Leo/Bagas ke final setelah memenangi ”perang saudara” di semifinal. Mereka mengalahkan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani dengan skor 21-14, 17-21, 21-15. Adapun Kim/Seo mengalahkan He Ji Ting/Ren Xiang Yu (China) 16-21, 21-13, 21-13.
Sabar/Reza menjadi pemain Indonesia kedua yang ditaklukkan Leo/Bagas di All England edisi ke-115 ini. Mereka mengalahkan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin pada babak kedua.
Salah satu faktor penting dari pertandingan tadi adalah bagaimana memperbaiki kesalahan. Setelah hilang satu poin, berikutnya tidak boleh diulang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/28b6d3c44eaaa973c24692348643427a-LeoBagas4_SF_AllEngland2025_PBSI_20250315.jpg)
Dalam dua laga itu, Leo/Bagas memainkan taktik langsung menekan hingga lawan kesulitan mengembangkan pola permainan mereka. Leo bergerak begitu cepat di depan lapangan untuk meraih poin secepat mungkin. Leo/Bagas juga tak memberi peluang pada lawan untuk menyerang dengan lebih banyak mengarahkan pukulan no lob, terutama pada gim pertama.
”Sabar/Reza sedang on fire, jadi kami ekstra waspada. Salah satu faktor penting dari pertandingan tadi adalah bagaimana memperbaiki kesalahan. Setelah hilang satu poin, berikutnya tidak boleh diulang,” tutur Leo.
Adapun Bagas mengatakan, kunci kemenangan pada gim ketiga adalah kepercayaan diri. Dia dan Leo, juga, memperkuat komunikasi.
Tekanan yang konsisten dari Leo/Bagas, diakui Sabar, membuat dia dan rekannya kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaik. Performa mereka tak sebaik seperti ketika menyingkirkan unggulan ketiga, Liang Wei Keng/Wang Chang, pada babak pertama dan lawan-lawan pada dua babak berikutnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/0ffca2edaf4a17011f25282ebfcd72cf-LeoBagas5_SF_AllEngland2025_PBSI_20250315.jpg)
”Meski demikian, kami tetap bersyukur dengan hasil semifinal di All England pertama kami. Ini menjadi modal bagus untuk ke Swiss Terbuka pekan depan. Semoga ini menambah kepercayaan diri kami untuk meraih hasil yang lebih maksimal,” tutur Sabar.
Tampilnya Leo/Bagas pada final All England 2025 menambah kehadiran ganda putra Indonesia pada hampir setiap penyelenggaraan sejak Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juara 2014. Hanya tiga kali tak ada ganda putra Indonesia di final dalam 12 tahun terakhir, yaitu pada 2015, 2016, dan 2021.
Dari 11 final sebelumnya, Indonesia menjadi juara tujuh kali. Hendra/Ahsan, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, masing-masing, dua kali menjadi juara. Satu gelar lain didapat Muhammad Shohibul Fikri/Bagas.
Di antara empat pasangan itu, Hendra/Ahsan menjadi yang paling sering tampil di final, yaitu empat kali. Dua kekalahan dialami dari ”adik” mereka, yaitu Fikri/Bagas pada 2022 dan Fajar/Rian pada tahun berikutnya. Sementara Kevin/Marcus tiga kali lolos ke final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/ea775c5b77eae91a51efb4dbbb307712-SabarReza5_SF_AllEngland2025_PBSI_20250315.jpg)
Leo dan Bagas berpasangan sejak Agustus 2024 ketika pelatnas bulu tangkis melakukan perombakan pasangan seusai Olimpiade Paris. Selain Leo/Bagas, ada pula duet Fikri/Daniel.
Saat mereka belum bertukar pasangan, Leo/Daniel mengumpulkan lima gelar juara BWF World Tour: empat dari level Super 500 dan satu dari Super 300. Sementara Fikri/Bagas menjuarai tiga turnamen, tetapi salah satunya dari level Super 1000, yaitu dari All England 2022.
Setelah berganti pasangan, baru Leo/Bagas yang bisa menjuarai turnamen, yaitu di Korea Terbuka 2024. Adapun hasil terbaik Fikri/Daniel adalah ketika mencapai final Thailand Masters 2025.
Maka, final di Birmingham, Minggu, menjadi final kedua Leo/Bagas dari 11 turnamen. Lima laga puncak akan dimulai dengan ganda campuran pada pukul 18.00 WIB, sementara final ganda putra akan menjadi pertandingan terakhir.
Fase itu dicapai Leo/Bagas berkat kerja keras dalam persiapan panjang sekitar lima pekan. Mereka memperbaiki semua kekurangan setelah mendapat hasil mengecewakan pada dua turnamen awal 2025, yaitu tersingkir pada babak pertama Indonesia Masters dan perempat final Thailand Masters.
Walaupun lawan yang dihadapi berstatus nonunggulan, seperti juga Leo/Bagas, Kim/Seo adalah ”kuda hitam” dalam persaingan yang merata di ganda putra. Berpartner sejak awal 2025, mereka sudah memiliki dua gelar juara dari tiga final pada empat turnamen. Salah satu gelar didapat dari Malaysia Terbuka yang selevel dengan All England. Adapun gelar lainnya dari salah satu turnamen pemanasan All England, Jerman Terbuka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/c657f38826fd8dabef20254d5d3449a8-LeoBagas7_SF_AllEngland2025_PBSI_20250315.jpg)
Dalam nomor lain, China memastikan mendapat gelar juara dari ganda campuran dengan akan terjadinya final antara sesama pemain negara tersebut. Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin atau Guo Xin Wa/Chen Fang Hui akan meneruskan prestasi yang dibuat senior mereka, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong sebagai juara All England 2023 dan 2024.
Selain China, Jepang dipastikan mendapat gelar juara sebelum final digelar. Dua ganda putri Jepang, yaitu Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto dan Nami Matsuyama/Chiharu Shida akan berebut gelar setelah mereka menyingkirkan pasangan China di semifinal.
Dua dari empat pemain Jepang itu akan menambah gelar All England jika bisa mengalahkan rekannya. Matsuyama/Shida adalah juara All England 2022. Adapun Fukushima dan Matsumoto menjadi juara saat bermain bersama pasangan berbeda, yaitu Fukushima dengan Sayaka Hirota pada 2020 dan Matsumoto bersama Wakana Nagahara (2021).
Pada persaingan tunggal, unggulan teratas pemain putra, Shi Yu Qi, ditantang pemain Taiwan yang tak terduga bisa lolos ke final. Dia adalah Lee Chiao Hao yang mengalahkan Alex Lanier (Perancis) pada perempat final. Adapun dalam semifinal antara sesama juara All England, Shi mengalahkan rekan senegara, Li Shi Feng.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/16/92a9630caa5b60f7da06ba98ab509be0-2b4385baff904a4da881095602a6d52a_0_acc7c663525a4a529121a8f13b244da4.jpg)
Sementara gelar juara tunggal putri diperebutkan dua unggulan teratas yang juga dua pemain peringkat teratas dunia, yaitu An Se-young (Korea Selatan) dan Wang Zhi (China). An berpeluang menambah gelar All England 2023 karena unggul 9-4 atas Wang dan menang pada pertemuan terakhir yang berlangsung di final Malaysia Terbuka, Januari. Sementara hasil terbaik Wang di All England adalah ketika mencapai perempat final pada 2023.
Pada turnamen Ruichang Masters Super 100 di China, skuad Indonesia tak membawa pulang gelar juara. Padahal, Indonesia memiliki salah satu wakil yang merupakan pemain senior di ganda putra, yaitu Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Atlet berusia 25 tahun itu berpasangan dengan Rahmat Hidayat (21 tahun). Mereka ditempatkan sebagai unggulan teratas, tetapi kalah pada babak kedua dari duet pemain berusia 19 tahun asal China, Chen Yong Rui/Chen Zhe Han. Yohanes Saut Marcellyno, yang menjadi unggulan ketiga tunggal putra, juga tersingkir pada babak kedua.
Hasil terbaik, yaitu semifinal, didapat tunggal putri Ester Nurumi Tri Wardoyo. Dalam perebutan tiket final yang berlangsung Sabtu, Ester kalah dari wakil tuan rumah, Han Qian Xi, 19-21, 21-19, 19-21.
”Puji Tuhan, saya bisa menyelesaikan pertandingan meski ini bukan hasil yang diinginkan. Tetapi, setelah turnamen ini, saya merasa sudah bisa beradaptasi lagi dengan suasana pertandingan. Saya juga akan menambah stamina agar tampil lebih baik pada kejuaraan berikutnya,” tutur Ester yang akan bertanding dalam Kejuaraan Asia di Ningbo, China, 8-13 April.
Bagi atlet berusia 20 tahun itu, Ruichang Masters menjadi turnamen pertama sejak Korea Masters pada Agustus 2024. Setelah itu, Ester tak bertanding karena mengalami cedera pada tulang kering kaki kiri. Ini terjadi setelah Ester meraih berbagai pencapaian terbaik sejak bersaing di turnamen BWF World Tour pada 2023. Hasil terbaiknya adalah saat menjadi finalis Australia Terbuka Super 500.
Final Ganda Putra All England 2014-2024
2014: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan mengalahkan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang)
2015: Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)-Fu Hai Feng/Zhang Nan (China)
2016: Vladimir Ivanov/Ivan Sozonov (Rusia)-Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang)
2017: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon-Li Jun Hui/Liu Yu Chen (China)
2018: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon-Mathias Boe/Carsten Mogensen (Denmark)
2019: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan-Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
2020: Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang)-Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
2021: Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe (Jepang)-Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang)
2022: Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto-Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan
2024: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto-Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia)
Keterangan: cetak tebal adalah pemain Indonesia
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .