Piala Dunia Antarklub: Gengsi Raksasa Eropa, asa Kejutan dari Liga-liga Semenjana

Dominasi klub-klub Eropa masih sulit ditandingi di Piala Dunia Antarklub. Kelelahan bisa menjadi momok yang meruntuhkan ambisi juara tim bertabur bintang.

13 Jun 2025 10:00 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MIAMI, JUMAT — Sebanyak 32 klub dari 20 negara akan memperebutkan trofi dalam format baru Piala Dunia Antarklub FIFA yang dimulai Minggu (15/6/2025) pukul 07.00 WIB. Kekuatan tidak merata klub-klub peserta bisa menghadirkan persaingan monoton. Namun, tim-tim dari liga dan konfederasi semenjana memiliki potensi besar untuk menghadirkan kejutan di Amerika Serikat.

Kapten tim juara Piala Dunia 2022, Argentina, Lionel Messi mendapat kehormatan untuk menjalani pertandingan pembukaan format teranyar Piala Dunia Antarklub 2025. Bersama Inter Miami, yang berstatus tim tuan rumah, Messi akan membuka tirai persaingan mencari klub terbaik dunia dan akan menggunakan emblem klub terbaik dunia dalam empat tahun mendatang.

Miami akan menghadapi raksasa Mesir, Al Ahly, yang berstatus tim tersukses di Liga Champions Afrika dalam empat tahun terakhir. Duel perdana Piala Dunia Antarklub 2025 yang bakal dibalut upacara pembukaan akan digelar di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, AS.

Memiliki Messi serta eks bintang Barcelona, seperti Luis Suarez, Sergio Busquets, dan Jordi Alba, tidak serta-merta membuat Miami diunggulkan. Pemain-pemain yang mengisi skuad era keemasan Barca pada dekade 2010-an itu sudah memasuki senja kala karier sepak bolanya.

Performa Messi dan kolega masih cukup baik di Liga Amerika Serikat (MLS) 2025 dengan duduk di posisi ketiga Konferensi Timur. Namun, Miami sudah tersingkir di Liga Champions Amerika Utara (Concacaf) seusai kalah agregat 1-5 dari Vancouver, duta MLS lainnya.

Suasana di lapangan Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat, Kamis (12/6/2025). Stadion itu menjadi salah satu arena Piala Dunia Antarklub FIFA.

Dari sisi nilai skuad, Miami hanya menduduki peringkat ke-21 dari 32 tim. Berdasarkan perhitungan Transfermarkt, nilai pasar skuad asuhan Javier Mascherano itu 66,18 juta euro atau sekitar Rp 1,24 triliun.

Nominal nilai pasar Miami, yang dimiliki David Beckham, sangat timpang dibandingkan tiga tim yang silih berganti menjuarai Liga Champions Eropa dalam tiga musim terakhir. Real Madrid, yang datang bersama pelatih baru, Xabi Alonso, memiliki skuad termahal seharga 1,33 miliar euro (Rp 25 triliun).

Kemudian, Manchester City dan Paris Saint-Germain menyusul dengan nilai masing-masing 1,31 miliar euro (Rp 24,6 triliun) dan 1,06 miliar euro (Rp 19,9 triliun). Satu tim lainnya yang memiliki nilai komposisi pemain lebih dari 1 miliar euro adalah juara Liga Konferensi Eropa 2024-2025, Chelsea.

Quote

Setelah Liga Champions, target kami adalah berusaha memenangi Piala Dunia Antarklub. Mentalitas itu yang kami tumbuhkan di dalam tim.

Secara total, 11 dari 12 duta Eropa berurutan menghuni tim dengan nilai skuad tertinggi. Hanya tim Australia, Red Bull Salzburg, yang terlempar dari deretan 11 besar dengan menduduki peringkat ke-14 sebagai tim dengan skuad termewah. Posisi Salzburg kalah dari dua tim asal Brasil, yaitu Palmeiras dan Flamengo.

Jika mengelompokkan status skuad menjadi tim-tim bernilai lebih dari 100 juta euro, maka hanya 17 tim yang masuk dalam daftar itu. Selain 12 tim Eropa, daftar itu dihuni pula oleh satu tim asal Brasil lainnya, Botafogo; raksasa Liga Arab Saudi, Al Hilal; serta tim legendaris Argentina, River Plate.

infografik Piala Dunia Antarklub 2025-Pembagian Grup-Kota Penyelenggaraan dan Stadion

Dominasi Eropa

Nilai pasar itu berbanding lurus pula dengan prediksi yang dilakukan Opta melalui perhitungan simulasi superkomputer. Opta memprediksi 11 dari 12 klub—di luar Salzburg—memiliki probabilitas lolos ke babak 16 besar lebih dari 60 persen.

Bahkan, 10 tim teratas, mulai dari PSG, City, Bayern Muenchen, Inter Milan, Real Madrid, Chelsea, Borussia Dortmund, Atletico Madrid, Juventus, hingga Benfica, memiliki kans lolos ke babak perdelapan final di atas 81 persen atau kisaran 91,6 persen hingga 81,7 persen.

Sepuluh tim itu juga diprediksi memiliki kemungkinan juara paling tinggi dengan persentase mencapai final mulai dari 30,9 persen hingga 8,7 persen. Porto dan Salzburg adalah wakil ”Benua Biru” yang keluar dari kategori tim bisa memenangi Piala Dunia Antarklub 2025.

Luis Enrique, Pelatih PSG, sudah memberikan peringatan kepada tim-tim pesaing. Enrique secara serius menargetkan Piala Dunia Antarklub setelah memberikan gelar Liga Champions perdana bagi PSG, awal Juni ini.

”Setelah Liga Champions, target kami adalah berusaha memenangi Piala Dunia Antarklub. Mentalitas itu yang kami tumbuhkan di dalam tim,” kata Enrique dilansir L’Equipe sebelum timnya berangkat ke AS, Rabu (11/6/2025).

TOPSHOT - Paris Saint-Germain's Spanish head coach Luis Enrique, wearing a t-shirt depicting his late daughter Xana with the PSG flag, celebrates at the end of the UEFA Champions League final football match between Paris Saint-Germain (PSG) and Inter Milan in Munich, southern Germany on May 31, 2025. Paris Saint-Germain won the Champions League for the first time by thrashing Inter Milan 5-0 in the most one-sided final in the competition's history. (Photo by Odd ANDERSEN / AFP)

Tak hanya PSG, City dan Real pun ingin menebus musim tanpa gelar mayor dengan membawa pulang trofi mewah gubahan perusahan perhiasan, Tiffany & Co. Kedua klub raksasa itu sudah menambah tiga pemain sebelum terbang ke ”Negeri Paman Sam”.

Manajer City Pep Guardiola menambal kelemahan skuadnya dengan mendatangkan Tijjani Reijnders, Rayan Cherki, dan Rayan Ait-Nouri. Dua gelandang kreatif dan bek sayap kiri menjadi ikhtiar ”The Citizens” berjaya di pentas dunia.

Adapun Real mendaratkan dua bek asal Liga Inggris, Dean Huijsen dan Trent Alexander-Arnold. Warna baru ”Los Blancos” juga dinantikan bersama Xabi Alonso.

”Setiap trofi adalah insentif yang harus dikejar di Real Madrid. (Trofi) terdekat adalah Piala Dunia Antarklub yang akan menjadi tantangan kami,” ucap Alexander-Arnold dalam konferensi pers pengenalannya, Kamis (12/6/2025), dilansir laman klub.

Pantang menyerah

Meskipun tidak setenar dan diunggulkan seperti tim-tim Eropa, klub-klub Amerika Latin, Afrika, Amerika Utara, Asia, dan Oceania, datang dengan membawa pamor liga domestik sekaligus konfederasi mereka.

Pekerja melintas di dalam Stadion Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat, Kamis (12/6/2025). Stadion itu menjadi salah satu arena Piala Dunia Antarklub FIFA.

Pelatih Esperance (Tunisia) Maher Kanzari tidak gentar meskipun timnya tidak diunggulkan sama sekali. Esperance, juara Liga Tunisia 2024-2025, tergabung di Grup D untuk berhadapan dengan Chelsea, Flamengo, dan Los Angeles FC.

”Kami bersemangat untuk bisa menjadi bagian ajang bersejarah sepak bola. Turnamen ini membawa keuntungan besar untuk klub peserta dan menyuntikkan energi segar ke negara-negara asal klub, termasuk Tunisia. Kami berambisi memberikan performa yang membanggakan pendukung dan negara kami,” kata Kanzari dilansir laman FIFA.

Tekad besar juga dibawa penyerang Al-Ain (Uni Emirat Arab), Saoufiane Rahimi. Penyerang asal Maroko itu adalah pencetak gol terbanyak bagi Maroko ketika meraih medali perak di Olimpiade 2024. Ia juga meraih Sepatu Emas ketika Al-Ain menjuarai Liga Champions Asia 2023-2024.

”Beberapa tahun terakhir menjadi masa-masa istimewa untuk saya. Harapannya, saya bisa menjadi salah satu pencetak gol terbanyak di turnamen (Piala Dunia Antarklub). Tidak ada yang mustahil di sepak bola,” kata Rahimi yang akan memimpin Al-Ain hadapi City dan Juventus di fase grup.

Selain kekuatan yang belum diketahui, tim-tim non-Eropa juga memiliki level kebugaran fisik dan mental lebih baik. Mereka rata-rata menjalani kurang dari 35 pertandingan selama musim kompetisi 2024-2025. Bahkan, Inter Miami dan LAFC belum menyentuh laga ke-20 pada tahun ini karena MLS baru berjalan tiga bulan.

Cristian Chivu, pelatih baru Inter Milan, mendarat di Bandar Udara Internasional Los Angeles , Amerika Serikat, Rabu (11/6/2025). Ia akan memimpin timnya tampil di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025.

Sementara tim-tim Eropa, terutama dari lima liga terbaik, memainkan lebih dari 45 pertandingan selama musim ini. Inter dan Real akan menjadi tim dengan skuad paling lelah di AS.

Inter memainkan 59 pertandingan hingga partai puncak Liga Champions, sedangkan Real sudah menjalani 58 pertandingan.

Antusiasme pemain untuk menjalani laga di AS, yang umumnya menjadi tujuan untuk berlibur akhir musim, memberikan energi tersendiri bagi para pemain untuk mengejar status klub sepak bola terbaik di kolong langit. Selamat datang era baru Piala Dunia Antarklub.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari