Selama Buron, Paulus Tannos Leluasa Berbisnis di Singapura

Dengan entitas yang terindikasi perusahaan cangkang di Singapura, Paulus Tannos, tersangka korupsi KTP-el, leluasa berbisnis meski berstatus buron sejak 2021.

22 Agt 2025 07:30 WIB · Politik & Hukum

Oleh Aditya Diveranta, Pandu Wiyoga, Stefanus Ato, J Galuh Bimantara

SINGAPURA, KOMPAS — Paulus Tannos terindikasi leluasa berbisnis selama buron sejak 2021. Tersangka korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) yang kini menjalani proses ekstradisi di Singapura itu terdaftar sebagai pengusaha dengan nama Tjhin Thian Po.

Jejak laki-laki berusia 71 tahun itu terlacak di dokumen profil pebisnis di portal The Accounting and Corporate Regulatory Authority (ACRA), dengan nama Tjhin Thian Po. Jejak ini identik dengan paspor negara Guinea-Bissau atas nama Tjhin Thian Po.

Merujuk data ACRA tersebut, terdapat kode registrasi kartu identitas nasional (NRIC) yang identik dengan berkas milik Paulus Tannos saat berstatus penduduk permanen di Singapura sekitar 2013.

Dokumen ACRA mencatat Tjhin Thian Po memiliki dua bisnis yang berstatus ”Live Company” alias aktif. Kedua entitas itu adalah Noble Prime Investment PTE Ltd dan SEC Management Holdings PTE Ltd.

Baik SEC Management Holdings maupun Noble Prime Investment sama-sama dibentuk pada 13 Oktober 2021. Dalam dua perusahaan itu nama Tjhin Thian Po menjabat sebagai sekretaris pada 24 Mei 2023. Meski untuk Noble Prime Investment, nama laki-laki itu diberhentikan pada 13 Maret 2024.

Pada dokumen profil usaha di portal ACRA, Kompas mendapati Noble Prime Investment dan SEC Management Holdings dipimpin Hioe Wie sebagai direktur. Dari pencocokan dokumen, Hioe Wie diduga kuat adalah nama Tionghoa Lina Rawung, pasangan Paulus Tannos.

Dokumen pada portal ACRA mencatat Noble Prime Investment PTE Ltd di Singapura, didirikan pada 13 Oktober 2021.

Masih dari dokumen profil usaha, kantor SEC Management Holdings yang status aktif itu beralamat di 24 Raffles Place. Area Raffles Place di Singapura adalah area perkantoran dan pusat belanja. Alamat 24 Raffles Place yang tertera semestinya mengarah ke gedung bernama Clifford Centre. SEC Management Holdings tercatat berkantor di lantai tujuh gedung tersebut.

Saat dikunjungi, Rabu (6/8/2025), lokasi gedung Clifford Centre rata dengan tanah, tertutup pembatas dan sedang ada pekerjaan konstruksi. Kami memastikan lagi kebenaran alamat SEC Management dengan menanyakan ke pekerja di sekitar Clifford Centre.

Dua laki-laki dan seorang perempuan pekerja yang melihat dokumen kami membenarkan SEC Management Holding mestinya berkantor di Clifford Centre. Namun, gedungnya kini dihancurkan untuk dibangun ulang.

”Alamat itu di Clifford Centre. Untuk keperluan apa Anda mencari kantor di bangunan yang sudah roboh?” tanya seorang perempuan, di sebelah Clifford Centre, Rabu (6/8/2025).

Gedung Clifford Centre di Raffles Place Nomor 24, Singapura, tengah dirobohkan untuk dibangun ulang, Rabu (6/8/2025). Perusahaan SEC Management Holdings tercatat bermarkas di salah satu lantai di gedung tersebut berdasarkan dokumen Lembaga Akuntan dan Pengawas Perusahaan di Singapura (Accounting and Corporate Regulatory Authority/ACRA).

Kami juga berupaya mendatangi alamat kantor Noble Prime Investment PTE Ltd di 160 Robinson Road, lantai 14. Alamat itu mengarah ke gedung Singapore Business Federation (SBF) Centre.

Untuk memastikan keberadaan kantor Noble Prime Investment, Kompas mendatangi alamat SBF Centre, Sabtu (9/8/2025). Lokasi gedung diapit Oxley Tower dan GB Building. Saat hendak masuk, akses ke lantai atas gedung SBF Centre dibatasi pintu otomatis.

Kami menanyakan kepada petugas keamanan di depan gedung. Lee Cheng Hwee, nama petugas itu, membantu kami memeriksa nama Noble Prime Investment pada daftar perusahaan yang berkantor di SBF Centre.

Gedung Singapore Bussiness Federation Centre (SBF) di Jalan Robinson Nomor 160, Singapura, Sabtu (9/8/2025). Perusahaan Noble Prime Investment tercatat bermarkas di salah satu lantai di gedung tersebut berdasarkan dokumen Lembaga Akuntan dan Pengawas Perusahaan di Singapura (Accounting and Corporate Regulatory Authority/ACRA).

Saat ditelusuri, tidak ditemukan Noble Prime Investment terpampang di daftar perusahaan yang berada di lantai 14. Begitu pula saat memeriksa daftar perusahaan di lantai lainnya, kami tidak menemukan satu pun nama Noble Prime Investment di SBF Centre.

Lee Cheng Hwee mempersilakan kami mengecek ulang nama Noble Prime Investment pada daftar itu. Dia yakin kalau perusahaan yang kami maksud tidak lagi berkantor di situ.

”Setiap lantai, pasti tercatat nama perusahaannya di daftar ini. Kantor itu mungkin sudah tidak di sini lagi,” ucap Lee Cheng Hwee.

NOBLE PRIME INVESTMENT PTE LTD

Tiadanya kantor itu menjadi janggal. Sebab menurut dokumen ACRA, alamat Noble Prime Investment semestinya masih berada di SBF Centre.

Tak aktif

Tannos juga mendirikan Pillar Import Export PTE Ltd dan PT Sandipala Arthaputra cabang Singapura yang tutup pada 2016 dan 2018. Pillar Import Export bergerak di bisnis perdagangan barang (wholesale trade of variety goods without dominant products), sedangkan Sandipala Arthaputra bergerak di bidang percetakan (printing N.E.C).

Sementara, Noble Prime Investment dan SEC Management Holdings sama-sama berkegiatan sebagai other holding company di dokumen. Berdasarkan penjelasan di portal resmi Singapura, other holding company adalah perusahaan yang mengurus dan memegang investasi dari sejumlah bisnis lain.

Infografik Aset dan Properti Paulus Tannos yang Tercatat di Singapura

Kompas berupaya mendapatkan tanggapan dari Tannos terkait bisnisnya. Kami berkomunikasi lewat kuasa hukum Tannos sejak pertengahan Juli 2025.

Kami menyampaikan pertanyaan ke Tannos lewat surel. Dalam surat itu, kami menanyakan bagaimana ia mendapatkan paspor, status aset, dan aktivitas perusahaannya di Singapura. Tak kunjung direspons, kami pun menemui Tannos di Pengadilan Negeri Singapura, 7 Agustus 2025.

Dalam sidang commital itu, kami berjumpa dengan Tannos. Dari ruang kaca, Tannos mengaku menerima surat kami dan berjanji menjawab secara tertulis. ”Pertanyaannya sudah (saya) terima, nanti saya tuliskan (jawaban) di kertas,” ucap Tannos, 7 Agustus 2025.

Respons yang dijanjikan Tannos tak juga terlihat. Kami terus mengirimkan surel meminta jawaban kepada pengacara. Namun, hingga surat terakhir dikirimkan ke pengacara dan Catherine, putri Tannos, Selasa (19/8/2025), tak ada respons.

Ilustrasi buronan Paulus Tannos dalam sidang ekstradisi di Pengadilan Negeri Singapura, Kamis (7/8/2025).

Perusahaan cangkang

Menyelisik lagi dari profil usaha, Noble Prime Investment dan SEC Management sama-sama tercatat sebagai perusahaan yang berasal dari British Virgin Islands. Seperti diketahui, perusahaan-perusahaan dari British Virgin Islands sering dicurigai sebagai perusahaan cangkang (shell company) untuk menghindari pajak.

Terkait riwayat Tannos, Menteri Urusan Dalam Negeri dan Hukum Kasiviswanathan Shanmugam tidak tahu seberapa lama Paulus Tannos berada di Singapura. Dalam pernyataan kepada awak media di Singapura, 10 Maret 2025, Tannos punya identitas valid di Singapura.

”Namun, meski tidak adanya jejak kriminalitas di Singapura, dalam pengetahuan kami, dia orang yang tidak dikehendaki (persona non-grata)”, kata Shanmugam.

Seorang pengunjung melintas di belakang gedung Clifford Centre, Raffles Place, yang tengah dirobohkan, Rabu (6/8/2025). Perusahaan SEC Management Holdings tercatat bermarkas di salah satu lantai di gedung tersebut berdasarkan dokumen Lembaga Akuntan dan Pengawas Perusahaan di Singapura (Accounting and Corporate Regulatory Authority/ACRA).

Perusahaan cangkang adalah entitas yang pendiriannya hanya ditujukan untuk menampung aset sang pemilik. Biasanya, perusahaan ini bahkan hanya tampak di kertas dan tak memiliki pegawai serta kantor.

Hal yang kerap terjadi, aset dari orang-orang terkaya di dunia disembunyikan di negara yang menawarkan kewajiban pajak sangat minim pada individu dan perusahaan. Daerah semacam itu disebut sebagai surga pajak (tax haven).

Kepala Biro Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Natsir Kongah mengatakan, keberadaan perusahaan semacam itu sebagai modus tindak pidana pencucian uang. Biasanya seseorang mendirikan perusahaan secara formal berdasarkan hukum yang berlaku. Namun, pada praktiknya perusahaan itu tidak menjalankan kegiatan usaha dengan mengaburkan identitas pengendali dana.

Lobi gedung Singapore Bussiness Federation Centre (SBF) di Jalan Robinson Nomor 160, Singapura, Sabtu (9/8/2025). Perusahaan Noble Prime Investment tercatat bermarkas di salah satu lantai di gedung tersebut berdasarkan dokumen Lembaga Akuntan dan Pengawas Perusahaan di Singapura (Accounting and Corporate Regulatory Authority/ACRA).

Banyak dari perusahaan seperti ini melakukan pencucian uang. Biasanya, perusahaan fiktif memiliki skala usaha kecil atau baru berdiri, tetapi memiliki transaksi tinggi.

Eks Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M Syarif menilai perusahaan yang terafiliasi dengan Paulus Tannos di Singapura mengindikasikan perusahaan cangkang.

Laode berharap Pemerintah Singapura segera menuntaskan proses ekstradisi Tannos. Keberhasilan ekstradisi akan menunjukkan keseriusan Pemerintah Singapura, sekaligus menunjukkan kepada publik bahwa tidak ada tempat yang aman bagi para koruptor.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Widodo siap membantu lewat mekanisme mutual legal assistance untuk penyitaan penegak hukum. ”Itu memungkinkan apabila aparat penegak hukum berkeinginan menyita demi mendukung penegakan hukum di Indonesia,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Aditya Diveranta, Pandu Wiyoga, Stefanus Ato, J Galuh Bimantara
 | 

Editor:

Andy Riza Hidayat, Johanes Galuh Bimantara
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari