Kemenangan pada babak pertama All England didapat Fajar/Fikri dan Raymond/Nikolaus. Mereka akan berhadapan di babak kedua.
04 Mar 2026 08:59 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
BIRMINGHAM, SELASA — Pertemuan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin akan terjadi pada babak kedua All England. Kekalahan pada dua persaingan sebelumnya membuat Fajar/Fikri makin penasaran pada ”adik” mereka di pelatnas bulu tangkis Cipayung tersebut.
Mereka akan bertemu pada babak kedua setelah memenangi fase awal pada hari pertama turnamen di Utilita Arena, Birmingham, Inggris, Selasa (3/3/2026). Raymond/Nikolaus tampil lebih dulu dan menang atas Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju (Korea Selatan) dengan skor 17-21, 21-12, 21-19. Laga tersebut menjadi debut Raymond/Nikolaus di All England.
Pertemuan sesama pemain Indonesia di babak kedua, yang akan berlangsung Kamis, ditentukan oleh kemenangan Fajar/Fikri yang berhadapan dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia). Mereka menang 21-9, 21-17.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/9eea8c61b049459a4532c876b83ef6f6-WhatsApp_Image_2026_03_04_at_02.29.02.jpeg)
Fajar/Fikri dan Raymond/Nikolaus menjadi bagian dari lima ganda putra Indonesia yang tampil di All England, 3-8 Maret. Mereka dan dua pasangan lain, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, berkumpul pada paruh atas undian hingga pertemuan pada babak-babak awal pun tak terhindarkan. Satu pasangan lain, Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat, berada di paruh bawah undian.
”Bertemu Raymond/Joaquin pasti penasaran karena belum bisa menang dari mereka di dua pertemuan awal. Semoga lusa nanti kami bisa mendapatkan kemenangan, itu harapannya,” kata Fikri.
Dua pertemuan yang dikatakan Fikri tersebut terjadi di final Australia Terbuka, November 2025, dan perempat final Indonesia Masters 2026, Januari. Dalam dua pertandingan yang berlangsung tiga gim tersebut, Fajar/Fikri kalah dalam faktor kecepatan dari yunior mereka.
Faktor itu pula yang harus diwaspadai Fajar/Fikri pada pertemuan berikutnya. Selain itu, mereka mempunyai motivasi tinggi untuk memperlihatkan kemampuan pada debut di All England. ”Sangat luar biasa bisa bermain di All England yang semegah ini,” kata Nikolaus, juara Australia Terbuka 2025 bersama Raymond.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/7b020d6ce00c9e07bb99269d9fe3ea05-WhatsApp_Image_2026_03_03_at_23.13.20.jpeg)
Meski tertinggal dalam statistik pertemuan, Fajar/Fikri bisa mengandalkan pengalaman mereka tampil di All England yang memberi tekanan tinggi pada peserta. Mereka mempunyai bekal sebagai juara All England dengan pasangan sebelumnya. Fikri menjad juara pada 2022 bersama Bagas, adapun Fajar/Rian juara pada 2023 dan 2024.
Semula, pemenang pertemuan Fajar/Fikri dan Raymond/Nikolaus berpeluang bertemu kembali pasangan Indonesia lainnya, Leo/Bagas, di perempat final. Namun, skenario ini batal terjadi karena Leo/Bagas disingkirkan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (Taiwan) 13-21, 19-21.
Kekalahan pada babak pertama juga dialami Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum saat menjalani pertandingan pertama di All England. Mereka kalah dari unggulan ketiga asal China, Jia Yi Fan/Zhang Zhu Xian, 16-21, 17-21.
Rachel mengatakan, dia merasa gugup menjalani debut All England. ”Namun, kami ingin mencoba untuk mencari pengalaman dan sebisa mungkin memberi kesan yang baik,” katanya.
Dari pertandingan melawan Jia/Zhang, Rachel/Febi pun mendapat pelajaran karena lawan memiliki banyak variasi permainan dan pukulan yang sangat bertenaga. ”Mereka pun tidak gampang mati. Bahkan, di pertandingan tadi, kami jarang sekali bisa mematikan bolanya. Kami bisa mencontoh variasi pukulan saat menyerang dan bertahan dari salah satu ganda putri terbaik dunia itu,” tutur Rachel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/ff28177cb6b481b7b3a21a9a4c64cb9d-WhatsApp_Image_2026_03_03_at_23.01.21.jpeg)
Rachel/Febi bisa menembus All England karena menempati ranking 30 besar dunia. Posisi ke-27 saat ini ditempati setelah mereka berpasangan sejak akhir Juli 2025. Dari tujuh turnamen pada 2025, mereka memperoleh hasil terbaik ketika menjuarai Australia Terbuka. Adapun pada awal tahun ini Rachel/Febi tampil hingga semifinal Indonesia Masters.
Wakil Indonesia lainnya yang bermain pada hari pembuka, Putri Kusuma Wardani, memenangi babak pertama tanpa harus menyelesaikan pertandingan. Putri unggul 11-1 pada gim pertama, lalu lawannya, Mia Blichfledt, mundur karena cedera.
Di babak kedua, satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia itu akan berhadapan dengan Kim Ga-eun yang dua kali dikalahkannya dalam empat pertemuan. Jika bisa mengalahkan atlet Korea Selatan tersebut, Putri akan mendapat hasil selangkah lebih baik dibandingkan dengan All England 2025.
Laga sulit pada babak pertama All England memakan korban tersingkirnya pemain-pemain unggulan. Tunggal putra kehilangan tiga unggulan, yaitu Shi Yu Qi (China/1) yang juga berstatus juara bertahan, Anders Antonsen (Denmark/3), dan Alex Lanier (Perancis/8).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/2d069ebc0424aa858e092e29344ffa1f-AE_lakhsya_sen.jpg)
Unggulan lain yang langsung kalah pada hari pertama turnamen adalah dua pasangan ganda campuran, yaitu juara dunia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia/4), dan Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark/8).
Shi disingkirkan Lakshya Sen (India) 21-23, 21-19, 17-21 dalam pertandingan selama satu jam 18 menit. Kekalahan pada babak pertama ini menjadi yang pertama bagi tunggal putra nomor satu dunia itu sejak Thailand Terbuka 2023.
Hasil ini juga menjadi kekalahan pertama Shi pada babak awal All England. Atlet berusia 30 tahun itu memiliki catatan impresif sejak pertama kali tampil pada 2017. Dalam tujuh penampilan, Shi tak pernah kalah sebelum perempat final. Dia menjadi juara pada 2018 dan 2025, serta mencapai final 2017 dan 2023.
”Rasanya normal kalah pada babak pertama ketika saya tidak bertanding cukup lama, juga, karena cedera pinggang yang mendera. Saya juga merasa tak nyaman di pergelangan tangan. Jadi, secara umum, kondisi saya tidak terlalu baik dan saya hanya berlatih sepekan untuk All England ini,” komentar Shi dalam laman resmi BWF.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/bc81c0867a0764e426844ddbbe394217-AE_denmark.jpg)
Cedera membuat atlet yang merupakan juara dunia tersebut absen dari banyak turnamen pada 2024 dan 2025. Pada 2025, dia hanya tampil dalam sepuluh kejuaraan dan berstatus mundur dari atau absen dalam delapan turnamen lain.
Sementara, Sen mengatakan bahwa kunci kemenangannya adalah kesabaran untuk mendapat setiap poin. ”Saya berusaha sabar, menunggu kesempatan untuk mendapat poin dan mengubah taktik saat diperlukan. Setiap kali dia mengubah permainan, saya pun harus berubah sesuai kebutuhan,” kata Sen yang untuk kedua kalinya mengalahkan Shi dari enam pertemuan.
Kekalahan unggulan pada hari pertama All England
Tunggal putra
Shi Yu Qi (China/1) - Lakhsya Sen (India) 21-23, 21-19, 17-21
Anders Antonsen (Denmark/3) - Koki Watanabe (Jepang) 8-21, 12-21
Alex Lanier (Perancis/8) - Victor Lai (Kanada) 12-21, 23-21, 21-23
Ganda campuran
Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia/4) – Rasmus Espersen/Amelie Cecille Kudsk (Denmark) 21-18, 12-21, 23-25
Mathias Christiansen/Alexandra Boje (Denmark/8) – Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (Taiwan) 16-21, 18-21
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto