Sengatan Mematikan Inter Milan untuk Barcelona di San Siro

Serangan kolektif dan sepak pojok Inter Milan akan menghadirkan malam yang sulit bagi Barcelona di San Siro. Inter berpeluang besar menuju final.

05 Mei 2025 14:52 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MILAN, SENIN — Inter Milan tidak mustahil untuk menyingkirkan Barcelona di babak semifinal Liga Champions. Tampil di Stadion San Siro, Rabu (7/5/2025) pukul 02.00 WIB, menjadi kesempatan terbaik ”I Biscione” alias ”Si Ular Besar” guna mengulangi superioritas mereka atas Barca serupa 15 tahun silam.

Skuad asuhan Simone Inzaghi itu sudah membuktikan diri sebagai penawar kehebatan Barca pada duel pertama, pekan lalu. Mereka menjadi satu-satunya tim yang bisa menahan Barca di Stadion Olimpiade Lluis Companys pada fase gugur kompetisi antarklub Eropa musim ini.

Inter memang kesulitan untuk menghentikan aksi meliuk-liuk bak belut yang disajikan remaja fenomenal, Lamine Yamal. Selain mencetak sebuah gol, Yamal juga paling aktif mengancam Inter dengan membawa bola 13 kali ke dalam kotak penalti I Nerazzurri.

Menghambat Yamal tentu tetap masuk dalam pikiran Inzaghi. Namun, Inzaghi juga memiliki ramuan-ramuan antitesis untuk menaklukkan Barca sekaligus memupus ambisi Hans-Dieter Flick untuk mengikuti jejak Pep Guardiola dan Luis Enrique. Dua pendahulu pelatih asal Jerman itu mempersembahkan treble winner untuk ”Blaugrana”.

Ramuan pertama yang bakal dipikirkan Inzaghi adalah membantu tim asuhannya bisa lebih lama menguasai bola. Barca terbukti kesulitan menghadapi lawan yang mampu mempertahankan penguasaan bola dibandingkan yang mengutamakan bola-bola jauh.

Barcelona's Lamine Yamal, center, is challenged by Inter Milan's Carlos Augusto, left, and Inter Milan's Alessandro Bastoni during the Champions League semifinal first leg soccer match between Barcelona and Inter Milan at the Lluis Companys Olympic Stadium in Barcelona, Spain, Wednesday, April 30, 2025. (AP Photo/Joan Monfort)

Hal itu ditunjukkan Borussia Dortmund pada gim kedua perempat final lalu. Catatan berbagi penguasaan bola 50 persen tersaji pada babak kedua. Penampilan itu membantu Dortmund menang 3-1 atas Barca, meski belum cukup untuk mengantar mereka ke semifinal.

Tentu, penguasaan bola lebih baik tidak melulu dengan mengalirkan operan di zona pertahanan sendiri. Inter memiliki strategi paten untuk nyaman memainkan operan-operan cepat melalui kedua sisi sayap yang ditempati Denzel Dumfries dan Federico Dimarco. Cara itu terbukti efektif membongkar garis tinggi pertahanan Barca.

”Mereka (Inter) sangat kuat dan cepat. Setiap umpan terobosan tampak berbahaya. Itu adalah pemecahan kode bagi garis tinggi pertahanan Barca yang menjadi bumerang,” ucap Giovanni van Bronckhorst, anggota tim pemantau teknis UEFA, dilansir laman UEFA, Senin (5/5/2025).

Efektivitas serangan Inter juga tidak lepas dari permainan kolektif mereka. Ketika bola sudah tiba di dua bek sayap, empat hingga lima pemain yang umumnya terdiri atas duet penyerang, Lautaro Martinez dan Marcus Thuram, lalu Nicolo Barella, satu bek sayap, serta salah satu gelandang bertahan antara Henrikh Mkhitaryan atau Hakan Calhanoglu akan ikut membantu serangan.

Sepak pojok

Keahlian Inter lain yang bisa sangat bermanfaat di San Siro adalah mencetak gol dari sepak pojok. I Nerazzurri sudah mencetak empat gol dalam dua gim beruntun Liga Champions kontra Bayern Muenchen dan Barca.

Inter Milan's Dutch defender #02 Denzel Dumfries (2L) scores his team's third goal during the UEFA Champions League semi final first leg football match between FC Barcelona and Inter Milan at the Estadi Olimpic Lluis Companys in Barcelona on April 30, 2025. (Photo by Josep LAGO / AFP)

Empat gol dari sepak pojok itu menambah sumber gol Inter dari bola mati yang mencapai lima gol di Liga Champions. Inter adalah tim dengan keunggulan duel bola udara tertinggi dari empat semifinalis. Mereka rerata memenangi 12,4 duel bola udara.

Barca kemungkinan besar juga masih akan kesulitan membendung sepak pojok Inter. Sebagai gambaran, Inter bisa mencetak dua gol dari sepak pojok kontra Bayern yang memiliki rasio kemenangan duel udara lebih baik, yakni 12,6 kemenangan duel udara per gim. Adapun Barca hanya koleksi 9,5 kemenangan duel udara per laga.

”Mereka sangat berbahaya dalam sepak pojok,” kata penyerang sayap Barca, Raphinha, mengakui keunggulan Inter dalam bola mati.

Strategi sepak pojok Inter menggunakan tipe outswinging atau menjauh dari gawang lawan. Ketika bola di sisi kanan gawang lawan, maka eksekutornya ialah Dimarco yang berkaki kidal, lalu pada sisi sebaliknya bola diambil oleh Calhanoglu yang berkekuatan utama di kaki kanan.

Terdapat rumus lain sepak pojok Inter. Kumpulan lima hingga enam pemain akan terbagi ke dalam dua area. Mereka berkumpul di zona kotak penalti kecil depan gawang lawan, kemudian ada yang berdiri di sekitar titik putih kotak penalti.

Inter Milan's Davide Frattesi, left, and Barcelona's Inigo Martinez fight for the ball during the Champions League semifinal first leg soccer match between Barcelona and Inter Milan in Barcelona, Spain, Wednesday, April 30, 2025. AP Photo/Emilio Morenatti)

Pemain yang berada di dua area itu memiliki peran spesifik. Pemain yang di luar kotak penalti kecil wajib memenangi duel udara pertama. Opsinya, bisa langsung mengarah ke gawang atau menghasilkan kemelut. Jika tercipta kemelut, tugas pemain di zona kotak penalti kecil untuk memenangkan second ball atau bola kedua.

Dumfries, di gim kontra Barca, dan Martinez, ketika menghadapi Bayern, memenangi duel bola kedua untuk mencetak nama di papan skor melalui peluang sepak pojok. Dan, mereka memanfaatkan sepak pojok yang diesekusi Di Marco.

”Mereka (Barca) akan menghadapi tim Inter yang lebih kuat di Milan. Pendukung kami juga akan memberikan situasi amat sulit bagi mereka,” ujar Inzaghi dilansir La Gazzetta dello Sport.

Sementara itu, Flick mengakui laga di San Siro setara pertandingan final bagi timnya. Ia pun yakin Inter akan bermain berbeda dibandingkan menerapkan pertahanan berlapis di kandang Barca.

”Inter juga perlu mencetak gol, jadi mereka tidak hanya berpikir untuk bertahan. Kami akan menampilkan gaya permainan kami dengan kepercayaan diri. Kami berjuang untuk menembus final,” tutur Flick dilansir Mundo Deportivo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto