Tim Piala Uber Indonesia menang atas Denmark di perempat final. Korea Selatan akan menjadi lawan berikutnya.
01 Mei 2026 07:30 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
HORSENS, KAMIS — Tim bulu tangkis putri Indonesia berada di bawah empat tim dalam klasifikasi peserta kejuaraan Piala Uber. Namun, ”Merah Putih” akan menjadi bagian dari empat besar dalam persaingan di Horsens, Denmark.
Indonesia melaju ke semifinal setelah menyingkirkan Denmark pada perempat final, Kamis (30/4/2026) malam waktu setempat atau Jumat (1/5/2026) dini hari waktu Indonesia. Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan menang 3-1 untuk berhadapan dengan Korea Selatan yang mengalahkan Taiwan dengan skor yang sama.
Semifinal yang akan berlangsung Sabtu (2/5/2026) menjadi yang kedua dalam dua penyelenggaraan terakhir bagi tim Piala Uber Indonesia setelah Chengdu 2024. Dua tahun lalu, Indonesia bahkan melaju ke final sebelum dikalahkan China.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/fe0a5ef8a641ccf08bf3ce593e0059fc-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_01.11.31.jpeg)
Fase semifinal yang dicapai Gregoria Mariska Tunjung pada 2024 menjadi yang pertama setelah selalu dihentikan lawan dalam perempat final pada enam turnamen beruntun. Maka, di tengah menurunnya prestasi bulu tangkis Indonesia dan kekuatan atlet putri yang berada di bawah banyak negara, hasil ini menjadi hal yang positif.
Pada Piala Uber 2026, Indonesia berada di pot kedua dalam klasifikasi peserta yang digunakan untuk melakukan undian. Indonesia berada di bawah China, Korea Selatan, Jepang, dan Taiwan. Meski demikian, tim Merah Putih akan menjadi bagian dari empat tim teratas.
Walaupun perjalanan belum selesai, semifinal tim putri setidaknya bisa sedikit mengurangi kekecewaan karena kegagalan tim Piala Thomas Indonesia. Tim putra tersingkir pada penyisihan grup dan ini menjadi hasil terburuk tim Thomas Indonesia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/bf3c95cc8b0e43c4fb24de77d135a8f4-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_01.12.04.jpeg)
Melawan Denmark, sejak awal Indonesia mengantisipasi tiga partai tunggal karena tuan rumah memiliki kekuatan merata. Meskipun berada di bawah atlet-atlet Korea Selatan, China, dan Jepang, tunggal putri Denmark memiliki banyak pengalaman tampil dalam turnamen BWF World Tour level Super 500, 750, dan 1000.
Ini berbeda dengan Indonesia yang hanya memiliki Putri, satu-satunya atlet yang bisa menembus turnamen level menengah ke atas. Sebelum pertandingan, pelatih tunggal putri Imam Tohari menyatakan target meraih dua poin dari nomor tunggal dan itu akhirnya terwujud.
Putri memenangi laga pembuka yang disebut Imam sebagai partai kunci. Dia mengalahkan Line Christophersen yang ditempatkan sebagai tunggal pertama alih-alih Mia Blichfeldt yang berbagi dua kemenangan dengan Putri dalam pertemuan sebelumnya. Putri menang dengan skor 21-12, 21-15.
”Pasti senang bisa menyumbangkan poin di laga pembuka untuk tim. Ini sangat penting bagi saya dan tim karena hari ini babak knockout, tidak ada hari esok kalau hasilnya kalah,” komentar Putri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/fc64c19ffc9a111db2bde1d5d6f9e21d-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_01.11.33.jpeg)
Atlet Indonesia ranking keenam dunia itu mempersiapkan diri melawan Mia Blichfeldt atau Christophersen sebelum pertandingan. ”Ternyata Line yang turun. Jadi, tadi coba membatasi bola-bola atas dia yang tajam dan berbahaya. Cukup menyulitkan juga. Sudah lama tidak bertemu dia, sekarang permainannya lebih agresif dan kakinya lebih kuat,” kata Putri.
Satu-satunya pertemuan antara Putri dan Christophersen sebelum di Piala Uber terjadi dalam final Spanyol Masters 2021 yang dimenangi Putri. Itu menjadi gelar pertama atlet berusia 23 tahun tersebut di turnamen BWF World Tour. Gelar berikutnya didapat di Korea Masters 2024.
Partai tunggal berikutnya terlepas dari Indonesia ketika Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah dari Line Hoejmark Kjaersfeldt 15-21, 16-21 pada laga kedua, tetapi Indonesia memenangi tunggal ketiga melalui Ester Nurumi Tri Wardoyo. Kemenangan dengan skor 21-13, 21-18 atas Amalie Schulz membuat Indonesia menang 3-1 hingga partai terakhir tak jadi dimainkan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/75ab63f0b1b81eed0dcb46813d9f84ff-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_04.19.44.jpeg)
”Puji Tuhan bisa bermain tanpa cedera dan bisa membawa tim ke semifinal. Saya juga senang bisa menikmati pertandingan dan bermain maksimal. Kakak-kakak dari tim Piala Thomas datang mendukung dan itu menambah semangat saya,” kata Ester.
Ester bermain setelah Indonesia unggul 2-1 dari kemenangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari yang baru bermain kembali setelah laga pertama penyisihan grup, 25 April. ”Setelah pertandingan pertama di grup, kami baru turun lagi, adaptasinya lancar. Hanya saja karena hari ini sudah babak gugur, lebih ada tekanan. Bersyukur kami bisa mengatasi, tetapi kami harus lebih konsisten dalam penerapan pola main untuk pertandingan berikutnya,” tutur Febriana.
Laga berikutnya akan dijalani melawan An Se-young dan kawan-kawan, Sabtu. Ini menjadi ulangan semifinal Piala Uber 2024 ketika Indonesia menang 3-2.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/01/d4462524c54b91d8095d948dc036c8ee-WhatsApp_Image_2026_05_01_at_03.00.23.jpeg)
Namun, akan ada perbedaan untuk semifinal kali ini. An kemungkinan besar akan bermain, tidak seperti semifinal dua tahun lalu ketika absen karena cedera. Saat itu, Gregoria melawan Sim Yu-jin pada tunggal pertama, pemain yang tahun ini berposisi sebagai tunggal ketiga.
Semifinal lain mempertemukan China dan Jepang. Kecuali dalam kejuaraan di Sendai dan Tokyo pada 2006, ketika Korea Selatan tak lolos ke semifinal, China dan Korsel selalu menjadi bagian dari empat tim teratas Piala Uber sejak 1984.
Persaingan memperebutkan Piala Thomas memasuki perempat final yang akan berlangsung pada Jumat. Juara bertahan China akan berhadapan dengan Malaysia dan pemenang dari laga ini akan melawan Thailand atau Denmark. Perempat final lain mempertemukan Perancis dan Jepang serta India dan Taiwan.
Hasil Perempat Final Tim Piala Uber Indonesia-Denmark
- Putri Kusuma Wardhani-Line Christophersen 21-12, 21-15 (1-0)
- Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi-Line Hoejmark Kjaersfeldt 15-21, 16-21 (1-1)
- Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari-Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge 21-19, 21-11 (2-1)
- Ester Nurumi Tri Wardoyo-Amalie Schulz 21-13, 21-18 (3-1)
- Rachel Alessya Rose/Febi Setianingrum-Alexandra Boeje/Christophersen (tidak dimainkan)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan