Idul Fitri di Berbagai Negara dengan Sajian Restoran, Kerabat Menyebalkan, atau Pidato Politik

Warga Muslim di sebagian negara di dunia merayakan Idul Fitri pada Minggu (30/3/2025). Tradisi, sukacita, ataupun suasana konflik turut mewarnai Idul Fitri.

30 Mar 2025 14:55 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

DOHA, MINGGU — Indonesia merayakan hari raya Idul Fitri pada Senin (31/3/2025). Akan tetapi, di Timur Tengah, sejumlah negara merayakan Hari Kemenangan pada Minggu (30/3/2025). Negara-negara itu antara lain Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

”Selamat merayakan Idul Fitri untuk semua. Semoga Allah memberi kita banyak rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan,” cuit Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani di X.

Melansir media The Peninsula, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed  bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani juga mengeluarkan ucapan resmi hari raya. Tidak hanya untuk masyarakat Qatar, tetapi juga semua warga dunia yang merayakan Idul Fitri.

Di negara itu, pemerintah mengumumkan libur sembilan hari untuk merayakan Idul Fitri. Berbagai acara juga disiapkan. Sejak Hari Raya hingga empat hari setelahnya ada festival kembang api di beberapa titik, antara lain di Souq Al Wakra dan Katara.

Selain festival kembang api, juga ada sejumlah konser. Pada 3 April 2025, kelompok musik Gyspy Kings akan tampil. Sehari setelahnya ada penyanyi pop dan R&B Mesir, Tul8te, akan tampil di Doha. Ada pula Festival Angkasa Lusail, yaitu pertunjukan akrobat udara yang menurut rencana melibatkan 3.000 pesawat nirawak.

Sementara itu, di Mekkah, Arab Saudi, suasana Idul Fitri syahdu seperti biasa. Umat Islam memadati Masjidil Haram untuk melakukan ibadah shalat Id. Mereka kemudian mendengarkan khotbah hari raya.

Harian Saudi Gazette melaporkan, Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, sibuk bertukar ucapan selamat dengan sejumlah kepala negara Timur Tengah. Mereka adalah Presiden Uni Emirat Arab Pangeran Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Raja Jordania Abdullah II, dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa. Mereka saling mengontak melalui telepon. 

Makan di restoran

Di Saudi, persiapan Idul Fitri juga sibuk. Keluarga-keluarga umumnya menyiapkan berbagai hidangan tradisional, antara lain ayam kabsah dan mandi domba. Akan tetapi, menurut liputan surat kabar Saudi Times, semakin banyak keluarga yang memilih merayakan makan-makan Lebaran di restoran guna menghindari kerepotan.

”Justru, selama libur Idul Fitri, restoran kebanjiran pelanggan. Meja-meja habis dipesan untuk acara makan-makan,” tulis artikel itu. Pesanan jasa boga juga melejit selama hari raya.

Tangkapan layar suasana shalat Idul Fitri di Masjidil.Haram, Mekkah, Arab Saudi, Minggu (30/3/2025).

Apabila makanan dipesan dari katering, keluarga menyediakan minuman, mulai dari jus buah hingga minuman bersoda. Lebaran juga saatnya perangkat makan dan minum terbaik, misalnya piring-piring porselen dan kristal dikeluarkan untuk wadah sajian.

Di Arab Saudi, juga ada tradisi salam tempel yang dikenal dengan nama eidiya. Uang diberikan kepada anak-anak yang berkunjung ke rumah. ”Anak-anak biasanya saling membandingkan perolehan eidiya mereka dan menentukan siapa om dan tante yang paling tidak pelit,” kata Saudi Times.

Tempat-tempat umum juga disulap menjadi pusat hiburan. Ada pasar malam yang menyediakan jajanan dan mainan untuk anak-anak. Warga biasanya keluar di senja hari ketika sinar matahari sudah tidak terik. 

Kerabat menyebalkan

Di Dubai, UAE, Idul Fitri disambut cuaca yang berkabut tebal. Pusat Meteorologi Nasional UAE mengeluarkan peringatan siaga kuning dan merah. Mirip dengan tradisi di Indonesia, warga UAE juga maraton berkunjung ke rumah-rumah kerabat untuk bersilaturahim.

”Kabut akan bertambah tebal. Harap berhati-hati ketika berkendara,” demikian bunyi peringatan tersebut.

Sejumlah media mengeluarkan tips merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan kerabat. Gulf News, misalnya, mengeluarkan artikel mengenai lima tips menghadapi kerabat menyebalkan sambil tetap menikmati suasana Lebaran.

Maldives' President Mohamed Muizzu (C) offers prayers on Eid al-Fitr, which marks the end of the Islamic holy fasting month of Ramadan, in Male, in Maldives on March 30, 2025. (Photo by Mohamed Afrah / AFP)

”Ingat, Anda tidak bisa mengendalikan kelakuan orang lain. Anda hanya bisa mengendalikan diri sendiri. Jika ada kerabat yang mengesalkan, tarik napas yang dalam, tenangkan diri Anda, dan tersenyumlah,” bunyi salah satu tips.

Tips lain apabila ada kerabat sok tahu menawarkan nasihat kehidupan, pekerjaan, dan percintaan sebaiknya disambut dengan anggukan kepala dan perkataan, ”Oh begitu, menarik ya pandangannya”. Jangan lupa untuk memetakan kerabat yang merupakan kawan guna mendukung ”melawan” kerabat yang menyebalkan. 

Tekanan di Gaza

Di Jalur Gaza, Palestina, Idul Fitri datang dalam suasana penuh tekanan dan keterbatasan. Bantuan sosial sudah tidak masuk selama satu bulan terakhir. Walhasil, makanan adalah komoditas langka. Rania Hegazy, ibu dari tiga anak berusia 3-6 tahun, mengalaminya.

”Lebaran kali ini kami beruntung menemukan nasi. Tahun lalu parah sekali, ada kelaparan massal,” tuturnya kepada media Kanada, CBC.

Hegazy sekeluarga masih tinggal di tenda di Gaza City karena rumah mereka hancur akibat serangan Israel. Mereka harus bersiap angkat kaki dan mengungsi ke Beit Lahiya atas perintah militer Israel. Keluarga ini bertahan dengan mengonsumsi makanan kalengan yang dihemat.

”Tidak ada air bersih ataupun fasilitas sanitasi. Anak-anak saya bertanya kapan mereka bisa mendapatkan baju baru untuk Idul Fitri, saya hanya bisa menjawab ’tidak tahu’,” kata Hegazy.

Pemimpin Hamas Khalil al-Hayyah mengumumkan pihaknya menyetujui rencana gencatan senjata yang disusun Mesir dan Qatar. Mereka akan membebaskan lima sandera yang masih hidup. Sebagai pertukaran, Israel mengizinkan masuknya bantuan sosial.

A Palestinian woman displaced from northern Gaza displays traditional cookies for the upcoming Eid al-Fitr holiday which marks the end of the holy Muslim month of Ramadan, in Gaza City, on March 28, 2025. Palestinian sources close to Hamas told AFP that talks were underway between the militant group and mediators from Egypt and Qatar on March 27, to revive a ceasefire and hostage release deal for Gaza. (Photo by Omar AL-QATTAA / AFP)

Namun, rencana gencatan senjata ini masih belum disetujui Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan masih berunding dengan Amerika Serikat guna menyiapkan usulan gencatan senjata dari pihak mereka.

Sementara itu, warga sipil sudah muak. Unjuk rasa terjadi di Tel Aviv ataupun Gaza. Di Tel Aviv, warga Israel, terutama keluarga para sandera, memprotes Netanyahu. Mereka menuduh Netanyahu sewenang-wenang dan ingin memperpanjang konflik supaya mengundur jadwal pengadilan atas tuduhan korupsi.

Di Gaza, warga meminta Hamas mengakhiri situasi penuh penderitaan dengan memulangkan para sandera.

 

Bernuansa politik

Di Ankara, Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato Idul Fitri yang sarat nuansa politik. Ia mengatakan, Turki berkomitmen mewujudkan negara tanpa terorisme. Oleh sebab itu, negara tidak memiliki cukup kesabaran untuk menghadapi kelompok-kelompok teroris, antara lain Partai Pekerja Turki (PKK) dan organisasi turunan mereka.

”Segera letakkan senjata dan bubarkan diri. Jangan ditunda-tunda,” kata Erdogan, dikutip kantor berita Anadolu.

Sampai Sabtu (29/3/2025), jalan-jalan di Istanbul dan Ankara masih dipadati pengunjuk rasa prodemokrasi. Unjuk rasa ini berawal ketika Erdogan memenjarakan lawan politiknya, Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu, pada 19 Maret 2025.

Sejauh ini, belum ada pemberitaan bahwa unjuk rasa tetap berlangsung selama Idul Fitri. Akan tetapi, para pemimpin unjuk rasa sebelumnya mengatakan, mereka tidak akan berhenti berdemonstrasi sampai keadilan ditegakkan.

Lebaran Senin

Selagi Arab Saudi, Qatar, dan UEA merayakan Idul Fitri pada hari Minggu, negara-negara lain masih menunggu. Di Asia Tenggara, Australia, dan Asia Selatan, Idul Fitri jatuh pada Senin (31/3/2025). Bahkan, ada beberapa negara Timur Tengah yang juga demikian. Mesir, Jordania, Suriah, dan Oman kompak dengan Indonesia merayakan pada Senin.

Mufti Agung Australia, Ibrahim Abu Mohamad, mengajak umat Islam di negara tersebut saling memaafkan dan mendoakan. Mereka diminta mendoakan agar beberapa konflik di dunia segera berakhir dan masyarakat mengutamakan kemanusiaan.

”Jangan lupa kita mengajak para tetangga kita, sesama warga Australia, merayakan Idul Fitri bersama seperti yang diamanatkan oleh ajaran Islam yang cinta damai,” ujarnya. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari