Timnas bola voli putri Indonesia wajib menang melawan Filipina pada laga terakhir SEA V League 2025 putaran pertama. Kemenangan bermakna penting.
03 Agt 2025 06:38 WIB · Olahraga
NAKHON RATCHASIMA, SABTU — Hanya satu harapan tersisa bagi timnas bola voli putri untuk meraih kemenangan di SEA V League 2025 putaran pertama. Kemenangan atas Filipina tak hanya dibutuhkan untuk mengobati duka atas kekalahan dari Vietnam dan Thailand, tetapi juga menjaga peluang agar tidak pulang sebagai juru kunci.
Indonesia akan bertemu Filipina pada laga pamungkas putaran pertama di Terminal 21 Korat, Nakhon Ratchasima, Thailand, Minggu (3/8/2025). Kemenangan penting bagi Indonesia yang saat ini menempati posisi terakhir di klasemen sementara setelah menelan kekalahan beruntun pada dua laga awal.
Selepas kalah telak dari Vietnam, 0-3 (11-25, 11-25, 22-25), pada pertandingan pertama, Jumat, Indonesia kembali takluk pada laga kedua keesokan harinya. Menghadapi Thailand yang menurunkan tim lapis kedua, tim asuhan Pelatih Octavian hanya bisa merebut satu set dan kehilangan tiga set selanjutnya.
Ersandrina Devega dan kawan-kawan sebenarnya nyaris mencuri kemenangan lagi pada set ketiga. Namun, mereka akhirnya kalah dengan skor 1-3 (25-22, 15-25, 25-27, 12-25).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/aa6983ee-ce47-428d-92a4-8c27945a1cd7_jpeg.jpg)
Sejak awal, Pelatih Octavian memang mengatakan, pola pikir timnas putri ketika menghadapi Thailand adalah belajar mengimbangi lawan. Sebab, Thailand masih menjadi tim putri terkuat di Asia Tenggara dengan level permainan di atas Indonesia.
Namun, Thailand menurunkan skuad lapis kedua sebagai persiapan menghadapi Vietnam pada laga terakhirnya. Situasi ini yang coba dimanfaatkan Indonesia untuk mencuri kemenangan meski akhirnya hanya satu set.
Kendati belum bisa mengantarkan ke kemenangan, keberhasilan mencuri set pertama menjadi raihan positif bagi timnas putri. Saking dominannya Thailand, Indonesia terakhir kali mampu menang satu set pada SEA V League edisi perdana yang dulu masih bernama ASEAN Grand Prix tahun 2019.
Kini, dengan kekalahan dari Vietnam dan Thailand, Indonesia berada di posisi paling buncit klasemen sementara dengan nirpoin. Filipina, yang juga kalah dari Thailand dan Vietnam, sama-sama tak memiliki poin. Namun, posisi Filipina setingkat di atas Indonesia karena berhasil mencuri dua set.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/0efc17a8-9957-4768-b964-342911c1facc_jpeg.jpg)
SEA V League putri hanya diikuti empat tim, yakni Indonesia, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Setiap tim akan saling bertemu dalam turnamen yang berlangsung dua putaran ini.
Setelah digelar di Thailand hingga 3 Agustus, SEA V League 2025 berlanjut ke Vietnam pada 8-10 Agustus. Pada setiap putaran, tim yang memuncaki klasemen akan keluar sebagai juara. Poin pada dua putaran itu akan diakumulasi untuk mengetahui posisi akhir tim-tim tersebut di klasemen.
Posisi puncak klasemen SEA V League 2025 putaran pertama dihuni Vietnam yang mengoleksi enam poin dengan hanya kehilangan satu set. Thailand menempati peringkat kedua dengan enam poin dan kehilangan dua set.
Vietnam dan Thailand pun akan bertemu untuk perebutan gelar juara putaran pertama SEA V League 2025. Adapun Indonesia dan Filipina saling berhadapan untuk menentukan posisi ketiga dan keempat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/5e88e98e-ce27-40a2-95e5-4b17d48ea15e_jpeg.jpg)
”Kalau lawan Filipina itu wajib menang. Karena dalam sejarahnya, timnas putri ini baru tahun kemarin kalah dari Filipina di SEA V League. Kemarin di AVC Nations Cup juga kalah karena persiapan minim dan materi pemain juga tidak lengkap,” tutur Octavian.
”Mudah-mudahan dengan persiapan yang sudah dijalani dan pulihnya Megawati (Hangestri) serta lainnya, kita bisa kembali jaga tradisi menang atas Filipina,” ujarnya lagi.
Indonesia kalah 1-3 dan 2-3 dari Filipina di SEA V League 2024. Kekalahan itu membuat Indonesia harus puas finis pada posisi keempat klasemen.
Timnas putri kembali menelan kekalahan dari Filipina di turnamen antarnegara Asia, AVC Nations Cup 2025, Juni lalu. Indonesia kalah 1-3 dan hanya bisa finis di posisi kelima, sedangkan Filipina keluar sebagai runner-up.
”Fokus kami adalah terus berkembang dan tampil lebih baik menghadapi Filipina. Tim harus bermain agresif serta disiplin dalam menjalankan strategi menyerang dan bertahan. Semoga kita bisa unggul atas Filipina,” ujar manajer timnas putri sekaligus mantan pebola voli nasional, Luciana Taroreh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/02/923f8333-61bf-4491-a1ee-c908b9d2b3b1_jpeg.jpg)
Selain untuk membalas kekalahan pada tiga pertemuan sebelumnya, kemenangan atas Filipina penting bagi Indonesia untuk menjaga peluang tampil di AVC Nations Cup 2026. Hanya dua tiket tersedia untuk bisa lolos ke ajang tersebut.
Jika Thailand dan Vietnam finis sebagai dua tim terbaik, Indonesia hanya bisa bersaing untuk posisi ketiga. Thailand lolos langsung karena peserta Liga Voli Nasional (VNL). Alhasil, satu tiket lainnya menjadi milik peringkat ketiga.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan