Pencapaian di Piala Dunia selalu menemukan cara untuk dikenang dan dirayakan. Pencapaian Ekuador, misalnya, dirayakan dengan jeda sehari dalam bentuk libur nasional.
28 Jun 2026 07:00 WIB · Olahraga
AFP
Barangkali Kamis (25/6/2026) atau Jumat WIB adalah hari paling bahagia bagi warga Ekuador. Bagaimana tidak, tim nasional sepak bola mereka mampu meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Jerman pada laga pamungkas penyisihan Grup E Piala Dunia 2026.
Kemenangan itu tak hanya bermakna karena mengalahkan tim terkuat di Grup E, tetapi juga lantaran memastikan Ekuador lolos ke babak 32 besar. Hasil di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, itu juga menjawab kritik atas penampilan ”La Tri” yang kalah dan imbang pada dua laga awal.
Pada pertandingan pembuka, Ekuador yang mendominasi pertandingan justru takluk 1-2 dari Pantai Gading. Ketika bertemu Curacao pada laga berikutnya, mereka hanya bisa mengakhiri laga dengan skor kacamata.
Maka, ketika kemenangan akhirnya diraih pada laga yang menentukan dan saat berhadapan dengan tim raksasa, publik Ekuador bahagia tak terkira. Apalagi, sudah 20 tahun sejak Piala Dunia 2006, mereka tidak merasakan lolos dari babak penyisihan grup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/26/ee86b34e834efa5e2b19b7517ea5d927-Germany_Ecuador_WCup_Soccer.jpg)
Setelah pertandingan, Presiden Ekuador Daniel Noboa Azin berterima kasih kepada pelatih dan para pemain karena telah mengatasi tekanan dan kritik. Sebagai ”ganjaran”, Noboa kemudian memberikan hari libur nasional.
”Terima kasih kepada para pemain dan pelatih yang, meskipun menghadapi kritik, hinaan, dan masa-masa sulit yang mereka lalui, berhasil bangkit kembali dan membawa kegembiraan yang luar biasa ini bagi seluruh negeri,” tulis Noboa.
”Besok, libur! Hidup Ekuador,” lanjut cuitannya tersebut.
Ekuador adalah negara terbaru yang pemerintahannya menetapkan hari libur setelah kemenangan penting di Piala Dunia. Arab Saudi dan Argentina juga pernah melakukannya empat tahun lalu di Qatar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/11/23/0d472c19-e9b4-4cb7-8f64-2893e11f0bf0.jpeg)
Pemerintah Arab Saudi menetapkan hari libur nasional untuk seluruh pegawai negeri, sektor swasta, serta pelajar di semua tingkat pendidikan selepas kemenangan timnas atas Argentina, 2-1, di Piala Dunia 2022.
Kemenangan melawan tim yang diperkuat bintang seperti Lionel Messi merupakan pencapaian penting. Apalagi saat itu Argentina juga datang dengan rekor 36 kemenangan beruntun.
Saking istimewanya pencapaian itu, para pemimpin Saudi dan penggemar mengelilingi alun-alun dalam konvoi mobil. Mereka mengibarkan bendera hijau negara tersebut dan menyatakan era baru sepak bola internasional. Tak lupa, perayaan juga diikuti penetapan hari libur.
”Diperintahkan bahwa besok, Rabu, menjadi hari libur bagi semua karyawan di semua sektor negara dan swasta, serta siswa laki-laki dan perempuan di semua tingkatan pendidikan,” tulis pernyataan dari pemerintahan yang dipimpin Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.
”Arahan ini dikeluarkan sesuai dengan usulan Yang Mulia pada kesempatan kemenangan tim nasional Saudi atas tim nasional Argentina di Piala Dunia,” lanjut pernyataan tersebut, dikutip dari The Athletic.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/06/13/3533958c-4b0f-47ff-99ac-ba472bd8be78_jpg.jpg)
Argentina, meski sempat kalah dari Arab Saudi, juga akhirnya melakukan hal yang sama setelah melaju hingga partai puncak dan keluar sebagai juara. Pemerintah Argentina mengumumkan hari libur nasional untuk merayakan kemenangan atas Perancis di laga final.
Dalam pernyataannya, Pemerintah Argentina menyatakan penetapan hari libur dilakukan agar rakyat dapat mengungkapkan kepuasan terhadap tim nasional.
”Dan, menyuarakan dukungan untuk olahraga dan tanah air,” kata pemerintah.
Bukan hanya kemenangan di Piala Dunia saja yang sebenarnya mendorong pemerintah untuk memberikan ganjaran berupa penetapan hari libur. Kemenangan yang mengantar ke Piala Dunia juga ternyata sama-sama bermakna penting sehingga layak dibalas dengan hari libur.
Pemerintah Republik Demokratik Kongo dan Skotlandia juga menetapkan hari libur setelah timnas masing-masing memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Bagi RD Kongo dan Skotlandia, kelolosan ke ajang tersebut sangat bersejarah karena diraih setelah penantian bertahun-tahun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/18/f9c2db6e-ba66-478d-883e-6296be9e6fd3_jpg.jpg)
RD Kongo lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 52 tahun. Negara Afrika tengah ini hanya pernah bermain di Piala Dunia sekali sebelumnya, yaitu pada tahun 1974 ketika negara itu bernama Zaire.
Kelolosan ke Piala Dunia juga bermakna sebagai pelipur lara bagi negara yang bertahun-tahun dilanda konflik. Pertempuran bahkan meningkat pada awal tahun lalu ketika kelompok pemberontak merebut sebagian besar wilayah di timur negara itu.
”Apa pun yang mungkin kami rasakan saat ini, di tengah rasa sakit, perang, dan pendudukan, kemenangan ini membuat kami bangga. Saya merasa sangat emosional dan bahagia,” kata seorang penggemar RD Kongo kepada BBC setelah kemenangan 1-0 atas Jamaika yang menjadi tiket ke Piala Dunia 2026.
Kementerian Tenaga Kerja RD Kongo kemudian mengeluarkan pernyataan yang memuji hasil tersebut sebagai kemenangan bersejarah. Untuk itu, pemerintah menetapkan libur kerja agar masyarakat bisa merayakan dalam persatuan, semangat, dan kebanggaan nasional.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/19/cda2059b8ed14cafb33192370c7f6f45-20260619WEN14.jpg.jpeg)
Sementara itu, Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun. Saking pentingnya pencapaian itu, Perdana Menteri John Swinney menetapkan libur bank nasional setelah laga pembuka Skotlandia melawan Haiti, 15 Juni lalu. Skotlandia meraih kemenangan 1-0 dalam pertandingan itu.
”Kami ingin memanfaatkan partisipasi Skotlandia dalam acara olahraga global ini sebaik mungkin dengan memastikan orang-orang memiliki kesempatan untuk berkumpul dan merayakan, apa pun hasil pertandingannya,” ucap Swinney dalam laman resmi pemerintahan Skotlandia.
”Itulah mengapa saya mengusulkan untuk menjadikan Senin setelah pertandingan pembukaan kami di Boston sebagai hari libur nasional,” kata Swinney menambahkan.
Pencapaian, baik berupa kemenangan maupun torehan sejarah, selalu menemukan cara untuk dikenang dan dirayakan. Selain hidup dalam sorak-sorai stadion, pencapaian yang berkaitan dengan Piala Dunia ini juga menjelma jeda sehari bagi sebuah bangsa.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar